Archive for July 25th, 2009

Hocrux Voldemort ( red : You Know Who) Harry Potter

Saturday, July 25th, 2009

1. Cincin Ibu Voldemort ( Cincin Marvolo Gaunt)
Dihancurkan oleh Dumbledore memakai Pedang Gryffindor sehingga menyebabkan tangannya bewarna hitam.

2. Buku Harian Tom Riddle
Dihancurkan oleh Harry Potter memakai taring basilisk

3. Liotin Emas Regulus
Dihancurkan oleh Ronald Weasley memakai Pedang Gryffindor yang terletak pada dasar sebuah kolam dengan Patronus Rusa Jantan Bersinar.

4.Piala Emas Hufflepuff
Dihancurkan oleh Hermione dengna memakai taring basilisk yang ada di bawah kamar rahasia.

5 . Diandem Ravenclaw ( Tiara)
Dihancurkan oleh api Fiendfire yang dikeluarkan oleh kutukan Crabbe ( red : teman Dracp Malfoy)

6. Nagini ( Ular Si ” You Know Who”)
Selalu dekat dengan Voldemort

7. Harry Potter ( bekas Tanda pada Kepalanya)
Ternyata separuh jiwa Voldemort masuk ke dalam tubuh Harry Potter akibat mantra perlindungan dari Lily Evants terhadap kutukan Voldemort

3 Item Penting Relikui Kematian (Deathly Hallows)
1. Tongkat Sihir Elder Kepunyaan Dumbledore
2. Batu Kebangkitan yang trdapat didalam snitch tua ( bola kecil Quidditch)
3. Mantel Tek Terlihat Harry Potter

Wigardium Leviosa
Regards

Aris Rinaldi

Download Harry Potter Deathly Hallows dalam PDF : KLIK HERE

Inspirasi BNI bagi Kehidupan Saya

Saturday, July 25th, 2009

Sejarah BNI

Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan.

Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai ‘BNI 46’. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat – ‘Bank BNI’ – ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.

Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996.

Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan ‘Bank BNI’ dipersingkat menjadi ‘BNI’, sedangkan tahun pendirian – ’46’ – digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sekarang, setelah memasuki usia ke 63 pada tahun 2009, Bank BNI menjadi sebuah bank yang memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri dan senantiasa menjadi kebanggaan negara Indonesia dengan segala bentuk kontribusinya.

Pengalaman Pertama Menabung di BNI

Track record dan Sejarah keberjalanan Bank Negara Indonesia (red : BNI), cukup mendapat kepercayaan bagi keluarga saya untuk menabung di BNI. Kedua orang  tua saya cuma memiliki rekening BNI, jika dikorelasikan dalam realita panggung politik bahwa orang tua saya adalah simpatisan BNI  seperti layaknya simpatisan partai politik dan itu sepertinya menjadi tradisi bagi keluarga saya. Seperti hidup di zaman orde baru saja. Tapi sejauh ini, pilihan orang tua saya berada di jalur yang benar

Saya senantiasa menabung sisa uang saya dalam celengan plastik. Sebenarnya menabung bukanlah hobi atau kegemaran melainkan saya belum mengetahui pemakaian uang yang berlebih untuk berbagai keperluan pada saat itu . Ibu saya menganjurkan agar saya menabung uang saya di bank, dan bank tersebut adalah BNI tepatnya BNI cabang Aksara Medan.

Kejadian ini, berlangsung saat saya masih baru memasuki SMA. Ibu saya mengajak saya menabung di  BNI cabang Aksara Medan. Cukup menarik bagi saya, pengalaman pertama memasuki bank dengan masih memakai seragam sekolah SMAN 1 Medan. Rasa was-was dan canggung juga menyelimuti perasaan saya saat itu. Menabung di Bank menimbulkan kesan negatif di otak kanan saya tentang hal-hal kriminal seperti perampokan, penodongan dan semacamnya. Melihat ke belakang untuk mengantisipasi  seseorang yang mengikuti. Terlalu berlebihan memang bagi anak sekolahan seperti saya, yang hanya menabung ratusan ribu rupiah dan bertindak demikian. Pembenaran bagi saya bahwa uang yang akan saya tabung telah melalui proses yang sangat panjang dalam memperolehnya walaupun setoran awal saya hanya Rp. 200.000,-.

Rasa canggung memasuki bank juga menyelimuti saya saat itu. Penjaga  BNI cabang Aksara Medan saat itu adalah seorang polisi yang berpakaian lengkap dengan pistol disamping pinggangnya. Beliau membuka pintu sambil tersenyum. Jika anda membayangkan polisi yang berjaga di bank dengan polisi yang mengatur lalu lintas, hmmmm…saya rasa anda dapat menyimpulkan jawabannya sendiri.

Orang tua saya mengajarkan saya tata cara buka saldo awal, penyetoran, pembayaran dan kegunaan kertas-kertas yang tersedia di bank. Point pentingnya adalah anda harus mengambil nomor antrian karna para teller BNI tidak akan tahu bahwasannya keperluan anda di bank tanpa mengambil  nomor undian. Tetapi pada saat ini, pelayanannya terhadap nasabah mulai diterapkan pada saat kita akan memasuki bank, dengan membuka pintu dan ucapan selamat.Kembali ke cerita, setelah pengisian dan saya duduk di bagian khusus yang menangani nasabah baru seperti saya. Pada saat itu, saya belum mempunyai ATM, dikarenakan  ATM belum memiliki arti penting seperti sekarang ini.

Akhirnya, saya memiliki buku rekening tabungan juga. Kesan awal saya pada saat itu , uang pada tabungan saya harus saya tambah dengan mengumpulkan uang dari hasil-hasil sampingan terutama dari hasil donor uang Hari Raya Idul Fitri dari sanak saudara. Ada kesenangan tersendiri ketika uang yang kita tabung bertambah. Bulan-bulan berikutnya saya cukup rajin menyetor uang lebih saya ke BNI cabang Aksara Medan. Sebenarnya ada BNI cabang Sukaramai maupun cabang Sisingamangaraja tetapi saya lebih tertarik ke BNI cabang Aksara. Kebetulan di depan bank tersebut ada sebuah warung internet. Sambil menyelam minum air. Setelah menyetor tabungan biasanya saya menyempatkan diri untuk bermain ragnarock online di warung internet tersebut. Game online kegemaran saya pada saat masih SMA. Tanpa terasa, Apa yang saya lakukan  di masa lalu ( red : menabung )  memberikan suatu dampak positif bagi saya ketika saya menjadi mahasiswa.

Korelasi Mahasiswa dan BNI

Korelasi ini sudah terlihat sebelum saya menjadi mahasiswa. Ketika saya membeli formulir STT Telkom dan pembayaran uang pendaftaran STAN dilakukan melalui BNI cabang Aksara Medan. Walaupun pada akhirnya saya memutuskan untuk  mengambil salah satu kelulusan saya di perguruan negeri Lain, tepatnya Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung.

ITB merupakan salah satu kampus di Indonesia yang melakukan agreement dengan BNI. Kesepakatan ini begitu menguntungkan berbagai pihak terutama mahasiswa baru. Kemudahannya mulai dari setoran awal uang, pembayaran uang kuliah, uang pambangunan dan segala keperluan awal mahasiswa baru. Menurut saya, ini adalah hal yang briliant, ide unik yang membedakan BNI dengan bank-bank lainya. Kerjasama ini merupakan suatu bentuk nyata dari Bank Negara Indonesia dalam memberikan kontribusi positif dalam masyarakat luas pada umumnya dan pada masyarakat akademisi pada khususnya.

Bentuk kerjasama Student Card antara BNI dan ITB cukup memudahkan sistem pembayaran uang kuliah selama berkuliah di ITB. Ada dua kemudahan yang ada yaitu melalui manual dan automatic setoran. Sistem automatic setoran/secara online, dilakukan pemotongan uang kuliah oleh BNI terhadap saldo pada rekening  mahasiswa sebesar jumlah yang telah ditetapkan oleh pihak ITB dan untuk pembayaran secara manual, terdapat 2 buah Bank BNI di sekitar ITB yaitu  BNI dalam Kampus ITB dan  BNI ITB ( red : berubah nama   BNI Perguruan Tinggi Bandung). Khusus untuk BNI Perguruan Tinggi Bandung juga melayani kampus-kampus yang ada di kota bandung seperti UNIKOM, UNPAD dan kampus-kampus lainnya yang jaraknya cukup dekat dengan lokasi BNI tersebut. Saya rasa perubahan nama tersebut  pasti ada pertimbangan-pertimbangan bisnis di dalamnya untuk mencitrakan BNI sebagai Banknya Mahasiswa. Hampir Di beberapa kampus yang saya kunjungi seperti kampus Universitas Sumatera Utara terdapat Kantor cabang BNI. Konsep yang cukup inspiratif dan menarik.

Kemudahan transaksi melalui Smart Card BNI yang berfungsi Kartu Tanda Mahasiswa juga berfungsi sebagai debit card. Saya pernah mencoba Smart Card BNI saya pada transaksi debit pembelian sepatu dan prosesnya cukup cepat dan efesien. Kemudahan transaksi dengan sistem satu kartu terpadu. Menurut pendapat saya, jika diterapkan pada sistem pembayaran jalan tol dan pengisian bahan bakar minyak di pompa-pompa bensin , ini akan menjadi suattu trensetter dan inovasi baru di Indonesia. Perlu pertimbangan matang dan disesuaikan dengan kebijakan-kebijakan yang ada untuk mengarah kepada suatu sistem satu kartu terpadu.

Kemudahan dalam transaksi-trasanki  ATM. Khusus Kota Bandung, Untuk Mencari ATM-ATM BNI tidaklah sulit. Untuk Kawasan ITB dan Kos-kosan mahasiswa terdapat beberapa ATM yaitu ATM BNI LIPI Cisitu, ATM BNI Dago, ATM BNI GKU  Timur ITB, ATM BNI Gerbang Depan ITB, ATM BNI Perguruan Tinggi Bandung dan ATM BNI Unpad.  Saya pernah mendapati kejadian  lucu berkaitan dengan penarikan uang malalui ATM BNI. Peristiwa ini ketika saya sedang refreshing untuk menghilangkan kepenatan magang dengan mengisi waktu akhir minggu dengan menonton film bioskop di Ciwalk bersama teman sipil saya Hendry Si’06 dan Pipin Si’06. Sebenarnya ada satu lagi teman saya Thoro Si ’06 akan tetapi dia tidak ada di TKP ( red=  tempat kejadian perkara)

Begini nih ceritanya, pada suatu ketika kita hendak memesan tiket Transformers dan mau makan di Gokana Teppan. Ternyata uang saya dan Pipin tidak lah cukup. Namanya juga mahasiswa, pasti dompetnya ” tipis”. Ketika mengambil uang, si Pipin apes. Orang tuanya telah mengirim uang ke rekening BNInya akan tetapi ATMnya hilang sehingga dia tidak dapat  menarik uang dari ATM BNInya dan peristiwa aneh dan unik terjadi kepada saya. Ketika saya mengambil uang, ternyata mesin ATM tidak mengeluarkan uang padahal di dalam ATM saya masih terdapat sekitar 100.000,- dan Mesin ATM BNI Ciwalk bertuliskan Rp 50.000,-. Saya berpikir positif bahwa uang di  mesin ATM tersebut sudah kosong. Sebelum saya berangkat, saya mengamati perempuan yang mengambil uang di ATM BNI tersebut dan ternyata “BERHASIL”. Saya pun bingung dan saya langsung menghampiri perempuan tersebut sambil berkata ” Mbak, Bisa Tarik Ga? “, Perempuan tersebut menjawab ” Bisa kok”. Mungkin saja dia takut  kepada saya dan mengira bahwa saya akan bermacam-macam kepadanya seperti kisah saya pada permulaan menabung di bank.  Sayapun  mencoba proses yang sama , dengan terlebih dahulu mengecek saldo. Setelah saya yakin bahwa saldo saya cukup, lalu saya melakukan pengambilan uang dan ternyata hasilnya “GAGAL”. Saya bingung-bingung di ATM  dan orang-orang pada ngeliatin saya. Saya rasa mereka  bingung-bingung juga melihat saya di  antrian.

Teman saya menganjurkan saya untuk  melakukan pengambilan transaksi uang dia ATM BNI Primere. Ketika saya kesana, apes. ATM BNInya ternyata tidak nyala alias mati. Waduh…sayapun makin bingung.  ” Masih ada satu ATM BNI lagi Ris di deket ASTON ” kata temen saya. Saya dan temen pun ke ATM BNI deket Hotel Aston. Tempatnya kecil tapi pakai AC, saya sedikit khawatir juga mengambil uang di ATM BNI ini, takut ada hidden camera. Teman saya masuk kedalam untuk mengecek memakai kartu Smart Card BNI ITBnya. ” Bisa Ris ” kata temen saya. Nah, ternyata saya baru sadar bahwa uang saya itu Rp 100.558,- dan saya mengambil Rp 100.000,-. Proses pengambilan uang itu tidak bisa dilakukan ,mengingat limit saldo yang harus tersisa di rekening BNI kita minimal Rp.20.000,-. Jadi kesimpulannya, saya tidak teliti, ATM nya tidak rusak dan yang paling penting uang yang bisa saya ambil adalah Rp 50.000,-. Mahasiswa….mahasiswa…Berisi di awal bulan, kandas di akhir bulan dan tentunya ini peringatan keras bagi saya bahwa mulai  lah dari hal-hal kecil, mulailah dari diri sendiri dan mulailah menabung sekarang juga.

Beberapa hari yang lalu saya sempat melihat selebaran Beasiswa BNI di LPKM ITB. Saya sangat bersemangat membacanya, mengingat saya sangat membutuhkan tambahan biaya bulanan untuk keperluan kuilah dan biaya hidup di Bandung. Harus bisa cari-cari beasiswa intinya. Hampir semua syarat yang ada sudah terpenuhi, tinggal satu syarat yaitu IPK>3. Beuhhhhhhh…..Bukan saya tidak mampu menggapai IPK = 3. Tapi semester VI merupakan titik terendah saya ketika berkuliah di ITB. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga ataupun nasi telah menjadi bubur . Pepatah tersebut mungkin bisa disematkan kepada saya. IP turun satu digit, IPK juga turun dan fatalnya layar monitor laptop saya rusak. Kalau Direparasi mungkin harganya Rp 8.700.000. Itu hitungan harga dari Toshiba Center yang ada di Bandung Elektronik Center. Stop Dreaming Start Action, kata-kata itulah yang muncul dalam pikiran saya ketika saya membaca lomba Menulis BNI ini. Inspirasi itu mengahanyutkan saya dalam retorika tulis-menulis sampai pukul 3.20 di hari sabtu 25 Juli 2009.

BNI Berbagi

BNI dan masyarakat adalah pasangan hidup yang saling memberi dan membutuhkan. Kontribusi dan harmonisasi keduanya akan menentukan keberhasilan pembangunan bangsa. Sinergi keduanya akan membawa perubahan ke arah perbaikan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Dalam Konteks yang terbatas, hubungan antara BNI dan mahasiswa melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR)

Corporate Social Responsibility adalah komitmen berkelanjutan yang dibangun oleh BNI untuk berperilaku etis dan memberikan kontribusi pada pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup komunitas lokal dan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini merupakan perwujudan budi baik (goodwill) perusahaan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat.

Tujuan dari CSR di BNI adalah mencakup hal-hal berikut:

  • Mendorong kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan
  • Mendorong pelaksanaan bisnis yang bersih dan bertanggung jawab
  • Memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas pada umumnya dan lingkungan sekitar di mana bisnis dilaksanakan pada khususnya
  • Membangun simpati masyarakat kepada perusahaan yang dapat menunjang terbentuknya citra positif perusahaan di mata publik
  • Meningkatkan nilai perusahaan melalui pembentukan reputasi yang baik
  • Meningkatkan pemahaman publik terhadap BNI melalui informasi yang disalurkan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan

Jika porgram-program Corporate Social Responsibility itu diaplikasikan dalam dunia pendidikan, bentuknya antara lain dapat berupa pemberian beasiswa kepada anak-anak dari SD-SMA maupun mahasiswa.Pemberian beasiswa kepada mahasiswa dapat melalui perguruan tinggi yang bersangkutan dalam kategori berprestasi secara periodik. Hal ini merupakan suatu bentuk karya nyata dari BNI bagi putra-puri harapan bangsa  guna mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Sehingga secara tidak langsung Bank BNI dapat  berperan dalam transformasi manusia-manusia Indonesia kedepannya dengan membantu menghasilkan generasi-generasi muda yang terdidik dan terampil sesuai dengan kemampuan di bidangnya masing-masing.

Selain Itu Bank BNI harus bisa menjadi pelopor pengucuran-pengucuran kredit lunak bunga atau bahkan hibah untuk program-program wirausaha mandiri terutama berbasis industri kreatif karna memiliki kekhasan tersendiri serta mampu berdaya juang di pasar lokal maupun mancanegara. Jika Dikaitkan dengan Institut Teknologi Bandung dalam mencetak technopreuner-technopreuner muda yang terampil dan produktif dan berdaya saing sehingga dapat membuka lapangan kerja baru bagi anak-anak bangsa. Program paket pembayaran pembelian laptop/komputer seperti cicilan laptop/komputer melalui kerjasama antara vendor-vendor laptop/komputer yang bekerjasama dengan  BNI dirasakan cukup membantu kebanyakan mahasiswa dalam meningkatkan kualitasnya untuk bersaing dan membangun bangsa Indoneisa kedepannya dan tentunya keberhasilan BNI dalam mejalankan program-program Corporate Social Responsibility.

Selamat buat Bank Negara Indonesia dalam 63 tahun keberjalanannya yang sumbangsihnya cukup besar  bagi Republik Indonesia.

” Stop Dreaming, Start Action”

Years of a Proud Journey

BNI

Nama : Aris Rinaldi

Email : aris_kir@yahoo.com

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant