[2014] Pulau Sebesi

Saturday, July 25th, 2015

13-15 Juni 2014

IMG_20140614_105333

 

Pulau Sebesi adalah pulau utama yang ada pada destinasi Gunung Krakatau/Anak Krakatau. Pulau ini dijadikan pulau transit untuk homestay para traveler. Harap diperhatikan ketika mengikuti open trip tour bahwa homestay yang ada di pulau ini adalah rumah-rumah warga sehingga perlu dipersiapkan alat-alat kebutuhan pribadi seperti clean handwash, autan dan lainnya. Ketersediaan listrik di pulau ini juga terbatas, bagi yang sering onilne atau update status disarankan membawa power bank.

IMG_20140614_131326

Dermaga Pulau Sebesi

IMG_20140614_140714

Pantai Pulau Sebesi | rate : 6/10

IMG_20140614_140959

Setiap destinasi menghasilkan teman seperjalanan baru ( aris, 2015 )

Previous | Next

find more my article reviews on TripAdvisor | via @arishms | ig : arisandroo

email : aris.itb@gmail.com

[2014] Baduy Dalam

Sunday, January 11th, 2015

4-5 Januari 2014

Menulis adalah sarana yang paling baik untuk betukar pikiran antara saya dan masyarakat dunia. Setelah cukup lama vakum dari dunia tulis menulis blogging, sayapun memberanikan diri lagi untuk konsisten menulis di blog saya ini. Bukan resolusi 2015 melainkan bentuk apresiasi saya terhadap perjalanan hidup yang saya tempuh  selama ini dan alangkah lebih baik jika itu dituangkan dalam bentuk tulisan di blog ini sehingga menjadi wawasan kita bersama.

Setahun yang lalu, tepatnya tanggal 4-5 januari 2014, saya dan beberapa teman melakukan tracking trip ke pedalaman Suku Baduy, Banten. Suku atau Orang Baduy adalah kelompok masyarakat sub etnis Sunda yang mendiami wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Secara umum, Suku Baduy dibedakan atas dua golongan yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Perbedaannya terletak dari cara pandang mereka dalam memegang teguh adat istiadat. Baduy Dalam adalah yang paling ketat mengikuti adat istiadat mereka yang tradisional. Pakaian mereka bewarna putih alami dan biru tua serta memakai ikat kepala putih. Mereka dilarang secara adat untuk bertemu orang asing. Aturan- aturan yang berlaku di masyarakat Baduy Dalam cukup mengikat misalnya tidak boleh menggunakan transportasi modern, tidak diperkenankan menggunakan alas kaki, larangan menggunakan alat elektronik dan ketika saya menginap di perkampungan mereka, tidak ada penerangan dalam bentuk lampu di setiap rumah yang ada.

Sementara itu, Baduy Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Baduy Dalam. Mereka telah mengenal tekonlogi, memiliki peralatan rumah tangga yang modern dan menggunakan pakaian adat dengan warna hitam atau biru tua yang menandakan mereka adalah orang Baduy Luar. Mereka inilah yang menjadi penghubung kami untuk berinterkasi dan menimba wawasan dengan orang Baduy Dalam.

Perjalanan tracking untuk mencapai perkampungan Baduy Dalam dapat ditempuh dalam waktu 4 jam dari Desa Kanekes Luar. Pemandangan alam yang tersaji cukup indah, hutan dan alam yang masih cukup terjaga keperawanannya. Sebuah filosofi yang positif dari masyarakat Baduy Dalam bahwa alam dan manusia saling terkait sehingga ada simbosis mutualisme diantaranya. Dalam perjalanan, kita dapat bertemu dengan orang Baduy Dalam maupun Baduy Luar, jangan sungkan untuk sekedar menyapa ataupun tersenyum, mereka adalah orang yang ramah. Satu hal yang menjadi catatan saya adalah kita harus bisa beradaptasi dengan adat istiadat yang berlaku, ketika kita sudah berada di wilayah Baduy Dalam, apa yang menjadi kesepakatan mereka dengan adat istiadat mereka menjadi kesepatakan kita pula untuk tidak melanggarnya. Sebagai masyarakat luar yang sedang berkunjung dan bersilaturahmi, harus bisa menyesuaikan dengan apa yang berlaku di sana. Itulah pelajaran hidup yang menarik untuk dibiasakan.

IMG_1643503407738

20140105_122303

jika ada pertanyaan bisa hub  saya di @arishms

atau email : aris.itb@gmail.com

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant