Archive for June 9th, 2010

Korsel Akan Anugerahi Penghargaan Bagi Pelaut Indonesia

Wednesday, June 9th, 2010

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan menganugrahi dua pelaut Indonesia yang tewas saat turut serta dalam usaha menyelamatkan awak kapal perang Cheonan milik negara itu yang karam di semenanjung Korea, kata Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Ho-Young.

“Setiap pelaut akan menerima penghargaan untuk kontribusi mereka terhadap keamanan sosial dan stabilitas Korea Selatan. Pemerintah kami dengan Kedutaan Besar Indonesia di Seoul masih mendiskusikan tempat untuk melakukan upacara pemberian penghargaan tersebut,” kata Dubes Kim saat mengunjungi ANTARA, Selasa sore.

Kedua pelaut tersebut ialah Lambang Nurcahyo (36) yang ditemukan meninggal dunia dan Yusuf Harefa (36) hilang dalam operasi setelah kapal Korsel itu karam pada 26 Maret lalu.

Keduanya dianggap pahlawan oleh Korsel setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam, bersama lima pelaut Korsel akibat bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Kamboja di Laut Kuning.

Kim mengatakan pemerintahnya juga akan memberikan tanda simpati kepada masing-masing keluarga pelaut Indonesia dalam bentuk uang sebesar 125 juta Won (100.000 dolar AS).

Selain itu pemerintah Korsel akan membayar uang asuransi pelaut tersebut sebesar 40 juta won (40.000 dolar AS) untuk keluarga Yusuf Harefa dan 37 juta Won (37.000 dolar AS) untuk keluarga Lambang Nurcahyo.

Selain medali penghargaan dan uang, orang-orang di Korsel dan warga Korsel di Indonesia secara sukarela mengumpulkan sejumlah uang yang kemudian disumbangkan kepada keluarga korban.

“Ini merupakan bentuk apresiasi dan hormat kami kepada tindakan pelaut,” kata Dubes Korsel itu.

Pemerintah Korsel, melalui Kedubes di Jakarta, telah menghubungi keluarga korban dan menyampaikan penyesalan yang dalam atas tragedi tersebut. Pemerintah tersebut mengatakan korban Korsel dan Indonesia akan menerima perlakuan yang sama di depan mata hukum.

Kedua pelaut Indonesia tersebut merupakan sebagaian dari 500.000 warga Indonesia yang bekerja di Korsel.

sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20100609/tpl-korsel-akan-anugerahi-penghargaan-ba-cc08abe.html

Pembantaian Suku Tutsi Di Rwanda

Wednesday, June 9th, 2010

Quote:

Apabila kalian belum melihat Film Hotel Rwanda atau Sometimes in April, segeralah untuk menonton.. kalian akan melihat bahwa manusia terkadang seperti binatang, foto ini menunjukkan peristiwa Genosida diRwanda dimana 10.000 pengungsi Suku Tutsi berkumpul diGereja, mereka berfikir bahwa gereja adalah tempat yang suci(sanctuary), namun ini adalah kesalahan fatal, ekstrimist Hutu membantai tanpa ampun, sekitar 10rb lebih pengungsi tewas didalam dan diluar gereja, hanya butuh 5 jam untuk membantai pengungsi tersebut, dan kalaupun ada yang selamat adalah wanita yang sudah diperkosa puluhan kali. April 1994, satu lagi.. Senjata favorit militan Hutu adalah “Machetes” pisau panjang tajam yang semuanya Impor dari China, murah dan praktis

FILM YANG MENGANGKAT CERITA INI :
“Hotel Rwanda”
“Sometimes in April”
“shooting dogs”

Sedekah blog ini, cukup klik iklan yang ada pada right bar. terima kasih ^^

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant