Hidup adalah Ibadah?

Monday, May 30th, 2011

mungkin banyak yang nanya ke gw bahwa ” ris, perasaan blog lo taglinenya Hidup adalah Ibadah, so kenapa sekarang ” just aris weblog ” ” lalalalala. SKIP

sebenarnya urusan ibadah itu urusan lo sama tuhan lo, gw hanya secara ga langsung menyampaikan sisi dakwahnya. Mengapa sekarang taglinenya berubah? sebenarnya di dalam lubuk hati gw masih ingin mempertahankan itu tagline tetapi karna adanya iklan “penis” (re : itu sponsor hosting blog ini) gw kepikiran dong. apakah tidak absurd tagline itu dipertahankan dengan di satu sisi gw pasang itu iklan. Munafik? terserah aja lo mau bilang apa aja. it’s does’t matter for me, intinya lo sebagai cowok lo harus punya pegangan atas segala dasar tindakan lo

begini!!!

jika blog ini mendapatkan hosting, jadi gw bisa nulis selama setahun ke depan dengan bandwitch unlimited so gw bisa buat sesuatu yang berguna buat lo semua, kalo kagak berguna silahkan unsuscribed aja.

pertanyaan yang gw tanya ketika pemasang iklan “penis” (re : no sensor aja, kita udah gede”),

Gw : apakah mas tidak mempunyai iklan yang lain buat dipasang di blog saya?

Sponsor : mas ambil sisi positifnya aja dengan adanya iklan itu, menjaga hubungan keharmonisan rumah tangga, mengurangi perceraian

sangat logis bagi gw, tergantung pribadinya aja melihat visualisasi iklan itu. kalo pada pikir ini blog sampah, ya mau gimana lagi, itu opini lo dan mudah-mudahan itu adalah sesuatu yang benar.

bagi gw, selama apa yang gw yakinin itu benar dan gw mampu mempertanggungjawabkan itu semua, so far it’s me, real world, real action.

*ditulis dengan bahasa lo dan gw karna manusia zaman sekarang udah cocok lagi pake dogma-dogma lama. be creative aja

 

” hidup adalah perjalanan, bukan tujuan akhir dan kita harus yakin masa depan akan berjalan dengan semestinya”

 

 

ditulis di kosan ridho eka putra

semoga allah memudahkan tugas akhirnya

 

 

Hari Aris Sedunia…Arti sebuah Keberadaan

Wednesday, April 29th, 2009

Setelah Melewati Hari Kartini, Hari Bumi, Hari Buku

tanggal 28 April 2008 bertepatan dengan hari kelahirran saya

Selamat Hari Aris Sedunia…

Sedikit Narsis,tapi ini adalah suatu bentuk perhargaan yang sangat sederhana sekali dalam mensyukuri rahmat tuhan terhadap saya, apapun bentuk rahmat itu. Dari segi perkembangan fisik ,tentunya tubuh saya jauh berbeda ketika saya berumur 15 tahun. Kita tidak merasakan pertumbuhan fisik yang begitu  cepatnya. Begitupula perkembangan pola pikir dan mental. Pembentukan itu semua tak lepas dari  campur tangan sang pencipta.

Tak harus mempertanyakan sesuatu yang telah terjadi di masa lalu dan yang kita hadapi di masa yang akan datang. Selama kita yakin bahwa kita yang menentukan keberadaan kita di dunia ini dengan sedikit keberuntungan yang diberikan oleh tuhan. Bukanlah suatu bentuk widiatul wujud yang telah diajarakan oleh Syeh Siti Jenar dan juga sesuatu takdir yang harus kita terima apa adanya tanpa tanpa suatu usaha. Apalagi mempertanyakan usaha yang telah kita lakukan dengan hasil yang kita dapatkan.Pernahkan anda berpikir kenapa setan tidak mau menyembah manusia (red: adam), tuhan adalah zat yang disembah, bukan manusia, perintah tuhan mutlak harus dilakukan oleh mahkluk manapun.Dilema bukan?

Selama kita masih memandang sampah adalah sesuatu hal yang bisa dimanfaatkan kembali dan jikapun adalah sampah dari suatu settingan tuhan untuk orang seperti saya. Meski menjadi kuman sekalipun. Keberadaan itu tetap ada. Terima Kasih Tuhan

Buatlah Hidupku Menjadi Lebih Bermakna Bagi Orang Lain

Jikapun aku menjadi sampah di dunia ini bukan berarti aku tidak diterima di surgamu nanti

Mengejar Mas-Mas ITB

Saturday, December 13th, 2008

Mungkin ada yang mengira judul tulisan ini memiliki kesamaan dengan judul salah satu film nasional. Tak dipungkiri memang penulis memiliki ide menulis naskah ini ketika membayangkan judul dari film tersebut dalam konteks yang berbeda. Ini disesuaikan dengan profesi atau semacamnya dari penulis sendiri yaitu mahasiswa. Syarat calon “menantu” dari ITB

  • IPK >= 3.00 kalo bisa cum laude
  • Aktif di organisasi
  • Memiliki Soft Kompetensi
  • Jujur, Bertanggung Jawab, dan Berdedikasi Tinggi
  • Mudah beradaptasi dan ditempatkan dimana saja

Hahaha…

Kita Sekolah 12 tahun+ Kuliah 4 tahun hanya untuk dapat kerja

Kuliah untuk dapat kerja….

Memang kita disiapkan untuk itu. Apakah output yang dihasilkan dari perguruan tinggi seperti itu.Mungkin saja benar. Kita kuliah 4 tahun lalu kerja ( klo dapat kerja cuy) trus kawin. 3k (kuliah, kerja, kawin)

Kayaknya lucu aja klo sebagian settingan hidup manusia sekarang kayak gitu…

Sepertinya hal seperti ini sudah ada yang menyetingnya

Apakah memang kita mau terus jadi bangsa pekerja…?

Atau itukah jalan hidup yang harus dilalui

“Rezeki memang ditangan Tuhan, Tapi klo kita tidak mengambilnya maka rezeki tersebut akan terus ada di tangan Tuhan”

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant