Galeri Bendungan Indonesia

Thursday, February 20th, 2020
Gambar: Galeri Bendungan Indonesia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Tanggal 28 November 2019, Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (red: Kementerian PUPR), Ir. Basuki Hadimuljono, M.Sc. Ph.D didampingi oleh Dirjen Sumber Daya Air (red: SDA) Kementerian PUPR, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng., melakukan peresmian Galeri Bendungan Indonesia yang berada di lantai 1 Gedung Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran eselon I dan Insan PUPR lainnya.

Galeri Bendungan Indonesia merupakan museum bendungan Indonesia yang berisikan dokumentasi berupa foto dan peralatan pembangunan bendungan-bendungan di Indonesia, batu-bantuan yang mengindikasikan kondisi geologi bendungan-bendungan Indonesia dan ruang pemantauan bendungan yang dapat memonitor seluruh bendungan yang ada di Indonesia.

Harapannya, galeri ini dapat menjadi milestone pembangunan bendungan Indonesia dan menjadi sarana edukasi bagi para pengunjung, baik ASN Kementerian PUPR, engineer, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Gambar: Saat berkunjung ke Galeri Bendungan Indonesia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kelompok Spillway, Kelompok Terbaik Pelatihan Pengawasan Mutu Pelaksanaan Pekerjaan Bendungan, Makassar

Sunday, February 9th, 2020
Kelompok III – Spillway berfoto ria di Bangunan Pelimpah Bendungan Karalloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Kelompok III – Spillway presentasi dengan penyaji terbaik Saudara Gantar Candrayana (his out of from this frame :))

Kelompok III – Spillway menjadi kelompok terbaik seminar Pelatihan Pengawasan Mutu Pelaksanaan Pekerjaan Bendungan . Alhamdulillah 🙂

Berikut foto-foto kegiatan lainnya:

Untuk bahan paparan presentasi kami, dapat diunduh di: link berikut

Terima kasih

aris – aris.itb@gmail.com

Penyaji Seminar Nasional Bendungan Besar 2019

Tuesday, December 24th, 2019

Setelah beberapa lama gagal posting tulisan ini dikarenakan tidak bisa upload gambar (terkadang gambar bisa bercerita banyak hal secara visual dibandingkan sekadar tulisan saja), kali ini Saya mencoba posting tulisan secara ‘text‘ saja.

Gambar : Penyaji Seminar Nasional Bendungan Besar 2019, Makassar

Menjadi Penyaji pada Seminar Nasional Bendungan Besar 2019 adalah pengalaman pertama Saya sebagai Penyaji pada event tersebut, pengalaman yang menarik dan menambah value pada hidup Saya, mulai dari menulis, mengatur jadwal, teknik presentasi dan pengalaman hidup lainnya. Paper Saya ini terpilih, 1 dari 36 paper terpilih, dan dipresentasikan pada tanggal 04 Oktober 2019 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Semoga kedepannya bisa tampil lagi sebagai Penyaji pada event yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar (KNIBB) ini ya. Aamiin.

Link paper Saya: Paper Bendungan

Semoga papernya bermanfaat ya 🙂

Jika ada saran dan masukan bisa via email aris.itb@gmail.com

Belajar Teknik Sipil dari Berang-Berang

Sunday, May 9th, 2010

VIVAnews – Hewan berang-berang memiliki kebiasaan membuat bendungan kecil untuk rumahnya. Di Kanada, ini mungkin satu-satunya bendungan terbesar di dunia yang pernah diciptakan hewan pengerat itu.

Seperti dilansir Vancouversun.com, Jumat 7 Mei 2010, pada awalnya bendungan ‘raksasa’ ini tidak akan pernah diketahui oleh manusia.

Tapi tiba-tiba, seorang ilmuwan melihat titik aneh dalam citra satelit yang dipancarkan dari angkasa di lokasi itu. Bendungan itu dibangun di lokasi yang subur dan terpencil.

Tepatnya di Taman Nasional Wood Buffalo. Lokasinya ‘terselip’ di kaki Pegunungan Alberta Birch, Kanada. Di sana, beberapa generasi secara turun-temurun dari kelompok berang-berang bekerja selama beberapa dekade.

Hasilnya menakjubkan. Tercipta satu bendungan dengan panjang sekitar 850 meter, ini lebih panjang dari delapan lapangan sepakbola.

Diperkirakan, kelompok berang-berang ini telah membangun bendungan raksasa itu selama sekitar 35 tahun. Atau kira-kira 15 tahun lagi waktu yang dibutuhkan untuk membangun Taj Mahal, salah satu tujuh keajaiban dunia.

Saat ini, kelompok berang-berang itu masih melakukan pembangunan. Bahkan, bendungan yang dibangun sudah menyatu dengan lokasi sekitar. Ilmuwan yang menemukan bendungan ini luar biasa takjub.

“Ini benar-benar besar,” kata Peter Busher, Profesor Ilmu Alam dari Boston University.

Tidak ada bendungan berang-berang yang panjangnya lebih dari 100 meter. “Ini merupakan satu kesatuan dari ‘sabuk berang-berang’ yang membentang dari Taman Nasional Riding Mountain sampai Birch Mountain,” kata pria yang telah mempelajari berang-berang selama 35 tahun. (jon)

sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20100506/twl-bendungan-berang-berang-8-kali-lapan-cfafc46.html

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant