Calon Pengantin di Aceh Harus Bersertifikasi

Saturday, December 11th, 2010

BANDA ACEH–MICOM: Semua calon pengantin di Kota Banda Aceh kini wajib mempunyai sertifikasi penilaian layak menikah sebelum mereka resmi menikah. Sertifikasi tersebut bisa didapatkan calon pengantin dengan mengikuti kursus pranikah yang diselenggarakan Kantor Kementrian Agama Kota Banda Aceh.

“Pendidikan pranikah ini menjadi sangat penting sebagai bekal bagi calon pengantin untuk menjalani kehidupan yang baru,” Kata Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Banda Aceh Aiyub Ahmad saat memberikan materi manajemen rumah tangga bagi para calon pengantin di Banda Aceh, Kamis (9/12).

Dalam kesempatan itu sebanyak 150 orang calon pengantin di Kota Banda Aceh turut mengikuti program kursus tersebut.

“Mereka akan menjalani kehidupan yang berbeda dari sebelumnya, kalau dulu sendiri, sekarang berdua bahkan lebih, jadi perlu kesiapan mental dan psikologis. Menikah bukan hanya didorong oleh keinginan dan nafsu tapi lebih mengutamakan nilai ibadahnya,” jelasnya.

Senada dengan Aiyub, Kepala BKKBN Aceh Nasrullah Jakfar MA mengatakan, tujuan sertifikasi tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan prilaku positif calon pengantin dalam membangun bahtera rumah tangga, baik secara agama maupun kesehatan.

“Jika tidak mengikuti sertifikasi, calon pengantin tidak bisa menjalani pernikahan, sedangkan yang ikut sertifikasi, nantinya akan diberi sertifikat setelah mengikuti kursus singkat tersebut,” jelas Nasrullah.

Seorang peserta kursus pranikah, Harni (28), warga Kabupaten Aceh Tengah bersama pasangannya Khairil (30), yang akan menikah 14 Desember 2010 mengatakan senang mengikuti pendidikan pranikah tersebut, meskipun keduanya tidak mendapat fasilitas khusus, karena keduanya adalah pasangan cacat tuna netra.

“Fasilitas khusus maksudnya adalah buku saku dan lembar ujian post test dengan huruf braile, jadi kami tidak bisa membaca buku saku yang diberikan, tapi tidak mengapa karena sudah mengikuti penyajian materi dari para narasumber yang ada,” ujar Harni.

Untuk program tersebut BKKBN Aceh diberi anggaran sebesar Rp500 juta oleh Pemerintah Aceh yang dananya bersumber dari APBA 2010. “Dana tersebut diperuntukkan kepada 1.000 calon pengantin atau yang sering disebut calon “linto” (mempelai laki-laki) dan “dara baro” (mempelai wanita) atau calinda. Sementara, di Aceh ada 25.000 calinda yang menikah setiap tahunnya,” terang Nasrullah.(Ant/pj/OL-04)

sumber : klik ini

Es Timun Serut

Friday, August 20th, 2010

Es timun serut dengan tambahn sirup cap patung. Lezaaaaaaaaat.

Es timun serut merupakan jenis minuman yang dikombinasikan antara timun yang diserut ( ada juga yang diparut) dengan campuran sirup. Biasanya dapat dijumpai pada restoran maupun cafe-cafe dari aceh sebagai pendamping masakan aceh seperti mie aceh maupun nasi gurih. Harga : + 7000, mungkin bisa lebih murah, tergantung tempat makannya. ^^b

Ancient Tomb From Aceh

Friday, May 28th, 2010

the ancient tomb….

sebuah batu nisan kuno yang terbenam di dalam tanah. dilihat dari bentuk dan tipenya, batu nisan ini merupakan batu nisan milik petinggi atau pejabat di kesultanan Aceh zaman dahulu.

Lokasi : Ujong Pancu

Fotographer : Adrian Yyen

IMMAM Cabang Aceh…

Wednesday, December 31st, 2008

Niat ini sudah lama timbul…hal ini dikarenakan potensi mahasiswa/mahasiswi  medan di aceh sangat banyak, sehingga perlu suatu wadah sosial yang dapat mengumpulkan mereka yang berlandaskan muslim. Saya melakukan contact dengan teman saya yang berada di aceh untuk mendiskusikan  agenda pembentukan IMMAM cabang Aceh. Saya sudah lama memikirkan hal ini, jauh sebelum menjadi wakil ketua IMMAM 2008. Dari hasil diskusi melalui YM didapat hasil yang positif bahwa dimungkinkan adanya suatu ikatan kekeluargaan muslim Medan di Aceh yang masih terikat sama IMMAM di Jawa. Untuk realisasinya  Penanggung Jawab IMMAM di Aceh menjadi tanggung jawab langsung Wakil Ketua yang telah direstui oleh Ketua IMMAM, Yudi Lesmana, Tambang ITB’ 06. Mungkin dalam waktu dekat ini penanggung jawab IMMAM  di Aceh akan mendiskusikan hal ini  dengan teman-teman terdekat yang nantinya akan menjadi cikal bakal IMMAM di Aceh.

Tunjukkan Kontribusi IMMAM untuk Kota Medan

AMIN

Lambang UKA ITB

Sunday, December 7th, 2008

uka

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant