Destinasi Masjid Hopping di Aceh

Thursday, January 5th, 2017


“Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dinobatkan sebagai Travellers’ Choice 2016 versi @tripadvisor ”

Pada ajang World Halal Tourism Awards 2016, Aceh didaulat sebagai World’s Best Halal Cultural Destination. Penghargaan tersebut cukup berasalan mengingat #Aceh memiliki budaya yang kental dengan nuansa Islamnya. Sebagai daerah tujuan budaya halal terbaik dunia, saya merekomendasikan “masjid hopping” sebagai wisata religi di daerah yang terkenal dengan sebutan Serambi Mekah ini, berikut destinasi masjid hopping versi saya :

Salah satu sudut Masjid Raya Baiturrahman

1. Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Masjid ini memiliki sejarah yang sangat panjang, dari zaman Kerajaan Aceh hingga bertahan dari tragedi dahsyat, tsunami di tahnu 2004. Masjid ini memilki bentuk struktural & arsitektural yang indah. Saat ini, Masjid ini dalam tahap renovasi, semoga saja tidak menghilangkan bentuk keindahan & nilai sejarahnya.

Suasana Salat Jumat di Masjid Agung Al Makmur ‘Oman’

2. Masjid Agung Al Makmur
Masjid Agung Al Makmur dikenal juga dengan sebutan Masjid Oman. Hal ini dikarenakan biaya pembangunannya dibiayai oleh Kesultanan Oman. Masjid ini merupakan salah satu destinasi masjid hopping Saya selama di Banda Aceh, suasana salat jumat di masjid ini sangat khusyuk & ramai.

Sisa Peninggalan Tsunami Di Masjid Rahmatullah Lampuuk

3. Masjid Rahmatullah Lampuuk
Masjid Rahmatullah merupakan situs besejarah untuk mengenang tragedi tsunami 26 Desember 2004. Selepas kejadian tsunami tersebut, seluruh bangunan rumah & perkampungan penduduk sekitar rata dengan tanah & hanya menyisakan Masjid Rahmatullah. Saat ini, masjid ini telah direnovasi dengan bantuan masyarakat & pemerintah Turki. Bagian dalam masjid terdapat tiang masjid yang rusak akibat tsunami, yang sengaja dibiarkan sebagai bukti nyata dahsyatnya peristiwa tsunami Aceh di tahun 2004.

4. Masjid Baitul Musyahadah
Masjid Baitul Musyahadah/Masjid Teuku Umar merupakan masjid yang memiliki keunikan tersendiri. Masjid ini memiliki kubah yang unik, bebentuk ‘peci’ khas peci/kopiah Pahlawan Nasional Teuku Umar.

Melaksanakan Solat Magrib di Masjid Terbersih dan Paling Tertib di Banda Aceh, Lamgugob

5. Masjid Lamgugob
Masjid Lamgugob/Masjid Syuhada merupakan masjid yang megah di Gampong Lamgugob, Kecamatan Syah Kuala. Masjid ini ditetapkan sebagai masjid yang paling bersih dan paling tertib di Kota Banda Aceh.

Masjid hopping menjadi daya tarik saya sendiri baik ketika travelling di dalam maupun luar negeri. Sekian destinasi masjid hopping saya di Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

find more my article reviews on TripAdvisor | via @arishms | ig : arisandroo

email : aris.itb@gmail.com

Gelar Budaya Aceh 2012

Sunday, December 25th, 2011

Pre-Event

Pra event merupakan acara awal yang merupakan salah saturangkaian kegiatan dari Gelar Budaya Aceh 2012. Secara garisbesar, acara ini bertujuan untuk mensuasanakan keberlangsungan Gelar Budaya Aceh 2012 bagi massa kampus Institut Teknologi Bandung. Sementara secara teknisnya, Pra Event ini akan dibuat sebagai wahana kencan masyarakat Bandung dengan budaya Aceh. Acara pra event yang akan dilaksanakan adalah pelatihan tari Ratoh Duek bagi seluruh mayarakat Bandung pada umumnya dan masyarakat ITB pada khususnya.Pelatihan tari Ratoh Duek ini akan berlangsung selama satu bulan. Peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan baju tari. Selain itu, semangat pemahaman akar budaya yang terlahir dari perkenalan antar budaya akan didapatkan dalam pra event ini.

Pelatihan : 1-29 Februari 2012
Penampilan : Jumat, 2 Maret 2012

Pameran Budaya

Pameran budaya merupakan acara yang menampilkan ragam kebudayaan Aceh yang disajikan dalam stand-stand serta penampilan tarian para peserta yang telah berlatih selama praevent. Kebudayaan yang akan dipamerkan meliputi artefak kebudayaan, kostum, kuliner, tarian serta produk kebudayaan Aceh
lainnya. Tujuan dari pameran ini sendiri ialah untuk memperkenalkan sekaligus menyegarkan kembali ingatan kita semua mengenai kebudayaan Aceh dan produk dari kebudayaan Aceh itu sendiri. Tujuan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa
erosi kebudayaan Aceh sedang terjadi, baik disadari maupuntidak disadari. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa erosi kebudayaanmerupakan sebuah kemajuan sekaligus kemunduran bagi peradaban. Sebagaimana yang kita ketahui juga bahwa erosi kebudayaan merupakan fenomena yang tidak dapat dicegah, maka yang dapat kita lakukan hanyalah memperlambat proses erosi tersebut dengan pembentukan kesadaran bahwa erosi kebudayaan adalah benar sedang terjadi. Semangat pembentukan kesadaran kondisi kebudayaan akan memenuhi setiap sudut ruang pameran ini.

Waktu : Jumat, 2 Maret 2012

Pagelaran

Pagelaran yang menjadi puncak dari rangkaian acara GelarBudaya Aceh 2012 akan membabar sebuah kisah perjuangan Cut Nyak Dhien yang akan mewakilkan semangat Aceh. Pembabaran kisah ini akan dikemas dalam pertunjukan drama tari yang akan menuntun para pemirsa ke dalam sebuah semangat yang mengagumkan. Dalam pengemasan kisah ini, Gela Budaya Aceh 2012 akan berkolaborasi dengan beberapa unit seni budaya ITB maupun sanggar kebudayaan lainnya. Kolaborasi indah tersebut bertujuan untuk mendapatkan sebuah kisah yang utuh dan mengagumkan dari kisah semangat Aceh itu sendiri. Sementara drama dan tari terus berkutat di atas panggung, hikayat Aceh akan menjadi nyanyian megah sekaligus hening yang akan menemani hadirin dalam pencapaian klimaks cerita.
Tujuan dari pagelaran ini untuk menanamkan sebuah semangat berkebudayaan Aceh yang tiada mati ke dalam pikiran tiap hadirin. Semangat akan menjadi buah tanganyang mengakhiri Gelar Budaya Aceh 2012.

Waktu : Sabtu, 3 Maret 2012

 source link : http://uka.itb.ac.id/gba2012/event.html

Laut Biru Sabang

Wednesday, August 3rd, 2011

Lokasi : Sabang, Aceh

fotographer by adrian.yyen

Mahasiswa Aceh Gemparkan Taiwan dengan Saman

Saturday, March 26th, 2011

Mahasiswa Aceh yang kini melanjutkan pendidikan di Taiwan menampilkan Tari Saman pada acara “The Second Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan” di Asia University, Taiwan, Sabtu (19/3) pekan lalu. FOTO/IST

FYI : yang main rapai itu namanya Zulfahmi Anwar, almuni unit kebudayaan aceh ITB. cekiprit

[26 DESEMBER 6 tahun yang lalu..]

Tuesday, December 28th, 2010

Masih sangat jelas dalam ingatan saya, setiap detil kejadian pada hari itu, hari yang sangat kelam, INDONESIA, khusus nya Aceh di timpa bencana yang maha dashyat.
Hari itu. 26 desember 2004

Pukul 08.00 (JL.A.R hakim gang kolam no.59, MEDAN)
Saya tersentak bangun karena abang saya yang sedang main PS tiba2 ngomel
“de, jangan goyang-goyang lah, aku lagi main ni”
Saya bingung, jarak tempat tidur ke posisi dia ga memungkinkan buat merasakan goncangan yang saya buat dan saya juga tidak merasa telah membuat goncangan.
Dan tiba-tiba..
Orang tua saya berteriak dari luar.”GEMPA-GEMPA!!”
Secara spontan kita berdua lari keluar rumah.
Gempa pada saat itu lumayan lama dan kuat.( Saya lupa berapa skala ritcher).

Pukul 10.00
Setelah gempa itu saya segera packing untuk berlibur ke Aceh. Saat itu ayah saya masih menjadi salah satu karyawan perusahaan swasta di lhokseumawe,Aceh. Jadi sering PP Aceh-medan.
Setelah selesai berkemas, saya, ayah dan adik saya menuju terminal sedangkan abang dan ibu saya stay di medan. Sesampainya di terminal, supir beserta orang2 yang ada disana keliatan panic, katanya Aceh banjir, jadi tidak bisa menempuh perjalanan kesana. Namun setengah jam kemudian, tiba2 semua nya berubah dan perjalanan tetap di teruskan.

pukul 11.00
Bus berangkat menuju Aceh, waktu itu saya masih duduk di kelas 2 SMP dan adik saya masih duduk di kelas 2 SD. Awal perjalanan terasa biasa saja, namun di suatu daerah(saya lupa nama daerah nya). Saya melihat rumah-rumah hancur, kondisi daerah itu berantakan dan saya melihat sebuah Mesjid yang berdiri kokoh dan didalam nya banyak orang yang berlindung, banyak yang sholat dan berdoa.
Dan bus kami tumpangi mulai mengurangi kecepatan, karena kawasan itu sedang kacau, banyak orang yang naik ke bus untuk meminta sumbangan. Sesungguh nya waktu itu saya belum tau apa yang sebenarnya terjadi.

pukul 15.00
Setelah melewati kawasan itu, tiba2 bus yang kami tumpangi mogok!!
Ternyata bus mengalami kerusakan dan tidak dapat beroperasi sampai tujuan. Seisi bus terpaksa keluar dan menunggu bus selanjut nya datang.

pukul 18.00 (komplek perumahan PT.AAF)
Setelah menumpangi bus yang kedua kami (saya, adik dan ayah saya) akhirnya sampai di tempat tujuan.
Tapi. Lagi-lagi kami kurang beruntung, komplek Perumahan saat itu dalam keadaan Gelap gulita, tidak ada penerangan satu pun. Tidak ada kendaraan yang beroperasi saat itu serta tidak ada sinyal sama sekali.
Ayah pun bingung dan Akhirnya kami ber-3 menuju mes dengan jalan kaki.

pukul 21.00
Sampai di mes Kompleks. Hanya ada beberapa temen ayah disana. Keadaan masih tanpa listrik dan tanpa sinyal. Dan ayah menyuruh kami untuk istirahat.

Keesokan Harinya
Di semua siaran TV menyiarkan tentang apa yang terjadi kemarin di Bumi Serambi Mekkah.
Astaghfirullah, ayah dan teman2 tidak berkedip melihat apa yang siarkan TV. Telah terjadi Bencana Tsunami di Bumi serambi mekkah yang menewaskan ratusan ribu orang, serta korban hilang yang tak terhitung banyaknya. Begitu kira-kira yang disampaikan oleh reporter disalah satu station TV swasta.
Dan kami baru sadar, gempa yang kami rasakan di Medan kemarin adalah dampak dari gempa yang dirasakan di Aceh yang mengakibatkan terjadinya Bencana Tsunami.
Ketika ada sinyal, serbuan SMS dan pesan Veronica masuk ke HP ayah saya, tidak lain itu sebagian besar pesan teks dan pesan suara dari ibu saya di Medan yang sangat mengkhawatirkan kami, ternyata berita tentang Bencana itu telah di siarkan dari kemarin. Sebagian lainnya dari saudara-saudara dan teman-teman ayah, yang isi nya hampir sama, menanyakan tentang bagaimana keadaan kami.

Dan dalam sekejap,
Aceh, my chillhood town, telah berubah, semua rata dengan tanah, tak ada lagi keindahan, tak ada lagi kegembiraan dari warga aceh. Semua berubah 180 derajat.
Astaghfirullah’al azim..

Tiga hari saya berada di Aceh sebelum akhirnya pulang kembali ke Medan, banyak hal yang saya lihat, banyak pelajaran yang saya petik, banyak pengalaman yang saya dapat.

*dari kejadian ini, MARILAH KITA MENGENANG, MERENUNG SEJENAK, DAN SEGERA MEMPERBAIKI DIRI MENJADI HAMBA-NYA YANG JAUH LEBIH BAIK*

Penulis : Ade Sandria( Statistika Unpad 2009, Adik Saya)

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant