[Pahawang Trip] Road to Lampung

Monday, June 9th, 2014

Day 1 : 25 Oktober 2014

Jakarta – Lampung

Ada kalanya kerja, ada kalanya liburan. Hidup sebagai engineer di Kota Metroplotian layaknya Jakarta dengan segala kompleksitas dan rutinitasnya tentu cukup membutuhkanh hiburan. Masyarakat Kota Bandung sudah cukup merasakan gelombang wisatawan Jakarta di akhir pekan. Saya sebut saja “Wisatawan” karna secara harfiah tujuan mereka hanya melancong terkecuali yang menjadikan Bandung sebagai tempat tinggalnya. Kesampigkan prolog ini!

Konsep open trip adalah konsep terbaik untuk mendapatkan hiburan murah meriah. Dengan jadwal dan biaya yang sudah launching di medial sosial, terkumpulah 20 orang dengan berbagai latar belakang. Setiap destinasi baru, selalu ada teman baru.

Starting point kita ada di Slipi Jaya. Ada beberapa alternatif yang bisa anda gunakan untuk mencapai Lampung via Jakarta :

  1. Sewa elf dari Slipi Jaya. (Share Cost dengan estimasi peserta Open Trip 15-20 orang ). Moda ini bisa langsung  mencapai Pelabuhan Ketapang, dengan include supir elf+bbm. Sewa elf 1 juta/hari.
  2. Damri : melayani rute Jakarta-Lampung dengan jadwal keberangkatan pagi dan malam via Stasiun Gambir. Jika trip anda tidak terlalu banyak orang, trip memakai Damri bisa dijadikan alternatif dengan pertimbangan koneksi moda dari terminal menuju Pelabuhan Ketapang.
  3. Pesawat : Cengkareng/Halim – Raden Intan, cukup tidak disarankan untuk solo traveler dengan budget backpaker.
  4. Pelabuhan Merak : biasanya nebeng open trip tetangga, sangat disarankan untuk yang suka trip sendiri. Banyak teman baru menantimu 🙂
  5. Bawa mobil pribadi : cukup comfort untuk 6-8 orang, tinggal bayar pertamax dan disopirin temen sendiri.

Apapun moda yang kita gunakan nantinya, kita tetap bertemu di Pelabuhan Ketapang.

Previous | Next

tweet : arishms | ig : arisandroo

[Java Trip] Check in Suramadu

Saturday, January 12th, 2013

Day 5-8| 24-27 des 2012

previous : http://arishms.com/2013/01/java-tour-3g-laut-jawa/

Suramadu

numpang narsis di jembatan suramadu

Day 5

Saya rasa cukup 4 hari untuk mutar-mutar Kota Surabaya + nyeberang ke Pulau Madura. Perjalanan yang cukup melelahkan tentunya sangat baik buat pijet. Harga pijet di Kota Pahlawan ini tergolong cukup ekonomis loh : Rp 50.000/1,5 jam dan hasilnya cukup oke.  Badan langsung seger dan tidurpun menjadi enak (re : bukan pijet mesum).

Day 6

Surabaya bukan kota yang baik untuk wisata kuliner, memang ada beberapa tempat makan yang cukup rekomendasi seperti ayam kampung geringging, warung wapo dan lainnya, akan tetapi jumlah dan variasinya tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan Medan, Jakarta apalagi Bandung. Pertama kalinya nonton film Indonesia di bioskop : Ainun dan Habibie.

Malamnya muter-muter gang dolly, sekedar pengen tahu dengan lokalisasi yang katanya terbesar di Asia Tenggara lalu lanjut ke Suramadu. Jembatan Suramadu temasuk kawasan tol berbayar, Rp 30.000 per sekali masuk. Bagaiamna mendapatkan foto diatas? anda harus berhenti dan berfoto dalam hitungan sepersekian menit. Secara aturan, itu sebuah pelanggaran karna berhenti di jalan tol dalam kondisi yang di sengaja, untuk berfoto pula. Jika masih penasaran, hati-hati sweeping petugas, bisa ditilang cuy. Ada beberapa cctv dibagian tengah jembatan.

Gelora 10 November

Sebagai fans bola, ga lengkap rasanya kalau ga foto di stadion ini

Day 7

Wisata lumpur Lapindo! begitulah bunyi tulisan-tulisan yang ada di seputaran bendung di kawasan lumpur Sidoardjo. Jika anda ingin menyaksikan fenomena lumpur aktif yang telah menenggelamkan beberapa desa, cukup naik tangga yang telah disediakan oleh beberapa oknum warga sekitar, tentunya anda harus membayarnya dengan dalih bantuan korban lumpur Sidoardjo. Lebih terkesan pemaksaan dan mahal! Rp 10.000/orang.

Day 8

Pertama kalinya ngeliat orang buang air besar di sungai untuk ukuran kota sebesar Surabaya, sangat banyak. Kondisi sungainya jauh lebih manusiawi daripada sungai kota Jakarta yang hitam dan pekat. Daerah disekitar sungai bahkan sudah streril dari pemukiman dan dijadikan lahan terbuka hijau. Salute

Take Off Surabaya

Juanda Airport

@arishms

[Java Tour] Selalu Ada Cara ke Karimun Jawa

Wednesday, December 26th, 2012

Day 3 | 22 Desember 2012

previous : http://arishms.com/2012/12/java-tour-lanjut-lagi-surabaya-kudus/

Selalu ada cara ke Karimun Jawa

Ketinggalan Kapal? begitulah ceritanya kali ini. Meskipun perjalanan dari Kudus menuju Jepara tidak ada hambatan, kapal penyeberangan menuju Pulau Karimun Jawa ternyata sudah berangkat lebih cepat dari jadwal. Emang, dari hasil browsing disarankan berangkat lebih awal, sekitar pukul 6 pagi, mungkin untuk menghindari hal-hal seperti. Alternatif lain menggunakan kapal cepat juga kami coba dan ternyata sudah sold out juga. Ada dua kapal cepat yang biasanya melayani penyeberangan Jepara-Karimun Jawa, Bahari Express dan Kartini Express.

Bagi yang sering berpergian antar pulau Jawa-Sumatra, Surabaya-Bali dan Bali-Lombok  tentunya kondisi ini sangat jarang di temui, sarana penyeberangan ke Karimun Jawa cukup terbatas meskipun sudah cukup booming di kalangan para traveller. Hal ini mengindikasikan, lokasi wisata ini hanya ramai pada musim tertentu saja misal long weeked atau saat ombak tenang. Banyak yang tidak mendapatkan tiket untuk menyeberang, jauh-jauh dari Jakarta ada juga satu rombongan bus dari Surabaya.

Man Jadda Wa Jadda, Trip kali ini emang ga jauh-jauh dari kekuatan kata tersebut. Ada dua tiket cancel yang ditawarkan kepada kami dengan harga yang sedikit naik dari harga normal. Berarti kami tinggal butuh satu tiket lagi. Hmm, Orang Indonesia harus jago lobby loh, harus belajar banyak dari PSSI! Bayangkan anda sudah planning dari jauh-jauh hari sementara hasilnya nihil tentu itu sangat baik bukan?

Trip Karimun Jawa sudah banyak dikelola oleh travel tour lokal maupun domestik, dengan kondisi medan yang cukup jauh, potensi peserta tour yang tidak terangkut cukup besar meskipun dia sudah bayar dimuka.

Contoh :

1.) Saya bertemu adik kelas kampus yang ketinggalan Kapal Muria yang berangkatnya jauh lebih cepat dari jadwal, meskipun dia sudah bayar dengan travel tour, tetap saja ditinggal kapal (Akhirnya berangkat dengan kapal cepat yang sampainya jauh lebih cepat dari KM Muria yang meninggalkan mereka)

2.) Ada dua pasangan nekat kaya kita, sesampainya di Pantai Kartini cuma bisa bengong karna ga dapet tiket ( Berhasil nyeberang karna kita bantu lobby dengan agen travel tour yang pesertanya ga dateng)

3.) Seorang cewek yang nungguin temannya dari Jakarta. Sekitar pukul 9 pagi temannya sudah sampai Semarang tapi sisa 10 menit  keberangkatan belum juga nongol di TKP, hape temannya low bet pula ( Saya selalu bawa dua hape buat ngindarin kayak gini)

4.) Ketemu teman lama waktu kerja di tambang batubara, dia bareng 17 orang. Inna Lillahi, Allahu akbar teriak para agen travel tour. Sudah bisa dipastikan tidak terangkut, emang lebih nekat lagi dari kita, Sewa kapal nelayan 7,5 untuk 17 orang dengan resiko hanyut di tengah laut 🙁

Kitapun sempat hopeless sewaktu tahu kondisi tiket sold out, tidak ada plan B. Bayangkan saja teman saya @iqbal_nurman jauh -jauh dari  Kalimantan untuk ikut trip ini jika hasilnya zonk tentu tidak baik bagi kesehatan beliau haha. Ternyata ada jalan lain, mulai saya dapet satu-satunya tiket Bandung Express ke Surabaya sampai 3 tiket kapal cepat Bahari Express dari agen travel yang anggota tournya ‘cancel’.

Pelabuhan Karimun Jawa

Aris-Pelabuhan Karimun Jawa

Indahnya pelabuhan Karimun Jawa


 Barang siapa yang bersungguh-sungguh dia pasti akan berhasil – Man Jadda Wa Jadda

@arishms | masih di sidoardjo cuk

tips :

– pastikan jadwal kapal penyeberangan, untuk yang tidak nekat bisa menggunakan travel tour

– harga tiket KM Muria 30rebu dan Kapal Cepat Bahari Express 84rebu. Jadwal kapal silahkan googling, berangkat dengan jadwal tertentu

– toilet 2rebu, bawa botol aqua kosong | kalau boker ya terpaksa ke toilet umum juga 🙂

next : http://arishms.com/2012/12/java-tour-ujung-gelam/

Puncak Monas

Saturday, December 15th, 2012

Aris-Puncak Monas

Naik….naik…. ke puncak Monas sungguh capek sekali (Jumat 7/12/2012)

Tepatnya, sehabis jumatan di Mesjid Cut Meutia. Saya bahas sedikit tentang mesjid ini. Mesjid Cut Meutia terletak di Jalan Cut Mutiah? nama jalan sama mesjidnya beda, padahal orang yang dimaksud sama, merujuk pada pahlawan nasional kita yang berasal dari Aceh, Tjut Meutia, beda lagi! Menurut pengamatan saya, mesjid ini cukup unik (ga berani bilang aneh takut didemo ormas sebelah). Mengapa? arah mesjid dan posisi kiblatnya berbeda, jika kita melakukan sholat, miring 45 derajat arah timur ( red : posisi timur laut). Jadi, pas immamnya melakukan khutbah jumat, posisi pendengar searah kiblat, miring gitu. Hmmm, mungkin dulu fungsinya sebagai bangunan biasa atau kantor mengingat struktur bangunannya lebih mengarah kantor daripada mesjid.

Selepas sholat dan menghabiskan dua posri nasi padang, kita lanjut perjalanan menuju Monas dengan berjalan kaki. Cuaca kota Jakarta emang cukup terik pada hari itu dan sepertinya biasanya. Trotoar cukup lebar tanpa ada hambatan PKL. Tumbuh-tumbuhan yang hidup di sekitar trotoar kurang tertata rapi, seharusnya ada pemangkasan berkala agar tidak mengganggu pengguna jalan trotoar. Jika dibandingkan dengan Taman di seputar Tugu Tani, cukup mencolok indahnya. Muncul pertanyaan, apakah ada data kualitatif dan kuantitatif jumlah tumbuhan/pohon yang ada pada troatoar di Dinas Pertamanan atau Dinas yang terkait dengan ini?

Monas memiliki beberapa pintu masuk, kali ini kita masuk melalui pintu seputaran dekat kandang rusa. Sedikit sekali simbol-simbol acuan untuk masuk ke kawasan puncak Monas. Kami harus memutarinya terlebih dahulu untuk menemukan pintu masuk menuju Puncak Monas. Acuannya patung yang ada disana, masuk ke bagian basement. Tentunya akan lebih mudah jika banyak papan petunjuk jalan menuju ke basement ini. Huff

Bukan kali pertama saya mengunjugi Monas, tapi pertama kalinya untuk naik puncaknya. Kita harus membeli karcis sesuai katergori  : Pelajar, Mahasiswa, Umum dan Asing. Cukup berguna sekali jika masih menyimpan kartu tanda mahasiswa, saya sudah mencobanya. Ada dua kali pembelian karcis :

1. Cukup 1 karcis, beli di basement jika kita hanya pingin melihat Meseum Monas yang berada di bagian bawah tugu ini. Isinya berupa gambaran visual kondisi dari masa pra sejarah sampai masa kemerdekaan. Saya beli tiket umum. rate Rp 5.000,-

2. Beli karcis lagi, jika kita ingin naik ke Puncak Monas. Ada loket tambahan yang menjual karcis untuk naik ke puncaknya. Tentunya sangat sayang sekali jika sudah masuk sejauh ini hanya menyaksikan museum saja. Saya beli tiket mahasiswa, rate Rp 5.000,- | pergunakan kartu mahasiswa dengan bijak ^^v

Kondisi fisik cukup terkuras mengingat sebelumnya saya habis pengambilan darah, makan nasi padang dan jalan kaki di kondisi terik. Ampas tebu, kita harus ngantri untuk naik ke puncaknya, sekitar setengah jam lebih waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke pintu lift yang akan membawa kita ke atas. Tolong jangan dibandingkan dengan Marina Sand Bays ataupun KLCC ya.

Aris-Antre Puncak Monas

Sesampainya di atas, angin semilir cukup segar dengan pemandangan Kota Jakarta yang tidak tertata rapi. Kita bisa menyaksikan Jakarta dengan menggunakan teropong yang tersedia gratis dengan kemampuan melihat yang terbatas pula. Mungkin perlu “insert coin” untuk bisa melihat kapal yang sedang mejeng di Tanjung Priok.

Aris-Teropong Monas

Gambar dan penjelasan yang adapun tidak update sesuai kebutuhan sekarang. Gedung-gedung baru yang tidak terlampir pada gambar yang ada. Mungkin saja penjelasan gambar yang ada lebih mengedepankan kepada bangunan historis, sampai sekarang saya tidak tahu pasti sejarah Monas dan berapa tingginya. Informasi itu tidak saya temukan disana, Apa tersembunyi kali ya?

Aris-Pemandangan Atas Monas

Aris-Pemandangan Atas Monas

Aris - Papan Penjelasan Monas

Kalau sudah naik keatas, jangan buru-buru turun ya. Nikmatin aja dulu pemandangan yang ada. Apalagi udah dari jauh-jauh dari desa, cuma ngetem 5 menit diatas, lama diantri pula. Salah satu kejadian unik adalah banyaknya pengunjung Monas yang menggunakan kain sarung, mau minta wangsit kali ya hihi

@ arishms

Short Trip Jakarta Again 7-8  Des 2012

Bandung Lagi

Monday, November 12th, 2012

Setelah menghabiskan waktu seminggu di Jakarta (6-11 Nov 2012), akhirnya saya ke Bandung lagi. Short trip yang begitu melelahkan bahkan duduk saja pun sudah banjir keringat disana. Sedikit informasi tentang Jakarta, Update!!!!

– Susah nyari putaran jika kita salah jalan, mau cross trip ke daerah lainnya juga harus mutar yang lumayan jauh

– Busway juga udah ga manusia lagi :  nunggu lamanya, antri juga esp jam 6-8 pagi ataupun 6-9 malem, Hindari harmoni untuk jam-jam itu dah

– Nyari tempat kongkow-kongkow yang mumer dan menyegarkan sulit, mau ga mau ngesevel

– Internetan pake modem 3 di daerah Cempaka Putih benar-benar sulit, unlimited gitu T.T

–   Ga ada nyari wisata alamnya, cepat lelah dan stress wkwkwkwk

@arishms

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant