Malaysia Barat Trip 2016

Friday, September 29th, 2017

7-12 Januari 2016

Selagi ada waktu luang, saatnya menyempatkan diri untuk melakukan update blog dengan menulis kisah travelling yang selama ini hanya terekam di otak saja. Artikel kali ini merupakan pengalaman pertama “arisandroo and brothers”, independent travel tour saya, melakukan travelling ke luar negeri bersama sahabat-sahabat saya ke beberapa destinasi favorit di Malaysia Barat seperti: Legoland Johor Bahru, Heritages City Melaka, dan KLCC Kuala Lumpur.

Keseruan kisahnya akan saya tuliskan dalam beberapa artikel menarik berikut ini. Tetap update ya gaes!


arisandroo and brothers

Johor Bahru

  • Still update

Melaka

  • Still update

Kuala Lumpur

  • Still update

via @arishms

[2015] Megahnya Putrajaya

Tuesday, January 19th, 2016

28 Juni 2015

20150627_140746

Putrajaya terletak di Negara Bagian Selangor, merupakan pusat pemerintahan Malaysia yang baru, menggantikan Kuala Lumpur (red : Kuala Lumpur tetap sebagai Ibukota Negara Malaysia).

Putrajaya adalah wilayah persekutuan baru dari Federasi Malaysia yang sangat megah. Banyak pembangunan infrastruktur yang megah di sini seperti kantor pemerintahan, masjid, jembatan dan lainnya. Berikut beberapa hasil jepretan saya selama melakukan trip Ramadan Kareem di Putrajaya.

  • Perdana Putra

20150627_143902

Selfie dengan latar belakang Perdana Putra, merupakan kantor perdana mentri dan pemerintahan Malaysia. Bangunan ini memiliki satu kubah besar dan empat kubah kecil yang berwarna hijau.

  • Masjid Putra

20150627_171609

Masjid Putra bersebelahan dengan Perdana Putra, masjid ini sungguh besar dan luas sekali. Alhamduillah, kita sempat melaksanakan salat fardu sembari menikmati kemegahan masjid ini.

  • Dataran Putra

20150627_172227

Dataran Putra merupakan perpaduan taman dan boulevard yang biasa digunakan dalam festival hari kemerdekaan Malaysia. Terdapat 13 bendera dari negara bagian Federasi Malaysia yang berkibar di taman ini.

  • Jembatan Seri Wawasan

Jembatan Seri Wawasan

Jembatan Seri Wawasan merupakan jembatan penghubung antar kawasan di Putrajaya. Gambar di atas saya ambil ketika menaiki bus dari Masjid Putra menuju Terminal Bus Putrajaya.

Terdapat beberapa bangunan megah lainnya yang tidak sempat saya kunjungi satu persatu mengingat luasnya tempat ini dan gambar panorama di bawah ini cukup menggambarkan judul artikel Ramadan Kareem in Malaysia kali ini.

20150627_140836

Panorama : Jembatan Putra, Masjid Besi, Jembatan Seri Wawasan| Foto diambil dari Masjid Putra

Tips & Advices :

  • Untuk mencapai Putrajaya bisa menggunakan KLIA Transit dari KL Sentral menuju Putrajaya. Stasiun KLIA Transit terintegrasi dengan Terminal Bus Putrajaya.
  • Harga bus untuk mencapai destinasi wisata Putrajaya : 50 cent Malaysia.
  • Tersedia paket sightseeing Putrajaya seperti pict di bawah, paket ini tersedia di terminal bus Putrajaya.

20150627_125513

Lokasi Sightseeing Putrajaya

  • Saya sulit menemukan tempat makan di tempat ini, sebaiknya bawa bekal.

Previous 

find more my article reviews on TripAdvisor | via @arishms | ig : arisandroo

email : aris.itb@gmail.com

[2015] Malaysia Ramadan Kareem Culinary

Saturday, January 2nd, 2016

26 – 28 Juni 2015

IMG_20150627_114637

Menjalankan ibadah puasa di Malaysia memiliki kesan tersendiri. Suasana Ramadan  Kareem di negara yang mayoritas menganut agama islam ini begitu cukup ‘kental’ dan kondusif. Hal ini dapat kami saksikan ketika kami Ramadan Kareem in Malaysia

  • Sahur

Hotel kami tidak menyediakan sahur sebagai pengganti breakfast, pihak staf hotel menyarankan kami untuk bersantap sahur di sebuah restoran Asia Selatan yang jaraknya cukup dekat dengan hotel.

20150626_215957

FS Nasi Kandar Korner, tempat bersantap sahur di hari pertama Ramadan Kareem In Malaysia

Menu yang ditawarkan khas Asia Selatan dengan porsi yang jumbo. Rasanya relatif, harga masuk akal dan mengenyangkan. Dengan menu yang kurang serat, cukup disarankan minum banyak air putih. Jika ingin menikmati sahur secara gratis, cobalah solat tarawih di Masjid Jami’ (red : masjid ini dekat sekali dengan ML Inn Hotel, penginaapan kami), pihak pengelola masjid menyediakan bungkusan untuk disantap pada saat sahur.

IMG_20150626_220733

Nasi Goreng Telur Mata

  • Berbuka Puasa

Tidak afdhal rasanya jika berbuka puasa tanpa bubur lambuk, bubur tradisional Malaysia yang senantiasa hadir sebagai menu berbuka puasa. Kamu dapat menyantapnya dengan gratis ketika berbuka puasa di masjid-masjid negeri jiran ini. Rasanya nikmat berpadu dengan teh hangat.

IMG_20150627_114356

Mengaduk bubur lambuk untuk berbuka puasa, merupakan salah satu destinasi wisatawan di seputaran Gedung Sultan Abdul Samad.

    • Pasar Malam

Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan dalam hal tradisi pasar malam, pasar yang hadir di malam hari pada momen-momen tertentu ataupula malam minggu. Selepas menunaikan ibadah salat tarawih di Masjid Jami’, kamipun melanjutkan berkunjung ke pasar malam yang berlokasi dekat dengan Masjid Jami’ dan arah pulang menuju penginapan kami. Pasar malam ini sangat ramai hingga larut, bermacam-macam yang dijual : pakaian, makanan maupun minuman.

20150627_232509

Suasanan pasar malam Ramadan Kareem in Malaysia, ramai sangat

Saya membeli peci yang menurut saya cukup bagus jika dikenakan saat travelling sekalipun, harganya RM 10. Suprised! ternyata yang berjualan peci adalah keturunan jawa yang lahir, tumbuh dan berkembang di Malaysia. Nangkene Wong Jowo toh,  semakin erat dan serumpun 🙂

Cobalah menikmati Ramadan Kareem in Malaysia, Seru!

Previous | Next

find more my article reviews on TripAdvisor | via @arishms | ig : arisandroo

email : aris.itb@gmail.com

[2015] Malaysia Masjid Hopping

Thursday, December 31st, 2015

26 – 28 Juni 2015

1. Masjid Jami’

IMG_20150627_112841

Masjid Jami di Sore Hari

Masjid Jami’ adalah salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur. Masjid ini dapat dicapai dengan menggunakan LRT dengan perhentian stasiun LRT Masjid Jame’ . Selepas check in di ML Inn Hotel, penginapan kami yang posisinya sangat dekat Masjid Jami’, kami melaksanakan salat isya dan solat tawareh. Suasana saat itu sangat tenang, mengingat salat tarawih telah usai sebelumnya. Bagian luar masjid terbuka untuk umat yang ingat melaksanakan ibadah salat atau ibadah lainnya. Pihak penjaga masjid cukup ramah kepada kami, mereka membukakan pagar ketika kami hendak pulang untuk beristirahat.

IMG_20150626_224001

Masjid Jami di Malam Hari

Pada esok harinya, sabtu 27 juni 2015, kami pun melaksanakan solat isya dan tarawih secara berjamaah di masjid ini. Suasana multikultural sangat terasa, saya berjamaah dengan penduduk lokal Melayu, Arab, Asia Selatan dan saudara muslim dari etnis lainya. Syahdu di malam minggu.

IMG_20150627_223454

Mie Kocok Bandung + Teh Hangat

Keunikan dari ramadan kareem di masjid ini adalah tersedianya jamuan makan mie kocok bandung dan satay selepas melaksankan ibadah salat tarawih, dengan air putih dan teh hangat untuk melepas dahaga. Tidak hanya itu, kamipun diberi bekal untuk dibawa pulang, menu nasi dengan lauk ayam, menu yang saya dan Aul nikmatin untuk bersantap sahur.

Masjid Jami’ cukup ramai selepas ibadah salat tarawih sembari menikmati sajian yang disediakan secara gratis, suasana keramahan dan silaturahmi yang terasa hangat.

2. Masjid As Syakirin

Masjid ini berlokasi di seputaran KLCC. Masjid yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan manca negara yang hendak menunaikan ibadah salat di Masjid ini. Saya dan Aul, berkunjung ke masjid ini untuk melaksanakan Salat Magrib. Seperti lazimnya masjid lainnya, Masjid As-Syakirin juga menawarkan menu berbuka puasa, bubur lambuk dan teh hangat disertai menu nasi + ayam.

Selain penduduk lokal dan wisatawan, banyak pekerja asing (red : umumnya dari Asia Selatan), yang menunaikan ibadah salat di masjid ini. Suasana yang jarang saya temui di Ibukota Jakarta 🙂

 

3. Masjid Putra

20150627_171654

Masjid Putra berlokasi di Putrajaya, lokasi pusat pemerintahan Malaysia yang baru, menggantikan ibukota negara Malaysia, Kuala Lumpur. Masjid Putra sangat megah dan besar sekali. Saya banyak mengambil cendera mata fhoto di masjid ini, berikut koleksi saya :

IMG_20150627_131827

Tampak Luar Kubah dan Menara Masjid Putra

IMG_20150627_135925

Interior Sisi Dalam Kubah

IMG_20150627_140156

Tampak Mimbar Utama

IMG_20150627_141055

Tiada Panggilan Sepenting Seruan Illahi

Masjid Putra dapat diakses dengan menggunakan KLIA transit dari KL Sentral to Putrajaya dengan waktu tempuh 20 menit (red : harga tiket KLIA transit to Putrajaya RM 9.5). Stasiun KLIA transit Putrajaya terintegrasi dengan stasiun busnya. Untuk mencapai Masjid Putra dapat menaiki Bus Nadi Putra dengan biaya 50 sen Malaysia. Kalau mau jalan kaki juga boleh sih, agak jauh +/- 3km dari stasiun bus dengan pemandangan cukup menarik jika tidak terik.

Saran :

  • Saya tidak sempat berkunjung ke Masjid Nagara, salah satu destinasi masjid hopping yang wajib kamu kunjungi di Malaysia.
  • Cari tiket promo airasia, terutama promo bigpoint. Seru dan murah.

Previous | Next

find more my article reviews on TripAdvisor | via @arishms | ig : arisandroo

email : aris.itb@gmail.com

[Day 4] Pusing-Pusing Kuala Lumpur

Monday, November 5th, 2012

previous : http://arishms.com/2012/11/day-3-kl-sentral-bukit-bintang-rainforest-bed-breakfast/

Day 4 | 24 Oktober 2012 | Malaysia


Seperti biasanya, saya dan Alver tidak bangun terlalu pagi. Setelah bersih-bersih kita turun untuk breakfast. Sesuai dengan nama hotelnya, Rainforest bed and breakfast, sarapan pagi yang disediakan cukup menggiurkan. Pantrynya terintegrasi dengan ruang tv dan internet di lantai bawah. Lumayan minum susu segar + roti bakar. Tersedia juga pisang dan semangka, jika di Indonesia saya jarang melihat breakfast yang ada pisangnya, enelan…

Target kita hari ini adalah belanja di Bukit Bintang, kebetulan Alver mau borong-borong barang di sini ( <–bahasa Malaysia kayak gini ga ya ). Sehabis mendapatkan pakaian di H&M Bukit Bintang kita lalu menuju KL Sentral by monorel. Kita mau beli  tiket KLIA express buat tujuan KLIA besok, antisipasi agar tidak terjebak macet di negeri orang. Harga tiket RM 35 bisa dipakai kapan saja selama 1 tahun, tentunya sekali pakai. Kalau mau lebih murah, bisa saja dengan menggunakan bus.

Lanjut perjalanan menuju KLCC dengan menggunakan monorel. Niatnya mau ke Batu Caves, tapi kawatir ga boleh masuk kesana karna si Alver lagi PMS. Wisata di KLCC kita rasa sudah cukup, banyak hiburan yang bisa didapat disini loh, mau yang bayar ataupun yang gratis. Sesampainya di MRT KLCC, kita lanjut jalan-jalan di Suria KLCC, integrated mall yang cukup luas.

Jika hendak menikmati makan siang, jangan lupa mampir ke little penang kafe. Jalan-jalan tentunya butuh makan dan minuman yang oke dong, anggap saja pelampiasan karna kerja di dalam hutan wkwkwk

Menu yang ditawarkan cukup variatif dan tentunya rasanya lezaat, harga nya juga cocok untuk Backpaker. Total kita makan disini  dengan menu prawn mee + lam mee + ice kacang + chinese tea ice : RM 33,75 ( masih ada bonnya)

Sehabis makan, sekitar pukul 14.xx kita lanjut lagi putar-putar Suria KLCC dan singgah di Petronas Art Galery. Letak di lantai 2 Suria KLCC dengan harga RM 0. Di sini kita bisa menikmati hasil karya para pelukis-pelukis ternama  dan rekam jejak sejarah Malaysia. Putra-putri Malaysia juga sudah ditanamkan jiwa seni sejak dini, saya melihat mereka sedang melukis dengan bimbingan seniman di tempat ini.

Menjelang sore, kita keluar Suria KLCC untuk menikmati pemandangan out door KLCC Park, taman super indah yang ada di tengah bangunan yang megah. Cocok sebagai tempat bermain bagi keluarga dan refreshing bahkan banyak orang yang olahraga lari di taman ini.  Sama seperti di Singapura, mereka tidak peduli orang lalu lalang di tempat ini, yang penting mereka sehat ( <–sulit ditemui di Republik Indonesia).

Kita istirahat di KLCC Park sambil menikmati irama air mancur, pada jam-jam tertentu misal jam 20.00, irama air mancur akan mengikuti lagu yang diputar, pastinya sangat indah untuk dinikmati apalagi gratis buat turis yang tidak menyumbang pajak seperti kami ini!! Disini saya banyak melamun, tertegun tenang sembari menerawang keadaan negara asal saya, sorry ya ver haha

Sekitar pukul 17.xx kita memutuskan menuju bagian depan Petronas untuk mengambil beberapa foto kenangan, lebih baik diambil pada saat malam hari sih, efek lampu-lampu yang ada tentunya akan membuat hasil jepretan semakin oke. Hujan pun turun, lalu kami masuk kembali ke Suria KLCC sembari menuggu hujan reda. Selepas Isya hujan pun reda. tada…

Pukul 20.xx kita memutuskan pulang ke hostel, sembari menuggu hujan tadi saya hanya makan canai saja, lapeer. RM 4 KLCC-Bukit Bintang, tunggu dulu!!! Ada kejadian unik disaat kondisi badan capek pula. Asumsi kita, dengan koin magnet seharga RM 4 kita bisa mencapai Bukit  Bintang tanpa harus merogoh kocek lagi ternyata hampir salah. Kami turun di Dang Wangi  untuk interchange ke Bukit Nanas, ini jarak terdekat ke Bukit Bintang. Jika kami exit disini, ternyata koin kami akan tertelan meskipun saldo kami lebih.

Pikir-pikir, ada 3 opsi : kita exit via Dang Wangi lalu beli koin baru pura-pura ga malu, turun di KL Sentral tetap beli koin dan jarak jauh atau ikutin kata petugas berhenti di Station Mesjid Jamek. Entah mengapa naluri saya mengatakan opsi yang 3. Saya melihat raut wajah letih di muka travelmate saya, disatu sisi saya tidak boleh menunjukkan wajah yang sama.

Naik Monorel di  KLCC- Turun di Dang Wangi- Naik lagi dan turun di Mesjid Jamek – Interchange | Ganti Line turun di Station Hang Tuah-Interchange | Ganti Line turun di Bukit Bintang

Dengan opsi diatas kami tidak perlu membeli koin lagi. Yeahh!!!

Menarik dan melelahkan

Note :

– Mcd nya Malaysia lebih enak dan murah di banding Indonesia, Ga ada jual nasi

– Jika bingung, mending nanya. Mumpung bahasanya Melayu

– Lebih baik bawa payung kali-kali rainy season, bisa minjem di  hostel

– Mandi dengan air panas adalah opsi yang menarik buat backpakeran

next : http://arishms.com/2012/11/day-5-pulang-kampung-nih/

@arishms |  @alventurous

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant