Lego dan Teknik Sipil

Tuesday, November 13th, 2012

Lego adalah permainan konstruksi yang dipopulerkan oleh perusahaan Lego Grup. Permainan ini cukup erat hubungan dengan dunia teknik sipil meskipun tidak ada hitungan moment didalamnya. Jika sedari dini, kita telah mengenal permainan lego ini, mungkin hasrat untuk berkuliah di teknik sipil akan jauh lebih baik.

Permainan lego dan teknik sipil sama-sama membutuhkan ketelitian, tanpa ketelitian kita tidak bisa menghasilkan kontruksi lego seperti di atas. Dalam dunia teknik sipil, ketelitian itu wajib  karna menyangkut aspek keselamatan manusia di dalamnya. Judgement-judgement engineeringlah yang nantinya berperan besar untuk menentukan konstruksi itu realable untuk dibangun sesuai desain.

Sesuatu yang menyenangkan akan menghasilkan hasil yang maksimal, jangan paksakan potensi anda terhadap sesuatu tidak anda senangi. Bagi saya, kita ditakdirkan memiliki 2 kemampuan lahiriah : skill dan bakat. Skill akan semakin terasah jika kita telah melakukan hal tersebut berulang-ulang dalam jam terbang tertentu biasanya kita semakin mahir. Skill dapat diperoleh dalam suatu bentuk pengajaran baik individual maupun komunal. Bakat, anda hanya perlu takdir tuhan. Ada yang mengatakan bakat hanya berpengaruh 1% dalam hidup, saya tidak sepenuhnya sepakat.

Case :

Skill : Kamu bisa membuat bangunan lego berbentuk merlion karna kamu telah melakukan otak-atik lego sebelumnya untuk bentuk-bentuk yang lainnya sehingga kamu sudah terbiasa merakit lego.

Bakat : Kamu cukup liat patung merlion yang asli, ambil foto, rakit, lalu jadilah lego merlion seperti aslinya.

Mungkin pernyataan saya bisa dibantah, kritik ataupun saran. Dinamika yang menarik.

@arishms

2 Tahun Lagi, ITB Targetkan 5 Prodi Berakreditasi Internasional

Friday, September 7th, 2012

Bandung – Dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan, Institut Teknologi Bandung (ITB) menargetkan lima program studi (prodi) mendapat akreditasi internasional dari Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET), lembaga akreditasi independen dari Amerika Serikat.

Sejauh ini sudah ada empat prodi di ITB yang mendapat akreditasi ABET. Keempat prodi itu masing-masing teknik elektro, teknik kelautan, teknik kimia dan teknik fisika.

“Kita berharap dalam satu hingga dua tahun ke depan, lima prodi lainnya menyusul dapat akreditasi (ABET),” ujar Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu (SPB) ITB Pepen Arifin dalam konferensi pers di Gedung Rektorat ITB, Jalan Sulanjana, Jumat (7/9/2012). 

Kelima prodi yang ditargetkan segera mendapat akreditasi ABET adalah teknik industri, teknik perminyakan, teknik informatika, teknik lingkungan dan teknik sipil.

Untuk mendapat akreditasi ABET, Pepen menyebut butuh persiapan yang banyak mulai dari perbaikan sarana-prasarana hingga peningkatan kualitas SDM.

“ITB punya komitmen semua hal yang jadi persyaratan untuk mendapat akreditasi ABET harus terpenuhi dalam kurun satu hingga dua tahun ini,” kata Pepen.

Sementara selain tengah merintis untuk mendapat akreditasi ABET, beberapa prodi juga mempersiapkan diri untuk mendapat akreditasi pendidikan dari lembaga akreditasi internasional lainnya.

SPM misalnya tengah menempuh akreditasi dari lembaga akreditasi di Jepang, prodi S2 arsitektur menjajaki akreditasi di Korea, teknik kimia di lembaga akreditasi di Inggris, serta teknik mesin dan kedirgantaraan di lembaga akreditasi di Jepang.

via  : detik.com

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant