Eat, Pray and Love

Wednesday, October 13th, 2010
Tadi siang baru nonton eat, pray dan love. Lumayan oke ini ini film. Banyak pesan yang disampaikan sama ini film, salah satunya
” Jika kamu ingin mendapatkan keseimbangan, maka kamu harus mengorbankan keseimbangan- keseimbangan yang lain”
Eat = Italia, Pray = India, Love = Bali
Eat = Italia
Setelah bercerai dengan suaminya, Tokoh yang diperankan Julia Robert ini pergi menuju italia. Sepertinya dia ingin berlibur dan menikmati masakan italia. Sepertinya doi kehilangan sesuatu jati diri ketika dia menikah dengan suaminya, may be hobinya makan salad. Ngences deh, pas gw liat doi makan spaghetti dan pasta…jadi pengen pesan farfalle. Disini gw juga terhibur dengan bahasa-bahasa italia yang ada kayak scuzi, buona notte, a domani, grazie. hahaha…..gini-gini gw pernah ambil bahasa italia pemula sama maurizio spina. Sebenernya ambil italia lanjut sih, tapi cuma beberapa sesi dan ga diterusin(lah kok jadi curhat)
Pray = India
Lazimnya adegan-adegan film yang ada unsur Indianya pasti ada adegan tari-tarian dan kondisi India yang miskin dan kumuh. Disini, JR ingin mencari tuhan dengan mengikuti ajaran dari guru si David (kekasihnya setelah cerai). Namun dia ga fokus dan tenang disini. Disini dia berkenalan temen senegaranya, from california kalo ga salah. Casenya sama-sama divorce. Mereka saling berbagi tentang kehidupan mereka di masa lampau. Sampai pada akhirnya JR bertemu gajah liar. SKIP. Tiba-tiba udah naik sepeda di Bali.
Love = Bali
Ketika JR ke tempat Ketut, Ketut lupa akan JR sampai akhirnya JR menunjukkan sebuah gambar pemberian Ketut. Ya, JR tampak berbeda ketika pertama bertemu Ketut dengan keadaan sekarang (agak fresh sih ngeliatnya). Disini JR mulai mengalami pertemuan cinta dengan Felipe. Sampai akhirnya mereka memutuskan menyeberang pulau dengan sebuah kapal, berdua di pulau dengan 400-an burung ^^. I’ll always be there for you.
Ketika di Bali ini, terdapat seorang tokoh ibu (kayaknya masih ada hubungan dengan Ketut). Orangnya kocak dengan ekspresi dingin. Scene textnya ” Wait – SKIP” , ” Wait  a Minute – SKIP “‘ Ini ibu ga ada tampang pemain felemnya sama sekali. Tapi applause deh dengan akting doi yang cukup menghibur di samping akting Wayan ( Crhistin Hakim) sebagi seorang istri yang divorce juga.
Overall, Film ini rate *****
Kalau ada yang mau koment. Silahkan tinggalkan jejak disini ^^b

Beda India dan Indonesia

Saturday, August 7th, 2010

Kalau di India enaknya, dosen-dosen itu bisa dihubungi kapan saja. Kayak Amartya Sen, peraih nobel, kalau mahasiswanya minta diskusi private session, masih dilayanin.

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant