Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan (Cicitan Harimau Pidi Baiq)

Saturday, March 5th, 2011

drunken marmut

by Pidi Baiq
“Pokoknya besok harus dibuang”.

“Iya”.

“Tidak ada alasan!”.

“Marmut kan gak tahu kalau itu taman” kata saya membela diri.

“Pemiliknya kan tahu” kata dia.

“Allah memang maha tahu”. Saya langsung suka pada momen dialog yang membahas ketuhanan seperti ini.

“Allah apa?” dia tanya.

“Sang Maha Pemilik?”.

“Apa? Bukan Allah!” katanya. “Yang beli marmutnya”.

“Oh”.

“Yang beli marmutnya kan tahu”.

”Seseorang yang sederhana, baik, dan pengertian. Tapi kadang-kadang orangnya rada aneh tapi unik. Kalau mau ngasih sesuatu suka lupa. Ngasih poster atau kaset sampai sekarang juga belim juga ngasih.” – Heru Khaerudin, Office Boy – P Project

”Si Bang Pidi orangnya per (fair/Red.). Gak mudah tersinggung, bisa mengambil hati orang, mudah banyak kalir (karir?Red.). Sama orang kecil disamakan. Saya salut dengan kepribadiannya.(Subhanallah/Red.).” –Ibu Marna, Pemilik Kios Rokok

“Bos Pidi seniman. Kalo ngomong ngaco karena seniman. Gak ngerti!” –Dayat, Bodyguard Penulis.

“Paling sukanya asin cumi sama sambal. Kalau sedang di rumah suka nyuruh anak-anak shalat. Waktu masih pacaran ke rumah bawanya bala-bala sama kerupuk, deh.” –Amih Nina, Ibu Mertua

”Kenapa jadi pada ngomentarin penulisnya, bukan bukunya.” –Rosi, Istri Penulis

Ref Link : http://www.goodreads.com/book/show/6782915-drunken-marmut

 

Drunken Molen

Tuesday, January 11th, 2011

Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (Cacatnya Harian Pidi Baiq)

by Pidi Baiq

SINOPSIS BUKU – Cacatnya Harian Padi Baiq : Drunken Molen

Writer : Haji Pidi Baiq
Publisher : DAR! Mizan
Tebal : 212 Halaman
Genre : Humor

Kalo dilihat menurut Ejaan Yang Disempurnakan(EYD), novel ini sangat hancur. Seperti novel pendahulunya (Drunken Monster), Drunken Molen juga hadir dengan kegilaan berbahasa dari Haji Pidi Baiq. Walaupun bergenre humor, Haji Pidi Baiq coba menyelipkan nilai-nilai sosial pada setiap ceritanya, yang merupakan pengalaman hidupnya sendiri.

Novel ini memeuat kehidupan sehari-hari penulis, yang cenderung biasa-biasa saja, namun Ia mencoba (sepertinya) membuat hari-harinya kerasa spesial buat dirinya sendiri dan buat orang-orang di sekitarnya. Contoh, pada bab pembuka, ketika anaknya menamatkan game Naruto,Haji Pidi Baiq langsung bikin syukuran, sakit bos!

Selain membuat kita tertawa, novel ini juga membuat kita berpikir bagaiamana caranya dalam setiap kesempatan bisa terus berbuat baik.Haji Pidi Baiq yang sifatnya agak nyeleneh menunjukan pada kita banyak orang dalam hidup ini menganggap hidup itu sulit, namun Haji Pidi Baiq menjalankan hidupnya dengan apa adanya, dbawa nyantai aja gitu sob!
Buat lo yang lagi suntuk, novel ini cocok dibaca!

Beberapa pendapat yang udah baca buku Drunken Molen

Saya bangun siang. Tapi itu masih mending, masih jam sembilan, karena biasanya saya bangun jam dua belas siang. Saya memang pemalas, tapi untuk apa saya rajin kalau saya merasa diri sudah pandai. Samalah itu seperti halnya kamu, tidak perlu hemat lagi, karena kamu sudah kaya, sudah mendapatkan pangkalnya …. (“Sales Badminton”)
Buku ini jangan dibaca.
– Jaya Suprana, Pakar Kelirumologi

Sensasi kegilaan yang sama dengan memacu motor dalam gelap malam tanpa lampu penerangan. Selalu ada kejutan yang tak terduga.
– Haji Tegep, Bikers Brotherhood MC

Buku ini sangat aneh. Walaupun saya belum membacanya.
– Candil, Vokalis SEURIEUS

Pendapat Aris:

– Drunken Molen ternyata sama lucunya dengan Drunken Mama

– Banyak hikmah yang kita dapat dengan membaca buku ini meskipun struktur bahasanya yang agak kacau. wkwkwk

whatever, ini buku most wanted banget. RECOMENDED!!!

Drunken Monster

Saturday, January 8th, 2011

Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan (Cacatan Harian Pidi Baiq)

Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan (Cacatan Harian Pidi Baiq)

Di daerah Jalan Ganesha, saya inget SBY. Aduh, kenapa inget SBY? Ini pasti gara-gara dulu, waktu Pemilu Presiden. Waktu itu saya mencoblos dia.
Mencoblos SBY. Tapi, asli bukan bersumber dari hati nurani saya. Itu lebih karena memenuhi suruhan anak saya, yang saya bawa ikut ke dalam bilik suara. Itu disuruh Timur yang waktu itu berumur 5 tahun. Tetapi janganlah ini kita bahas banyak-banyak. (“Jalan ke Mana-Mana”)

“Ini Buku Berbahaya.”

-Prof. Dr. Bambang Sugiharto

Buku ini adalah perayaan ide, karnaval anarki wacana. Semacam jaz yang improvisasi kecerdasannya begitu nakal dan semena-mena. Tidak disarankan bagi para intelektual yang arif dan bijaksana.

-Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat di Unpar dan ITB

Pidi Baiq menyebut tulisan-tulisannya sebagia Catatan Harian atau Cacatan Harian. Saya memuatnya di suplemen “Khazanah” di Pikiran Rakyati dan menyebutnya cerita pendek. Beberapa teman protes, katanya Catatan Pidi Baiq seperti bermain kasti dengan pemukul sofball. Terserah! Dunia sudah berubah, Bung. Mungkin kita memang harus mengganti nama permainannya.

-Rahim Asyik, Redaktur Khazanah

Pendapat Aris :
setelah baca bukunya, hahahaha
1. jalan cerita bagus-bagus, diluar jangkauan akal sehat tapi sangat masuk akal. Bayangin anaknya yang tamat naruto (re : sebut saja anknya Timur) dibikinin syukuran. Kalo kata gw sih standard anak FSRD ITB lah, secara gw juga pernah ambil matkul sejarah desain, dosennya gokil gila (ini ngbahasa baca buku atau ngebahasa dosen, sowry dowry …OOT)
2. Kosa kata dan struktur kalimatnya tidak baku dan tidak sesuai dengan EYD, tapi bisa dimengerti oleh orang awam seperti saya. Bahasa sehari-harilah tapi dibukuin gitu
3. Pesan moralnya banyak banget baik dari sisi agamis, keluarga dan sosial bermasyarakat, caranya unik. Bukankah setiap manusia diciptakan dalam keadaan unik?
udah dluah, mau nonton teve LPI, Solo FC vs Persema Malang
update sementara : 3-0 untuk Persema. Dah!

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant