Bendungan Gintung, Dari Situ Menjadi Bendungan

Friday, March 20th, 2020
Gambar: Akses menuju Bendungan Gintung

Bendungan Gintung awalnya berupa situ, dibangun pada tahun 1933 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Setelah tahun 2009 hingga saat ini, statusnya menjadi bendungan, sesuai dengan kriteria bendungan. Bendungan ini terletak di tengah kota, Kota Tangerang Selatan, Banten, dan saat ini menjadi satu-satunya bendungan yang dikelola oleh UPB Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (Bendungan Kering Ciawi & Sukamahi on progress).

Visualisasi & informasi lengkap sila berkunjung ke channel youtube Aris Rinaldi [https://www.youtube.com/user/arisrinaldi/] dan Joko Mulyono [ https://www.youtube.com/channel/UC37CHofWVyDaeh_m42u_KVA/ ].

Artikel Bendungan Gintung lainnya:
1. Bendungan Gintung, Bincang Singkat Bersama Saksi Hidup: http://arishms.com/2020/03/bendungan-gintung-bincang-singkat-bersama-saksi-hidup/

Selamat menikmati, semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Tangerang Selatan, 18 Maret 2020.

Bendungan Gintung, Bincang Singkat bersama Saksi Hidup

Thursday, March 19th, 2020
Gambar 1: Bincang Singkat Bersama Saksi Hidup Keruntuhan Bendungan Gintung

Bendungan Gintung awalnya berupa situ, dibangun pada tahun 1933 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Tahun 2009, Bendungan Gintung mengalami keruntuhan sehingga pada tahun 2010 dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Bendungan Gintung dibangun di aliran Sungai Pesanggrahan, Kampung Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Kisah Bendungan Gintung dapat disimak visualisasi dan informasinya via https://www.youtube.com/watch?v=BnGMRq-JIkk , bincang singkat bersama Saksi Hidup keruntuhan Bendungan Gintung, Mas Tommy (Petugas UPB BBWS Ciliwung Cisadane) dan Pak Ismed (Petugas Keamanan Bendungan Gintung).

Selamat menikmati, semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Tangerang Selatan, 18 Maret 2020.

Diskusi Bendungan dengan KLHK

Wednesday, February 26th, 2020
Gambar 1: Suasana Diskusi Bendungan dengan KLHK

Hal menyenangkan saat berdiskusi dengan KLHK ialah #hidrogeologi. Studi ini penting dalam pengelolaan Bendungan Limbah Tambang (Tailing Storage Facility/Dam Tailing) untuk mengetahui potensi pencemaran air tanah, di lain hal untuk mengetahui potensi rembesan (salah satu aspek keamanan bendungan). Pemantauan air tanah dapat dilakukan dengan menggunakan sumur pantau (observation well). 

#bendungan #dam #bendunganlimbahtambang #damtailing #arisandroo

Challenges Accepted, Menjadi Tim Kontributor dan Pengelola Publikasi, Data, dan Informasi Bendungan, Balai Bendungan

Sunday, February 16th, 2020
Gambar 1: SK Tim Publikasi, Data, dan Informasi Bidang Bendungan Balai Bendungan

Mendapatkan dua tantangan baru, yaitu sebagai:
1. Reporter dan Pembuat Artikel: yang bertugas melakukan peliputan dan pelaporan berita di lapangan khususnya di masing-masing Satker di lingkungan Balai Bendungan (baik merupakan naskah tulisan ataupun multimedia, melalui media cetak maupun Website Balai Bendungan).

2. Pengelola Pelayanan: yang bertugas mengelola dan mengedalikan transaksi data dan posting bahan publikasi pada halaman web dan media sosial Balai Bendungan.

Semoga amanah! memberikan kontribusi positif bidang Bendungan di Indonesia. Aamiin.

Silahkan berkunjung ke link di bawah ini ya. Thanks

Gambar 2: Social Media Balai Bendungan

Story of Book Works #1 : Tukeran Buku

Saturday, March 23rd, 2019
Gambar 1: Buku Hidrogeologi Pertanian di Singapore

Konon dalam sebuah konvensi dunia, saat ini yang dibutuhkan untuk sukses ada dua: produktivitas dan narsisitas. Era media sosial membuat semuanya terbuka, ujung jarum yang jatuh di Antartika dapat terdengar hingga pelosok desa di Indonesia. Hiperbolisnya seperti itu.

Saya kagum dengan karya yang dibuat oleh Aris Rinaldi. Menurut SDD, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Sehebat apapun kita, jika tidak menulis maka akan hilang oleh sejarah. Buku Hidrogeologi Pertanian ini ditulis berdasarkan perenungan yang mendalam, mengkombinasikan pengetahuan di teori kelas hingga keadaan praktikal di lapangan. Bagaimana Hukum Darcy menjadi aspek fundamental dari keilmuan hidrogeologi dan topik pertanian adalah tema yang tak lekang oleh zaman karena Indonesia meski begitu tetap dikenal sebagai negara agraria.

Saat landing dari pesawat dari Bali setelah persiapan pengeboran, saya langsung menuju Gedung Dhanapala, mengambil buku Hidrogeologi Pertanian. Kami bertukar karya. Saya membalas dengan Bandung Patah (an). Dalam dunia berkarya, apresiasi adalah hal penting dalam menumbuhkembangkan karya-karya berikutnya. Apresiasi bisa dalam bentuk pujian maupun masukan/kritikan untuk karya yang lebih baik.

Saat selanjutnya, keesokan hari saya terbang ke Singapura untuk acara pernikahan teman. Sepanjang perjalanan saat di Kereta Bandara, MRT, dan bus saya habiskan waktu dengan membaca apa yang telah dikaryakan dalam Hidrogeologi Pertanian. Tidak banyak yang bisa menulis dengan baik, runut, dan menggugah rasa penasaran orang terhadap keilmuan hideogeologi serta kaitannya dengan bidang pertanian.

Saya sangat menikmati membaca Hidrogeologi Pertanian. Semoga anak muda Indonesia banyak berkarya dengan menulis buku yang memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.

Salam Berkarya,

Merlion Park (SG), 17 Maret 2019

Link Asli: Facebook Jamil Misbah

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant