Mentoring Kepemimpinan Bersama Pak Habibie

Wednesday, October 4th, 2017

Senin, 2 Oktober 2017, bertempat di Wisma Habibie – Ainun, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta, berlangsung salah satu program Mata Garuda sebagai wadah alumni awardee LPDP yaitu Mentoring Kepemimpinan oleh Bapak Intelektual Muda Indonesia, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang didampingi oleh Danang R. Ginanjar sebagai Ketua Mata Garuda dan Dr.Ir. Luky Alfirman, MA. sebagai Plt Direktur Utama LPDP.

Suasana Mentoring Kepemimpinan oleh Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie.

Suasana mentoring begitu khidmat dengan banyak pesan moral yang disampaikan oleh beliau (red: Pak Habibie) untuk anak bangsa seperti kami (red: alumni awardee LPDP). Bagi seorang engineer, ada dua point utama yang sangat penting untuk diterapkan yaitu merekayasa dan tidak memanipulasi, tentunya hal tersebut menjadi catatan penting bagi engineer seperti saya. Keseimbangan antara bekerja dan berolahraga juga menjadi pesan beliau dimana dalam kesehariannya beliau rutin berenang untuk menjaga kebugaran fisik hingga saat ini, umur 81 tahun, namun durasinya tidak selama saat belia muda. Satu tips beliau yang menjadi cermatan saya ialah ketika berjalan posisi telapak tangan tetap terbuka, hal tersebut berguna agar badan tidak membungkuk, seperti kondisi beliau saat ini. Informasi yang simpel tapi signifikan.

Beliau juga berkisah tentang banyak hal: latar belakang keluarga yang multikultural, kehidupan masa kecil di kampung bersama saudara, kisah saat remajanya, berkuliah di Jerman dengan biaya pribadi, ketegaran saat sakit keras, Alm. Ainun, melaksanakan ibadah di sebuah gerja, tekad kepulangan ke Indonesia yang disertai dengan wawasan dan gagasan yang luar biasa dari beliau. Tahun 1974, the sky and maritim is a ‘koentji’ dimana beliau mencetuskan istilah benua maritim Indonesia dimana Indonesia merupakan kawasan maritim yang luas dengan banyak pulau. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah satelit dimana memiliki cuaca, iklim, dan geografis yang khas sehingga dibutuhkan riset yang berlandaskan atas 3 perilaku utama yaitu agama, budaya, dan teknologi. Masa depan Indonesia harus mengandalkan sumber daya manusianya daripada sumber daya alamnya yang berlandaskan iman, taqwa, dan iptek.

Sejumlah prestasi ditorehkan beliau dan yang paling berkesan ialah ketika beliau mendapatkan Edward Warner Award pada ulang tahun ke-50 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di Montreal, Kanada, tahun 1994. Beliau adalah orang pertama Asia yang mendapatkan penghargaan prestisius tersebut. Hal itu membuktikan bahwa penguasaan iptek ialah hak prerogratif setiap manusia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa tanpa memandang agama, bangsa dan rasnya.

Saat konfrensi pers terkait pencapaiannya tersebut ada 3 pertanyaan yang ditanyakan oleh wartawan kepada beliau yaitu berapa umur anda, sedang apa, dan dimana anda saat Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) didirikan. Pak Habibie menjawab “Saya berumur 8 tahun sedang mengaji di pinggir hutan kecil beberapa km dari Kota Parepare”. Jawaban beliau muncul menjadi headline di berbagai surat kabar dengan berita “Anak 8 tahun yang 50 tahun lalu mengaji di daerah antah berantah meraih penghargaan prestisius dari ICAO”. Suatu inspirasi yang berharga bagi alumni awardee LPDP pada khususnya dan individu Indonesia yang membaca tulisan ini pada umumnya bahwa itulah kisah Pak Habibie dan beliau berpesan bahwa kita sebagai cucu intelektualnya harus bisa lebih baik dari Beliau. Ihdinas siratal mustaqim.

 

Aris Rinaldi – PK 43

Peserta Mentoring Kepemimpinan Pak Habibie

 

 

[Kulon Progo] Menyapa Indonesia “Sapa Sebatang”

Saturday, June 3rd, 2017

Menyapa Indonesia adalah  sebuah program pengembangan masyarakat (community development) yang dikelola oleh para penerima anugrah BPI-LPDP Kementrian Keuangan Republik Indonesia ( red : Awardee LPDP). Program ini dijalankan oleh Awardee LPDP PK 38-PK 60 sampai saat ini dengan daerah dan tema program yang berbeda-beda.

Program Menyapa Indonesia “Sapa Sebatang” merupakan program Menyapa Indonesia kolaborasi Awardee LPDP PK 41-PK44 dimana pembagian peran dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut :

  • PK 41 “Catureka Mandala” mengusung tema di bidang kesehatan.
  • PK 42 “Ancala Diwangkara ” mengusung tema di bidang ekonomi.
  • PK 43 “Jivakalpa” mengusung tema di bidang pendidikan dan kebudayaan.
  • PK 44 “Sthana Citraloka” mengusung teman di bidang infrastruktur.

PK 43 Jivakalpa khusus bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan tagline  “Sebatang Asa, Sebatang Sedaya” berikut adalah fokus program kami :

program bidang pendidikan

program bidang kebudayaan

Setiap Awardee PK 43 “Jivakalpa” memiliki peran dan tanggung jawab tersendiri untuk menyukseskan program pengembangan masyakarat kami ini. Selaku koordinator bidang fund raising, Saya dan tim memilki tanggung jawab untuk memperoleh pendapatan dana program Menyapa Indonesia PK 43 “Sebatang Asa, Sebatang Sedaya” melalui hal-hal non-sponsorship seperti fund raising car free day, donasi internal Awardee PK 43, donasi personal dari masyarakat umum, donasi buku dan barang bermanfaat lainnya.

program donasi masyarakat umum

program donasi buku anak-anak via ingatangajah.com 

Saat ini, bidang fund raising masih melakukan pengumpulan dana secara internal dengan mengumpulkan iuran dari Awardee PK 43 secara proporsional. Semoga yang kami lakukan bermanfaat bagi sekitar dan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin

Video youtube program Menyapa Indonesia “Sebatang Asa, Sebatang Sedaya”

Artikel terkait lainnya
Waduk Sermo | Wisata Alam Kalibiru

@arishms

Baraya of The Month (BOTM) April 2017

Friday, March 31st, 2017

Sampurasun wargi Baraya! Terima kasih untuk awardee yang sudah berpartisipasi di Baraya of The Month (BOTM) untuk bulan April ini.
Tanpa mengurangi rasa hormat, Kami Tim Baraya 3.0 sudah melakukan tahap seleksi berdasarkan kriteria yang diumumkan dan menentukan kandidat terpilih.
Inilah tiga besar kandidat BOTM untuk bulan April.
1. Cece Sutia (awardee LPDP UPI, S2 Pendidikan Biologi)
2. Ica Wulansari (awardee LPDP UNPAD, S3 Sosiologi)
3. Aris Rinaldi (awardee LPDP ITB, S2 Teknik Air Tanah)
Selain itu, kalian juga bisa pilih kandidat BOTM terfavorit dengan memberikan “like” di instagram @LPDPBARAYA dan share fanpage facebook https://m.facebook.com/lpdpbaraya/
yang berisi foto masing2 kandidat Sampai tanggal 3 April 2017
Selamat untuk ketiganya dan teruslah berprestasi!

Source : https://www.instagram.com/p/BSScjaChpIekuyd6sF2es9SdjP1pw7rnmV3NkE0/?taken-by=lpdpbaraya

Satu Dekade Program Studi Teknik Airtanah ITB

Friday, February 24th, 2017

Sejarah

Sejarah berdirinya Program Studi Teknik Airtanah ITB dimulai pada tahun 2007, dimana terjadi penggabungan bidang keilmuan hidrogeologi Progam Studi Rekayasa Pertambangan dan hidrogeologi Program Studi Teknik Geologi ITB.

Pendirian tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi hidrogeografi Indonesia yang dikenal sangat spesifik sehingga perlu dipelajari dan diteliti secara lebih mendalam. Selama ini, di Indonesia, pemahaman mengenai keilmuan hidrogeologi hanya terbatas pada airtanah sebagai sumber daya. Padahal, selain sebagai sumber daya yang perlu dikonservasi, airtanah juga dapat berfungsi sebagai kendala teknis yang perlu diperhatikan terutama dalam rekayasa sipil, pertambangan, hidrokarbon, panas bumi, mineral, dan fasilitas bawah tanah .

Saat ini, Program Studi Teknik Airtanah ITB, merupakan program studi khusus pada jenjang magister dalam naungan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, dan menjadi satu-satunya Program Studi Teknik Airtanah di Indonesia, yang dapat mengakomidir kebutuhan spesifik hidrogeologi Indonesia.

Persyaratan Peserta 

Calon peserta adalah lulusan S1 dari jurusan atau program studi Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, Teknik Geofisika, Geofisika dan Meteorologi, Teknik Perminyakan, Teknik Sipil, Geografi Fisik, Teknik Lingkungan dan Fisika Bumi, dari perguruan tinggi negeri dan swasta, baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri. Tidak menutup kemungkinan dari jurusan atau program studi lainnya, yang memilki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan peserta kuliah.

Silabus 

Tabel Mata Kuliah Wajib Program Studi Teknik Airtanah ITB

Tabel Mata Kuliah Pilihan Program Studi Teknik Airtanah ITB

  • * IGSH/Short Course : Mata kuliah pilihan transfer kredit saat short course/summer school yang berkaitan dengan keilmuan Program Studi Teknik Airtanah ITB yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan akademik yang berlaku di ITB.
  • * Hidrogeologi Pertanian merupakan mata kuliah pilihan baru usulan penulis mengingat aplikasi keilmuan airtanah sangat berkaitan dengan bidang Pertanian.

Alumni 

Alumni Program Studi Teknik Airtanah ITB tersebar di berbagai bidang kerjaan baik sebagai akademisi, praktisi, dan professional baik di instansi swasta maupun pemerintahan, dalam dan luar negeri.

Alumni diharapkan mempunyai :

  1. Wawasan dan keterampilan dasar yang digunakan untuk pengembangan airtanah
  2. Wawasan dan kemampuan untuk melanjutkan penelitian ke jenjang doktor di bidang airtanah
  3. Kemampuan untuk mendesain dan mengatur suatu penelitian independen di bidang airtanah
  4. Pemahaman dan kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu airtanah dalam manajemen sumber daya air, kerekayasaan, konservasi lingkungan, dan eksplorasi sumber daya bumi.

Akreditasi 

Akreditasi Program Studi Teknik Airtanah ITB

Berdasakarn SK Ban-PT Kemenristekdikti dengan nomor 1152/SK/BAN-PT/Akred/M/XI/2015 Program Studi Teknik Airtanah ITB memiliki akreditasi A.

Beasiswa 

Kegiatan Lainnya 

  • Laboratorium Hidrogeologi.
  • Kuliah Lapangan Cisolok.
  • Publikasi jurnal nasional dan internasional.
  • Seminar nasional dan intenasional.
  • Aktif dalam kegiatan keprofesian Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI) dan International Association of Hydrogeologists (IAH).

Satu Dekade

Seiring dengan usia program studi Teknik Airtanah ITB yang akan memasuki satu dekade, besar harapannya program studi ini menjadi pelopor dalam kemajuan keilmuan dan riset bidang airtanah/hidrogeologi baik dari sisi sains, kerekayasaan dan teknologi di Indonesia, serta terus berkembang secara eksponesial – limit x mendekati tak hingga. Selamat satu dekade Program Studi Teknik Airtanah ITB.

Referensi 

korespondensi : aris.itb@gmail.com

Link Berita Lainnya :

  • Blog Awardee PK-43 Jivakalpa : http://jivakalpa.com/satu-dekade-program-studi-teknik-airtanah-itb/

LIST TERBARU UNIVERSITAS TUJUAN BEASISWA LPDP 2017 LUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI

Tuesday, February 14th, 2017

Dear scholarship hunters!

Berikut update informasi list terbaru universitas tujuan beasiswa LPDP 2017 baik luar negeri maupun dalam negeri berdasarkan informasi resmi di website LPDP yang dipublikasikan ada tanggal 9 Februari 2017.

Berikut beberapa perubahan yang Saya rangkum :

❤ LUAR NEGERI

1) Jika sebelumnya ‘hanya’ ada 280 universitas luar negeri yang masuk list, maka untuk saat ini ada lebih banyak pilihan karena ada lebih banyak universitas luar negeri yang masuk list (336 universitas) dengan rincian sebagai berikut :

– Afrika Selatan : 3 universitas
– Amerika Serikat : 97 universitas
– Australia : 15 universitas
– Austria : 3 universitas
– Belanda : 17 universitas
– Belgia : 3 universitas
– Chili : 1 universitas
– Finlandia : 3 universitas
– Hongkong : 8 universitas
– Hungaria : 1 universitas
– India : 2 universitas
– Inggris : 46 universitas
– Italia : 7 universitas
– Jepang : 9 universitas
– Jerman : 19 universitas
– Kanada : 11 universitas
– Korea Selatan : 7 universitas
– Malaysia : 2 universitas
– Mexico : 2 universitas
– Mesir : 1 universitas
– Norwegia : 4 universitas
– Perancis : 17 universitas
– Republik Cheko : 1 universitas
– Republik Irlandia : 3 universitas
– Rusia : 2 universitas
– Selandia Baru : 6 universitas
– Singapura : 3 universitas
– Spanyol : 8 universitas
– Swedia : 10 universitas
– Swiss : 8 universitas
– Taiwan : 3 universitas
– Thailand : 1 universitas
– Tiongkok (China) : 13 universitas
(Total : 336 universitas )

2) Seperti yang bisa dilihat pada point 1, ada beberapa negara yang sebelumnya masuk list, namun sekarang tidak masuk list, yaitu : Denmark, Maroko, Pakistan, Arab Saudi, Turki.

3) Ada pula negara yang sebelumnya tidak masuk, tapi sekarang masuk, seperti Afrika Selatan, Republik Cheko, dan Hungaria.

4) Ada universitas yang sebelumnya masuk list, namun sekarang tidak masuk list, seperti : Chalmers University of Technology dan Umea University (Swedia), University of Antwerp dan University of Liege (Belgia), University of Aberdeen (Skotlandia, UK), International Islamic University (Malaysia), Universitas Al Azhar (Mesir) dan beberapa universitas lainnya.

5) Sebaliknya, ada beberapa universitas yang sebelumnya tidak masuk list, namun sekarang masuk list, seperti : Cranfield University dan Goldsmith University of London (Inggris), Malmo University (Swedia), University of Pisa (Italia), The American University in Cairo (Mesir), dan beberapa universitas lainnya.

❤ DALAM NEGERI

1) Jika sebelumnya ‘hanya’ ada sekitar 20 universitas, maka untuk saat ini ada lebih banyak pilihan universitas dalam negeri. Ada 53 universitas dalam negeri yang masuk list.

2) Jika sebelumnya hanya ada sekitar 7 universitas tujuan untuk pendidikan dokter spesialis, maka saat ini ada 9 universitas dalam negeri untuk pendidikan dokter spesialis.

Selengkapnya, silahkan berkunjung ke website resmi LPDP. Jika ada update/perubahan lagi, akan Saya update dengan mengedit dan menambahkan informasi tersebut ke postingan ini.

Berikut Saya copy-kan kembali link-link penting.

Pendaftaran, membuat akun, download buku panduan :
http://beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id

Informasi umum :
http://www.lpdp.kemenkeu.go.id

Ketentuan persyaratan universitas DN dan program studi tujuan (dalam hal ini syarat akreditasi), baik untuk LPDP reguler atau afirmasi, silahkan lihat :

http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor-2/

http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-afirmasi/

FAQ (pertanyaan-pertanyaan umum yang sering ditanyakan) :
http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/pertanyaan-umum/

Terakhir, Saya tidak bosan menghimbau, ketika kita akan mendaftar sebuah beasiswa, tentu kita harus sadar diri untuk mengikuti aturan beasiswa tersebut. Bukan ‘ngotot’ meminta pihak beasiswa yang mengikuti aturan kita. Mohon maaf, terutama bagi yang memilih tujuan luar negeri, jika memang belum mampu memenuhi syarat yang diminta, kenapa harus memaksakan diri dan menyalahkan sana sini yang sebetulnya karena belum mampunya diri? Dari pada begitu, bukankah sebaiknya menggunakan waktu yang ada untuk lebih memantaskan dan mempersiapkan diri? Agar lebih siap menghadapi realita disana yang tidak seindah foto-foto narsis yang diunggah di sosial media. Percayalah, ada segunung kisah depresi, terseok seok mengejar ketertinggalan, atau beratnya bertahan yang jarang diceritakan 🙂

Anggaplah ini sebagai tantangan, bukan hambatan. Sebuah tantangan yang kalian bisa taklukkan 🙂

Selamat berikhtiar memantaskan diri sebaik-baiknya. Best of luck!

diedit seperlunya| source : dari berbagai sumber

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant