Archive for November, 2008

Struktur Pengurus UKA ITB 2008/2009

Friday, November 21st, 2008

Struktur Pengurus UKA ITB 2008/2009

PEMIMPIN

Monday, November 17th, 2008

PEMIMPIN

Pemimpin adalah orang yang memimpin. Defenisi sederhana yang dianut banyak orang Indonesia. Itupun kalau sebagian masyarakat yang ada mengerti akan arti pemimpin. Karna 12, 8 juta orang Indonesia harus di melek aksarakan oleh keadaan yang ada. Itu hitungan kuantitaifnya, jika dibandingkan secara kualitatif mungkin saja lebih besar lagi. Mengapa demikian? Karna seringkali jumlah yang disampaikan dalam tulisan yang ada, tidak merepresentasikan keadaan real di masyarakat kita. Dalam kaitan terhadap pembahasan yang lanjut untuk mengatasi realita yang terjadi, pemimpin mempunyai peranan yang besar dalam menentukan arah kebijakan yang ada.

Sering kita mendengar bahwa pemimpin itu identik dengan pimpinan. Bagi saya, itu merupakan kedua hal yang berlainan secara defenisi. Pemimpin adalah orang yang melakukan hal yang benar sedangkan pimpinan adalah orang yang melakukan segala hal yang benar. Pemimpin lebih memiliki tanggung jawab secara sosial di masyarakat sedangkan pimpinan lebih bertanggung jawab secara organisasi sesuai fungsi jabatannya. Jika diaplikasikan, manusia adalah pemimpin bagi dirinya. Tidak cocok menggunakan kata pimpinan pada kalimat tersebut. Alasanya , terletak pada porsi tanggung jawabnya sebagai manusia. Tanggung jawab sebagai pemimpin lebih kepada hal-hal humaniora yang terdapat di lingkungan tempat tinggalnya.

Jika kita berbicara mengenai pemimpin kita harus memeliki referensi yang jelas baik secara tulisan maupun kondisi real yang ada. Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain baik dalam pemikiran maupun konseptual. Secara umum ada lima pendekatan tentang teori kepemimpinan yang muncul pada abad ke dua puluh. Pendekatan ini meliputi sifat, prilaku, kekuasaan/ pengaruh, situasional dan integratif. Teori-teori kepemimpinan ‘ manusia agung’, yang mendominasi pembahasan kepemimpinan sebelum tahun 1900, menjadi pendahulu munculnya teori-teori kepemimpinan yang menekankan sifat-sifat pemimpin. Untuk melengkapi pandangan tersebut , para ahli teori mulai memberikan perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor situasional dan lingkungan. Selanjutnya , dikembangkan pula teori-teori integrasi antara manusia dan situasi, psikoanalisis, pencapaian peran, perubahan, tujuan dan berbagai kebetulan yang menyebabkan orang bisa menjadi pemimpin. Adapun teori-teori kepemimpinan yang berkembang di dunia.

1. Teori- Teori Jalur Tujuan

Penulis Terkemuka/ Tahun: M.G. Evans (1970); Georgepoulos Mahoney, & Jones (1957); House (1971); House & Dessler (1974)

Para pemimpin memperkuat proses perubahan pada para pengikut dengan menunjukkan pada mereka perilaku-perilaku (jalur) yang bisa dilakukan untuk mencapai imbalan yang diinginkan. Para pemimpin juga mengklarifikasi tujuan-tujuan para pengikut dan mendorong mereka untuk memberikan kinerja yang lebih baik. Faktor-faktor situasional akan menentukan cara yang diambil para pemimpain dalam menunjukkan jalur dan mendorong pencapaian tujuan.

2. Teori- Teori Ketergantungan Pada Keadaan

Penulis Terkemuka/ Tahun: Fielder (1967); Fielder, Chemer, & Mahar (1976)

Efektivitas dari seorang pemimpin yang berorientasi pada tugas atau hubungan merupakan hal yang tergantung pada situasi. Program-program pelatihan kepemimpinan yang disusun berdasarkan teori ini membantu para pemimpin untuk mengidentifikasikan orientasi mereka dan untuk menyesuaikannya secara lebih baik dengan kondisi situasi yang baik maupun buruk.

3. Kepemimpinan Kultural dan Holistik

Penulis Terkemuka/ Tahun: DePree(1992); Mintzberg (1998); Vaill(1989)

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk melangkah keluar dari budaya yang ada dan memulai proses perubahan evolusioner yang lebih adaptif. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk melibatkan para pemegang kepentingan (stakeholder) yang penting, menumbuhkan perasaan ingin mengikuti dan memberdayakan orang lain. Pendekatan holistik Wheatley menggangap bahwa kepemimpinan adalah sesuatu yang kontekstual dan sistemik. Pemimpin menciptakan hubungan-hubungan sinergis antara individu-individu, organisasi-organisasi, dan lingkungan tempat mereka berada. Para pemimpin mendorong terbentuknya organisasi pembelajaran melalui pelaksanaan lima disiplin.

4. Kepemimpinan Pelayanan

Penulis Terkemuka/Tahun: Firholm(1994); Senge (1990); Schein(1992); Wheatley(1992)

Kepemimpinan pelayanan menyiratkan bahwa para pemimpin sebenarnya memimpin dengan melayani orang lain, para karyawan, pelanggan dan masyarakat. Karakteristik dari seseorang pemimpin pelayan meliputi : mendengarkan, empati, menyembuhkan, kesadaran, persuasi, konseptulitas, memandang ke depan,tanggung jawab, komitmen tehadap pertumbuhan orang lain, dan membangun masyarakat.

5. Kepemimpinan Spiritual

Penulis Terkemuka/ Tahun:Greenleaf(1996); Spears & Frick(1992), DePree (1989); Etzioni(1993); Fairholm (1997); Greenleaf(1977); Hawley(1993); Keffer(1992); J.Maxwell; Vaill (1989)

Kepemimpinan lebih berkaitan dengan berusaha mempengaruhi jiwa manusia daripada tindakan-tindakan untuk mengontrol. Falholm berpendapat bahwa kepemimpinan antara lain juga berkaitan dengan proses untuk berhubungan dengan orang lain. Lebih jauh lagi, “ saat pemimpin memberikan komitmen untuk memperhatikan pribadi manusia secara utuh, mereka juga harus memasukkan perhatian spiritual dalam tindakan yang mereka ambil. Para pemimpin abad ini harus mempertimbangkan dan secara aktif terlibat untuk membuat hubungan-hubungan bagi diri mereka sendiri dan bagi para pengikut mereka. “ pengaruh seorang pemimpin tumbuh dari pengetahuannya mengenai budaya, kebiasaan, nilai-nilai dan tradisi-tradisi organisasi.

6. Kepemimpinan Berdasarkan Hasil

Penulis Terkemuka/ Tahun: Clifton (2001)

Ulrich dkk., mengajukan sebuah pandangan mengenai kepemimpinan yang “ menggambarkaan hasil-hasil yang berbeda yang dihasilkan oleh para pemimpin” dan mengaitkan hasil-hasil tersebut dengan karakter. Para pemimpin memiliki karakter moral, integritas dan energi, di samping juga memiliki pengetahuan teknis maupun kemampuan berpikir strategis. Lebih jauh lagi, para pemimpin menunjukkan prilaku efektif yang mendorong keberhasilan organisasi yang lebih jauh. Dan, tahap selanjutnya, karena hasil-hasil kepemimpinan bisa terukur, hal ini juga bisa diajarkan dan dipelajari. Dalam apa yang mereka sebut sebagai Proyek Evergreen, Nohria, dkk., mempelajari lebih dari 200 praktik manajemen yang dipakai dalam rentang waktu 10 tahun untuk menentukan praktik-praktik mana yang benar-benar memberikan hasil yang lebih unggul. Empat praktik yang paling utama adalah strategi, pelaksanaan, budaya dan strukutur.

7. Kepemimpinan Partisipatif, Rasioanal- Deduktif

Penulis Terkemuka/ Tahun: Coch & French(1948); J.Gardner (1990); Lewin, Lippit, & White (1939) ; Vroom & Yetton(1974).

Pandangan kepemimpinan berdasarkan teori kekuasaan-pengaruh meliputi kepemimpinan partisipatif. Penelitian-penelitian di bidang kekuasaan- pengaruh memperhatikan seberapa besar kekuasaan yang dimiliki dan dijalankan oleh seorang pemimpin. Pendekatan ini juga menggangap adanya hubungan sebab akibat satu arah. Kepemimpinan partisipatif berkaitan dengan pembagian kekuasaan dengan para pengikut dan pemberdayaan meraka. Vroom dan Yetton mengajukan resep teori kepemimpinan yang menganggap bahwa para pemimpain adalah pihak yang memberikan arah dan para pengikut bersifat pasif mengikuti. Namun jika para pengikut memliki pengetahuan yang lebih banyak, peran mereka seharusnya bisa lebih partisipatif. Gardner percaya bahwa “ kepemimpinan adalah proses persusasi atau pemberian contoh yang dilakukan oleh seseorang( atau sebuah tim kepemimpinan) terhadap satu kelompok orang untuk mengejar tujuan-tujuan yang dimiliki oleh pemimpin atau dimilki bersama oleh pemimpin dan para pengikutnya. “dia menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah sebuah peran yang harus ada dan dengan demikian, para pemimpin memainkan sebuah peran yang integral dalam sistem di mana mereka berada.

Adapun referensi diatas tidak mencakup semua teori kepemimpinan yang ada di dunia ini, tetapi itu cukup mewakili sebagian yang ada. Bisa saja pemimpin tersebut lahir tanpa teori-teori yang ada. Kata lahir juga kurang cocok penempatannya untuk seorang pemimpin. Mungkin saja pemimpin tidak hanya dilahirkan oleh keadaan tapi juga dibentuk oleh keadaan dengan sedikit kebijaksanaan Tuhan. Kita tentu tak akan menyangka bahwa Pak Harto ( red: almarhum) menjadi pemimpin terlama di dunia.

Terkadang referensi yang ada justru berasal padangan subjektif para ahli terhadap keadaan yang dilihat darinya maupun pembelajaran masa lalu. Tanpa mengesampingkan peran mereka dalam pembentukan pola pikir beberapa pemimpin. Mungkin seperti buah pola pikir Karl Max yang notabenenya mempengaruhi orang-orang seperti Lenin dan Castro dalam pelaksanaan di negaranya. Tidak ada yang salah akan hal itu. Tak lebih dari sebuah seni mempengaruhi dan itulah yang sering dilupakan oleh semua orang.

Kita tak harus menjadi besar untuk menjadi pemimpin. Butuh sedikit kebijaksanaan Tuhan. Hanya sedikit, itu tak membuat manusia sepenuhnya selalu menggatungkan diri pada Tuhan karna itu, kita diciptakan ke dunia ini dengan tujuan bagi diri kita sendiri. Proses untuk menjadi pemimpin itulah tak lepas dari pengaruh kebijaksanaan Tuhan. Sekalipun dia tak memiliki agama dan Tuhan, tetap saja pola pemikiran dia akan mengacu pada suatu hal, baik sifatnya real maupun abstrak. Menurut perspektif saya, itu tak lebih dari pembenaran akan keberadaan tuhan dalam bentuk lain. Dalam suatu bentuk komunal, pemimpin itu mutlak adanya. Jikapun Tuhan tidak menciptakan kata pemimpin di dunia ini, manusia tetap saja menjadi pemimpin bagi dirinya.

“ Terkadang tulisan dapat menjadi sarana apresiasi dari pemikiran walaupun terkadang tak lebih dari tiga kata”

Ardi-15006058

Digunakan seperlunya.

lucu……

Sunday, November 16th, 2008

dotcheck_gaji

Visi dan Misi Calon Ketua IMMAM

Friday, November 14th, 2008

Visi

Pelayanan dan Pemberdayaan Anggota IMMAM sebagai organisasi bernuansa islami yang solid, mandiri dan produktif yang berlandaskan kekeluargaan

Misi

· Meningkatkan eksistensi IMMAM

· Mempererat Hubungan Silaturahmi antar anggota IMMAM dan alumni

· Memberdayakan anggota IMMAM dan meningkatkan rasa memiliki dan rasa kekeluargaan

Program Kerja

1. Intern IMMAM

Meningkatkan kekeluargaan antaranggota

Bagi-bagi buku TPB

Memperingati Hari-hari besar Islam

2. Ekstern IMMAM

Meningkatkan silaturrahmi & menjaga hubungan baik dengan pihak luar.

Membentuk koordinator IMMAM di kampus yang memiliki anggota IMMAM

Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, ( karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah

(QS Ali Imron : 110)

Pendapat Mereka Tentang Saya

Aris, wah anaknya gaul dan bersahabat. Aris yang kukenal adalah anak yang kritis jalan pemikirannya kadang memang sulit untuk dicerna, tapi kalau ditelaah lebih jauh, banyak sekali pemikiran-pemikiran yang sangat membangun. Selain itu, Aris sebenarnya orang yang sangat ramah dan terbuka, yang membuat orang merasa ada suatu rasa saudara bila sudah berkenalan dengannya. Sukses selalu buat Aris.

(Alumni Diklat Aktivis Terpusat/ DPA Himpunan Mahasiswa Planologi 2008/2009)

Aris, orang yang kukenal baik selama TPB dan di jurusan sipil, Aris lebih ku kenal ketika di HMS. Orang yang senang beraktifitas baik di himpunan dan di kemahasiswaan terpusat. Orangnya kritis, baik dalam berfikir dan bertindak, diiringi semangat rasa ingin tahunya, ia mendapat banyak pengalaman dalam berorganisasi juga dalam beraktivitas. Kesanku ketika rapat membahas terkait organisasi, Aris orang yang paling lama dalam mengeluarkan pendapat, dapat kusimpulkan ia mampu berfikir kritis dengan memandang banyak aspek. Kagum awak oi….! Semangat trus Ris..!!

(Sean Kufri / Wakil Ketua Unit Kebudayaan Melayu Riau(UKMR) 2008/ Koordinator OHU 2008)

Jika nanti terpilih jadi ketua Ikatan Mahasiswa Muslim Medan, maka jadilah pemimpin yang amanah, yang bisa berprilaku adil dan bijaksana kepada staf-staf nya dan jadikanlah staf-staf itu sebagai ladang amal kita juga.

Selamat berjuang Ris…Good Luck

(Remon Akbar/ Ketua Gamais FTSL 2008)

Aris, anak Sipil ITB Angkatan 2006. Punya motivasi tinggi untuk berbuat, namun kadang-kadang lebih memilih untuk melepaskan hal-hal yang tidak ia sukai. Aris, rajin menabung dan punya rasa solidaritas yang tinggi.

(Eka Juniawan/ Ketua Unit Kebudayaan Aceh 2008)

Aris yang kukenal dari TPB saat ini sudah menjadi sahabat. Bila melihat kinerja dan konsistensinya dalam berorganisasi adalah orang yang berpotensi menjadi sosok yang disegani. Setelah kenal lebih dekat selama 2 tahun, Aris orangnya ramah dan mampu berpikir kritis. Dia memiliki cukup pengetahuan di berbagai bidang dan mau berkorban untuk menekuni bidang yang diamanahkan padanya. Dengan segala potensi yang ada, Aris adalah figur yang kompeten. Semoga dia mampu berbuat yang terbaik dengan kontrol emosi yang baik serta dukungan dari semua pihak. Ayo Aris, Never Give Up Man….!!!

Buktikan Kamu Bisa

(Nanda Reza Pahlawan/ Ketua Unit Bulutangkis 2008/2009)

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant