Archive for the ‘Resensi Buku’ Category

[Review] Hidup Itu Indah

Saturday, July 2nd, 2011 |


Kumpulan komik berikut opini karya Aji Prasetyo ini cukup menarik untuk dilihat mungkin dibaca. Perpaduan pesan moral, politik dan gambar komiknya pas mantap . Satu hal yang berkesan bagi saya adalah

Lek2, indeks  Hongkong sedang lesu [wkwkwkwk]

tkp : http://klewang.multiply.com/

 

*lagi males review lama2 | download the cranberries

[Review] The Journeys

Sunday, June 5th, 2011 |

Buku : The Journeys (penulisnya ramee :p)

resensi :
Grenada, Alhambra, Cordoba, Andalusia, Sun Moon Lake Korea, Esplanade Singapura! Arrivo!!
Capek juga ikut berkhayal mengikuti perjalanan 11 orang pencerita yg ditulis dalam “The Journey” ke berbagai tempat di berbagai belahan dunia. Cerita perjalanan yang ditulis dengan riang dan senang membuat aktivitas membaca buku “The journey” serasa menyenangkan! serasa bisa menyentuh langsung dinding Bangunan Abad pertengahan di Andalusia, ikutan duduk di pinggiran sungai Reuss di kota Lucerne – Swiss sambil ngasi makan angsa-angsa, atau mencium wewangian teh hijau di cafe2 pinggiran Sun moon Lake di korea…

Perjalanan dan melakukan nya mampu meledakkan dua dunia sekaligus! dunia diluar kita dan dunia dalam diri kita..peta dunia persis seperti kita main Game RPG..kalo kita berdiri di satu tempat saja, maka peta dunia kita hanya sebesar itu2 saja..tp kalo kita keluar dan melakukan perjalanan maka semakin besar pula peta dunia kita..banyak hal baru yang dapat membuat kita terkagum2, tertawa terbahak2 bahkan menangis tersedu2 u hal2 baru yg kita temui di luar sana…

Over All..buku “the Journey” masuk dalam kategori patut baca dan recommended u punya!!=) apalagiii…buku2 Gagas Media disc 30% ampe akhir mei!! makin recommended dee….:)

 

review by : ridhaOMZfahmi

[Review] Bahagia Sekarang By Andrew Matthews

Monday, May 30th, 2011 |

Sebenarnya saya ga nulis reviewnya, tapi kata pengantar yang ditulis si Andrew Matthews untuk istrinya dan menurut saya itu sangat romantis sekali.

untuk Julie

Untuk istriku yang berharga sekaligus yang menerbitkan bukuku- sekali lagi terima kasih!

Terima kasih karena kecemerlanganmu dalam mengelola perusahaan penerbitan kita.

Terima kasih karena sehari-hari dan malam-malam panjang yang tiada habis-habisnya yang kamu habiskan di telpon dengan bagian lain dunia, menjadikan segalanya terjadi. Dengan energi, gairah, dan keberanianmu, kamu melakukan berbagai hal yang tidak mungkin dilakukan siapapun juga!

Terima kasih karena hikmat dan bimbingamu.

Terima kasih karena merelakan kariermu yang cemerlang demi membawa buku-buku ini kepada dunia.

Itu kata pengantar saya tulis ulang, keren aja. Karena saya belum menikah, saya tidak bisa membandingkan dengan kehidupan yang saya jalani. Tetapi, apa yang tersirat dalam kata pengantar itu adalah dia mampu menguntai sedemikin kata yang begitu menarik untuk dibaca oleh sang istri. Kalo saya jadi istrinya, itu hal yang cukup mengesankan untuk dikenang!!!

Dalam perjalananan dan kesuksesan seorang pria, ada 2 wanita dibelakangnya, seorang ibu dan seorang istri. Bukan hanya karna paras dan harga, tetapi dialah yang mampu mendampingi kamu sebagi pria disaat suka dan  duka. Always hope, semoga saja saya bisa mendapatkan istri seperti itu ^^v

ditulis dikosan ridho eka putra

ketika dia sedang tidur

[Resensi] La Tahzan By Eka Juniawan

Wednesday, May 18th, 2011 |

buku : La Tahzan | Jangan Bersedih
resensi :
Buku karangan Dr. ‘Aidh al-Qarni ini membahas tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan dan rasa optimis, tanpa perlu terlalu larut dengan kesedihan yang dihadapi, berbeda dengan buku motivasi lainnya seperti 7 habits ataupun chicken soup yang lebih membahas ke arah duniawi, La Tahzan sangat padat dengan nuansa rabbani tanpa mengesampingkan sisi-sisi duniawi.

Jangan bersedih ! begitulah ajakan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam buku ini. Bersedih tidak akan mengembalikan apapun yang telah terjadi bahkan akan menghambat kita dalam mencapai masa depan yang lebih baik.

“Tidak sepantasnya kita bersedih sementara Allah sangat baik terhadap kita.”
(resensi oleh : Eka Juniawan)

Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan (Cicitan Harimau Pidi Baiq)

Saturday, March 5th, 2011 |

drunken marmut

by Pidi Baiq
“Pokoknya besok harus dibuang”.

“Iya”.

“Tidak ada alasan!”.

“Marmut kan gak tahu kalau itu taman” kata saya membela diri.

“Pemiliknya kan tahu” kata dia.

“Allah memang maha tahu”. Saya langsung suka pada momen dialog yang membahas ketuhanan seperti ini.

“Allah apa?” dia tanya.

“Sang Maha Pemilik?”.

“Apa? Bukan Allah!” katanya. “Yang beli marmutnya”.

“Oh”.

“Yang beli marmutnya kan tahu”.

”Seseorang yang sederhana, baik, dan pengertian. Tapi kadang-kadang orangnya rada aneh tapi unik. Kalau mau ngasih sesuatu suka lupa. Ngasih poster atau kaset sampai sekarang juga belim juga ngasih.” – Heru Khaerudin, Office Boy – P Project

”Si Bang Pidi orangnya per (fair/Red.). Gak mudah tersinggung, bisa mengambil hati orang, mudah banyak kalir (karir?Red.). Sama orang kecil disamakan. Saya salut dengan kepribadiannya.(Subhanallah/Red.).” –Ibu Marna, Pemilik Kios Rokok

“Bos Pidi seniman. Kalo ngomong ngaco karena seniman. Gak ngerti!” –Dayat, Bodyguard Penulis.

“Paling sukanya asin cumi sama sambal. Kalau sedang di rumah suka nyuruh anak-anak shalat. Waktu masih pacaran ke rumah bawanya bala-bala sama kerupuk, deh.” –Amih Nina, Ibu Mertua

”Kenapa jadi pada ngomentarin penulisnya, bukan bukunya.” –Rosi, Istri Penulis

Ref Link : http://www.goodreads.com/book/show/6782915-drunken-marmut

 

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant