[Part 1] Belum Ada Judul, Bandung Lautan Asmara

Wednesday, January 18th, 2012

Setiap manusia mempunyai target hidup maupun cita cita, bermula ketika masih SMA. Saat masih labil dan mungkin puber, Medica ( bukan klinik) memberikan sedikit gambaran tentang dunia kampus, sabang sampai merauke (Re Medica: 4 tahun les di bimbingan ini). Saat itu, ITB bukanlah kapasitas saya, saya belum tahu tentang ITB, lebih familiar USU. Ga muluk muluk, asal lulus negeri saja sudah cukup, biar nama ada juga di selebaran Medica itu hahaha

Sering mengikuti try out/simulasi SPMB dengan lulus dan target medali, itu kebanggaan saat itu. Seringkali saya lulus USU, UNILA dan IPB bukan ITB! Mengapa? Saat SMA saya senang sekali ketika saya lulus, dapat medali dan berada di jajaran podium di gedung pardede, apalagi ada tambahan amplop yang berisi duit, bukan main senangnya. Sampe sekarang masih senang ketika melihat koleksi Medali Medica, setidaknya ada yang bisa dipajang di rumah ;p

ITB? unit kelompok ilmiah remaja (re : KIR smansa) mengantarkan saya ke kampus ini, ada 2 team dari sma 1 medan yang menjadi finalist lomba karya tulis LED by HME ITB. Saat pertama datang, lapangan basket dan campus center masih dalam pembangunan, presentasi lombanya di aula barat, saya dan teman teman diajak berkeliling kampus oleh LO ( pertama kali tau istilah LO haha) dan pasti foto foto. Muncul ide untuk membangun rumah kaca di sekolah efek dari kunjungan ke rumah kacanya biologi, whatever ide itu tidak terlaksana. Dari kunjungan itulah target dan cita cita berubah lagi

Ketika kecil kita sering ditanya cita cita, mau jadi apa? dokter, tentara, pramugari dll. Lingkungan dapat merubah itu semua sob apalagi “money never sleep“. Harus sedih ketika lo pengen jadi dokter, eh karna salah masuk SD, SMP, SMA, ujung ujungnya masuk fakultas BAHASA (sedikit rasis). nanti gw jelasin lagi lah, gw juga salah jurusan juga kok kayaknya…

Efek dari ITB bener bener terasa, langsung pilihan pertama ITB apapun itu jurusannya kedua baru baru kampus lain yang pasti lulus dan dapet mendali. Sekonyong-konyonglah, dari semua try out TIDAK ADA SATUPUN LULUS DI ITB. Bahkan saat ketika kita kita (saya, aseng, zul) coblos pilihan SPMB, tepatnya di rumah saya, terjadi sedikit konspirasi agar tidak berada di pilihan yang sama di kampus yang sama hahaha

Aris Rinaldi : Pilihan Pertama : FTSL ITB

Alfiansyah Purba : Pilihan Pertama : Teknik Sipil UI

Zul Hendry Awal Hasibuan : Pilihan Teknik Sipil USU

Bahkan pilihan kedua sayapun Teknik Sipil USU (yakin banget lolosnya ;p)!!!

Mengapa saya pilih FTSL ITB?

  1. Target Utama Saya ITB apapun jurusannya!!! sakit hati gagal lulus pmdk IPB
  2. Minatnya di Tambang dan Minyak ITB, sistem berubah, fakultas, kapasitas FIKTM < FTSL
  3. Si zul dan aseng milih sipil, kayaknya sipil oke juga
  4. Denger denger ITB itu Sipilnya no 1 di Indonesia dan sejarah ITB berawal dari Sipil hohoho

Didalam hati terdalam dikala itu, saya yakin sekali lulus di teknik sipil USU, mengingat itu lahan basahnya anak smansa medan dan masih ga yakin lulus ITB mengingat saingannya se -Indonesia dan ratio perbandingan pelamarnya yang lumayan ngeri ngeri sedap. Bahkan saya sudah ancang-ancang STAN, STIS, STT Telkom dan Pend Matematik UISU <—-jangan tertawa!!!

to be continued, masih sakit , butuh makan dan minum obat

tanjung selatan, 13.40, 18 januari 2012

Tanggapan Mantan Presiden KM ITB 09/10 Terkait Aksi Demo di Ganesha 14/12/10

Thursday, December 15th, 2011

Saya ingin menguatkan apa yang adik saya Tizar Bijaksana telah sikapkan. KM ITB memilih tidak ikut aksi bukan karena KM ITB Banci atau Apatis. Justru KM ITB sangat peduli dgn bangsa, sangat peduli dengan perubahan, sangat peduli tentang kemandirian Indonesia di Masa Depan.

Kita punya sikap, kita berduka untuk kepergian Sahabat kita Sondang Hutagalung, tetapi kita tidak akan mengisi kepergian beliau dengan aksi aksi dan aksi di jalan saja. Itu tidak akan mengubah keadaan.

KM ITB juga tidak akan “aji mumpung” beken dengan ikut secara latah aksi kepergian Sahabat Sondang Hutagalung, kami menghormati beliau, oleh karena itu kami tidak akan “menunggangi” kepergian beliau.

Percayalah Rakyat Indonesia, kami sedang dan selalu berusaha membuat perubahan di negeri ini. Agar Indonesia menjadi negeri yang layak untuk dihuni oleh seluruh rakyat nya.

AKU CINTA INDONESIA
KM ITB MILIK SEMUA
MARI KITA BUAT INDONESIA TERSENYUM
BERGERAK BERSAMA RAKYAT
KM ITB YANG ASIK

Itulah mimpi-mimpi besar yang pernah ditorehkan di tuliskan di kampus Ganesha !

Atas Nama Pribadi dan sahabat-sahabat keluarga besar ITB yang mendukung Sikap Presiden KM ITB Tizar Bijaksana atas Kebijaksanaanya. Salut untuk ketegasan kalian Mahasiswa ITB !

Ridwansyah Yusuf Achmad
Presiden KM ITB 2009-2010

berita tambahan :

Notulensi Forum Masa KM ITB Rabu,14 Desember 2011 19.15-21.00

Aksi organisasi2 ekstra kampus(kita singkat saja organ),sudah d ketahui km sehari sebelumnya namun dari kabinet sendiri tidak mempublikasikannya ke lembaga2 karena menganggap bahwa aksi tersebut berupa aksi kepedulian semata terhadap alm.sondang,tidak ada aksi yang menyentil itb. Organisasi yang mengikuti aksi ini adala: hmi,gmni,pmii,dll.

Sehari sebelumnya Organ meminta kepada KM ITB agar diadakan forbas di dalam kampus ITB,jadi nanti mereka pengennya anak ITB ngeliat aksi mereka,tetapi pada malam itu organ2 tersebut hanya menjelaskan teknis,tdak jelas konten dan follow upnya,sehingga sikap km: sepakati dulu konten dan tujuannya baru kita adakan aksi. Selain itu KM mempertimbangkan tentang harus adanya izin dari LK dan lain2 terlebih dahulu dalam penggunaan fasilitas ITB,apalagi oleh pihak luar. Dinilai terlalu lama,organ tersebut langsung melakukan aksi di kampus itb rabu jam 14.00 sampe selesai.

Kampus diduduki mahasiswa 100 orang,dari jaket almamater diperkirakan mereka berasal dari unisba,unpas,telkom,unpad widyatama,unla,lpkia,itb(1orang),Masa organ2 tersebut bukan berasal dari bem kampus kecuali dari unisba dan unpas, awalnya yang diangkat oleh organ2 tersebut adalah: keprihatinan terhadap kondisi bangsa namun ternyata kontennya lebih banyak menyentil itb yg dianggap tidak pduli bangsa,karena itb tidak mau melakukan aksi solidaritas untuk alm.sondang. Bahkan organ2 tersebut meminta presiden KM ITB untuk maju dan menyerahkan celana dalam dan pembalut sebagai simbol keprihatinan mereka terhadap KM ITB.

Analisis kepentingan dan politik dr km:
-bergerak bukan atas gagasan,tapi atas uang
-non mahasiswa dan alumni terlibat
-setting aksi yg jauh lebih siap drpada bem
-dalih atas tindakan anarkis :dinamika/flow mahasiswa

Aktor:
Mereka menamakan dirinya Aliansi cipayung ,bem unpas,bem unisba ->aksara
Masa pke jaket almamater masing2 sehingga tidak adanya identitas yang jelas dari organisasi2 tersebut. Setelah di konfirmasi kepada BEM2 bandung raya ternyata mereka bukan perwakilan dari BEM kampus masing-masing.

Selama aksi berlangsung,Tidak ada pernyataan yang jelas,tidak ada keteraturan dalam orasi,orator cendrung kontradiktif karena adanya perbedaan pendapat diantara orator yang satu dan yang lainnya dalam hal kasus alm. Sondang. Ini menunjukkan ketidaksiapan mereka dan ketidak matangan mereka,atau memang mereka hanya disetir oleh golongan tertentu saja. Selain itu KM ITB sendiri sudah mengajak mereka untuk merundingkan masalah ini bersama dan melakukan konsolidasi,KM ITB mengusulkan hari kamis jam 8.00 tetapi perwakilan dari organ2 tersebut menolajnya. kesimpulan mereka : tidak mau menerima usulan,diajak konsolidasi g mau.

Pendemo roadshow mendatangi 3 kampus: unpas,itb,unisba,unisba unpas terkondisikan oleh organ2 tersebut dalam artian mereka juga salah satu aktornya.Organ2 tersebut malah mengusulkan untuk mengundang ITB berdiskusi di kampus Unisba malam ini pukul 20.00 dengan alasan untuk konsolidasi permasalahan bangsa. tetapi yang aneh dari usulan mereka adalah mereka hanya mengundang itb saja untuk konsolidasi. ini membuat KM ITB berfikri bahwa mereka hanya memanfaatkan nama itb.

Alasan mereka ingin menggaet ITB dalam gerakan meraka adalah :
Strategis itb:
– mempunyai sejarah simbol gerakan mahasiswa (di era 70an,80an,90an)
– secara fisik menjadi monumen (monumen seejarah pergerakan kemahasiswaan)
– mudah menarik perhatian masyarakat (karena nama itb)
– bad news is good news (media akan lebih menyoroti ketika itb bergerak)

Sikap yang diusulkan kabinet:
Penyikapan di luar:
Pemahaman dan penyamaan persepsi dengan rektorat
Pemahaman gerakan dan kontribusi itb di indonesia
Menjaga nama baik itb di masyarakat
Mempertegas sikap itb terhadap sondang
Mempertegas sikap itb ke organ2 ekstra kampus

Penyikapan di dalam :
Otokritik bagi kemahasiswaan itb
Motivator bagi mahasiswa itb untuk menunjukkan the real itb

Kabinet tidak menghadiri undangan di unisba dengan alasan:
-resiko setting fisik
-niat politis yang mengundang(karna hanya mengundang itb)
-ketidakjelasan sikap pas demo
-sikap pendemo yang tidak etis
-kabinet sudah menantang diskusi di kampus itb tapi mereka menolak

Klarifikasi ke media
-identitas aksi mahasiswa itb(elegan,sopan,kritis dan tidak anarkis)
-mengangkat kontribusi mahasiswa itb sebenernya ke masyarakat
-penyikapan atas kondisi bangsa dan sondang

Sikap km itb terkait sondang:
Merupakan sentilan ke pemerintah agar pemerintah bisa lebih baik
Tapi menyayangkan aksi bunuh diri sondang

Diskusi :

Dalam pemaparan tizar Masa kampus menilai bahwa pemaparan tizar lebih menekankan pada pembersihan nama baik ITB itu sendiri. Masa kampus menilai bahwa ada hal yang lebih penting daripada klarifiksai untuk pembersihan nama baik itb yaitu prinsip kita sebagai mahasiswa(gilang mtm). Dan juga yang lebih penting lagi adalah introspeksi dari Mahasiswa ITB itu sendiri,apakah memang benar mahasiswa ITB sudah benar-benar apatis? karena terbukti di dalam timeline twitter dan facebook sebagian mahasiswa itb memanfaatkan alasan uas sehingga wajar kalau mereka tidak ambil bagian. yang harus dilakukan adalah bersama-sama merubah mindset dari Mahasiswa itb yang berfikiran seperti itu bahwasanya kita sebagai mahasiswa bukan hanya belajar,tetapi juga harus peka terhadap permasalahan bangsa,sehingga perlu diadakannya perbaikan internal,hal itu bisa lewat focus group discussion oleh lembaganya masing-masing. dan kita tidak perlu takut nama kita tercemar kalau memang kita sudah benar-benar menunjukkan kontribusi nyata ke masyarakat. karena masyarakat sudah bisa menilai sendiri mahasiswa ITB seperti apa (Aji-GEA). Hal lain yang dipaparkan Masa kampus adalah terlepas dari cara meninggal alm. Sondang,tapi dia juga manusia kita harus berbela sungkawa terhadapnya dan untuk berkontribusi terhadap masyarakat tidak harus dengan aksi,bisa dengan melestarikan budaya seperti pasar malam,memperjuangkan rakyat sekitar kampus itb dll. (lupa sapa,dari tiben kayaknya). Dia juga berpendapat bahwa ketika kita melakukan klarifikasi terhadap media,kita tak ada bedanya dengan DPR,ketika dikritik sedikit langsung melakukan pembenaran.

Disisi lain ada yang berpendapat (hms) bahwa klarifikasi keluar juga penting namun tujuannya tidak sebatas untuk membuat nama itb jadi baik lagi,tapi lebih ditekankan agar mahasiswa itb lebih semangat lagi dalam berkeorganisasian.

Ada juga yang berpendapat (lupa darimana) bahwa kita perlu konsolidasi dengan bem2 sebandung raya kalau perlu membuat aliansi sendiri untuk berdiskusi membahas masalah2 indonesia,selain itu adanya keprihatinan terhadap lembaga2 karena sulit untuk bergerak ke arah yang sama walaupun sudah disepakati di KM,perlu adanya gerakan yang masif oleh KM ITB.

forum ditutup dengan kesimpulan bahwa kita perlu memperbaiki internal mahasiswa itb dengan melakukan pencerdasan ke Masa kampus agar Masa kampus tidak termakan oleh omongan media. selain itu perlu juga untuk melakukan klarifikasi keluar.

Aji Rahmat Ginanjar
HMTG GEA ITB

http://www.facebook.com/note.php?not…50457953234255

MALAS BACA = BODOH

HMS ITB Bangun Sekolah Tahan Gempa di Pangalengan

Thursday, December 1st, 2011

INILAH.COM, Bandung – Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) ITB akan membangun sekolah dengan struktur bangunan tahan gempa dan bekerja sama dengan berbagai pihak. Pembangunan sekolah tahan gempa tersebut akan diterapkan di SDN Puncak Raya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung melalui program ‘Sipil Bangun Desa (Sibades)’.

Sebelumnya, SDN Puncak Raya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter yang terjadi pada 2 September 2009.

Rekonstruksi sekolah sudah dilakukan sejak 1 Oktober 2011 dan direncanakan selesai pada 22 Desember 2011. Sampai saat ini, pembangunan telah mencapai 60% dari total pembangunan 3 ruang kelas. Untuk membangun 3 ruangan kelas tersebut, dana yang dikeluarkan mencapai Rp240 juta.

“Program Sibades telah berlangsung sejak 1992, berbagai bangunan telah kami bangun. Tahun lalu membangun jembatan, sementara tahun ini kami membangun sekolah dengan stuktur tahan gempa,” terang Ketua Sibades 2011 Fardy M Ichsan Sukirman kepada wartawan di Kampus ITB, Jalan Ganeca Kota Bandung, Rabu (30/11/2011).

Untuk desain bangunan sekolah tersebut, akan mengikuti desain gedung Teknik Sipil ITB yang memiliki ciri khas dengan batunya.

“Dalam membangun gedung tersebut, kami menggunakan stuktur beton bukan besi tetapi tulang baja. Bangunan gedung harus didesain dengan ketahanan gempa, karena Kabupaten Bandung masuk dalam zona 4, dimana tanahnya lunak dan cukup berbahaya. Untuk desain pondasinya menggunakan cakar ayam, dan beton yang digunakan di atas rata-rata umumnya,” tandasnya.[ang]

link Berita:  http://www.inilahjabar.com/read/detail/1802421/hms-itb-bangun-sekolah-tahan-gempa-di-pangalengan

Kripik Galau UKA

Tuesday, November 8th, 2011

Penampilan Unit Kebudayaan Aceh ITB di Festival Internasional

Saturday, September 3rd, 2011

Akhir Juli kemarin, Unit Kebudayaan Aceh (UKA) ITB berkesempatan menjadi penampil Tari Saman “Ratoh Duek” di Singapura, tepatnya di “Singapore Heritage Festival”, sebuah acara yang diselenggarakan setiap tahun oleh National Heritage Board (Kementerian Budaya Singapura). Rangkaian acara yang tahun ini bertemakan Rite of Passage ini dilaksanakan pada tanggal 25-31 Juli 2011, dengan penampilan UKA ITB pada hari terakhir yakni pada tanggal 31 Juli.  Selain menjadi penampil Saman di acara tersebut, Tim UKA ITB juga diberikan kesempatan melakukan rekaman tari dan nyanyian di Pavane Recording Studio Singapore, studio rekaman dengan fasilitas yang sangat oke dan digarap oleh profesional.

Tim UKA ITB yang berangkat ke Singapura terdiri dari 10 mahasiswa. Kesepuluh mahasiswa tersebut adalah Abdulazis R. Sayintiko FT08 (Syeh dan pemainRapai), Muhajir Yusuf GL07 (pemain Rapai), Sundari Mega STI09 (penari), Devi Nandita Bestari EL09 (penari), Shabrina Paramita GL09 (penari) , Nila Gita Cahyani EL09 (penari), Citra Diani Putri EL09 (penari), Nursita Setiawati EP09 (penari), Nanda Akmalia BI10 (penari) dan Zahratul Kamila TM10 (penari).

Sesaat setelah rekaman di Pavane Recording Studio Singapore

Tim tersebut berada di Singapur selama 3 hari (30 Juli – 1 Agustus). Selama waktu tersebut, selain melaksanakan penampilan, mereka juga sempat meng-explore beberapa tempat seperti China Town, Bugis Square, Orchard Road, Esplenade, Parkway Parade, Little India, dan Pulau Sentosa dengan Universal Studio-nya.

Penampilan Tari Saman “Ratoh Duek” UKA ITB sendiri dilaksanakan di Parkway Parade pada hari Minggu malam sekitar pukul 18.30 waktu Singapura. Awalnya sempat ribet di mikrofon untuk Syeh (penyanyi), namun Alhamdulillah dari gerakan awal hingga akhir tidak menemui kendala dan kesalahan yang fatal. Dan penonton suka! Responnya cukup bagus. Bahkan setelah penampilan usai di belakang panggung ada yang menghampiri dan antusias ngobroltentang UKA, Aceh, dan Indonesia. Koko, salah satu penampil mengatakan:

“Saat kami tampil, rasanya yang menonton semakin ramai. Ada sesi mengundang penonton naik ke atas panggung yang diakhiri dengan tepuk tangan meriah yang spontan. Kami sendiri cukup puas dengan penampilan tim kami. Ada penonton juga yang datang ke saya dan memuji penampilan kami.“

Sesi Mengundang Penonton Ikut Saman

Semoga semakin banyak teman-teman unit ITB yang berkesempatan ke luar negeri. Mari kita terus mendukung seni dan budaya Indonesia agar diakui di seluruh dunia! (Sumber: Unit Kebudayaan Aceh ITB)

link : http://km.itb.ac.id/site/?p=6331

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant