Archive for the ‘Bola Indo’ Category

Twittermu, Haraimaumu | Admin Mirip Kaka

Monday, December 17th, 2012 |

admin mirip kaka

 

Para twitterland sebenarnya udah pada tau dengan gaya ngetweet para admin @my_supersoccer. Tidak disarankan untuk para follower yang belum cukup dewasa menyikapi tweetan mereka. Namun sore itu, 16/12/2012, blunder fatal terjadi. Salah satu admin ( re : inisial pada gambar diatas ) terkesan mengolok-olok tim lokal, sebut saja Persib yang nyatanya kalah lawan Persisam Samarinda dalam laga semifinal inter island cup, 2-0.

Persetan dengan tulisan sang admin, jika kita berkunjung ke situs-situs sepakbola pun sepertinya caci maki antar fans klub itu sudah terbiasa silahkan saja cek goal.com indonesia ataupun situs sejenis, bahkan komentar yang ada jauh lebih “sadis” dari tweetan sang admin, tanpa ada moderasi!

Casenya, akun @my_supersoccer adalah akun kormesial publik dan persib memiliki pendukung fanatik. Semoga kita semakin dewasa menyikapi hal-hal seperti ini. Salam Damai!

[AFF CUP] Indonesia 2-2 Laos, Semangat Garuda!

Monday, November 26th, 2012 |

Sepertinya ketakutan itu terjadi juga, Indonesia dengan susah payah ditahan imbang 2-2 oleh tim semenjana Laos. Jadi teringat, ketika saya masih SLTP di Kota Medan, menyaksikan kekalahan timnas U17 Indonesia vs Laos, meskipun hanya 1-0 di level junior. Saya yakin mereka sudah berusaha sangat baik dan bagi beberapa anggota team ini ada pertandingan akbar pertama mereka. Gugup dan jauh dari kesan hebat.

Sebagai pendukung Timnas yang hanya bisa menyaksikan di layar kaca, semoga ini tidak menyurutkan langkah para punggawa Garuda. Dengan hasil Singapura 3-0 Malaysia, peluang Indonesia cukup besar, realistis di runner up Grup B. Semoga Jaya!!!

“Jika kalian tidak menerima saat kami kalah, maka jangan lagi bersorak saat kami menang !” (Javier Zanetti)

Semoga Indonesia Jaya di AFF 2012

Saturday, November 24th, 2012 |

Setelah melihat live report piala AFF Grup A, sepertinya kekuatan sepak bola di Asia Tenggara sudah mulai merata. Tim-tim yang biasanya menjadi jadi lumbung goal justru merepotkan tim sekelas Vietnam dan Thailand. Vietnam 1-1 Myanmar dan Thailand hanya menang 2-1 atas Filiphina. Indonesia harus waspada, mengingat lawan tanding di Grup B tak kalah kelas, cuma laos yang bisa dianggap lemah sedangkan Malaysia dan Singapura sudah pernah merasakan manisnya podium juara. Semoga laga awal melawan Laos bisa menjadi tren positif yang mengantar Indonesia menjadi Juara AFF 2012. Amin

seharusnya abis gelap terbitlah terang, semoga saja

Nasib Julian Hotzel, Eks SAD Indonesia yang Terbelenggu Kekuatan Besar

Friday, March 9th, 2012 |

Nama lengkapnya: I Wayan Julian Arimbawa Hotzel. Ia lahir di Bali pada 9 Jun 1993 dari ayah asli Bali dan ibu Jerman. Talentanya yang luar biasa membuat Julian Hotzel terpilih masuk tim SAD Indonesia yang berlatih di Uruguay, di zaman Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie berkuasa di PSSI. Namun, ketidakjelasan program pengiriman pemain ke Uruguay itu, apakah ini program PSSI atau program pribadi Nirwan Bakrie (klub Pelita Jaya) membuat nasib Julian Hotzel sekarang merana.

Ceritanya begini. Anak-anak SAD itu pulang ke Indonesia pada Desember lalu. Dan ternyata, waktu transit di Dubai mereka ditodong oleh pengurus Pelita Jaya, disuruh tandatangan perjanjian dengan Pelita Jaya dengan dalih agar mereka tidak dianggap ilegal sesampainya di Indonesia.

Pasal-pasalnya tidak jelas, dan semua tidak dikasih copy kontraknya. Yang mereka ingat cuman mereka sejak saat itu jadi milik klub Pelita sampai 2013, dan akan disiapkan untuk Sea Games 2013 (Koq yang nyiapin ke Sea Games Pelita?). Tapi kenyataannya, sampai sekarang mereka luntang-lantung, dititip klub sana-sini, tidak ada klub yang jelas dan besar.

Lazimnya sebuah kontrak, kedua belah pihak pasti akan mendapat lembar kontrak yang asli, yang ditandatangani oleh masing-masing pihak. Tapi Pelita tak berikan itu. Isi kontrak persisnya juga tak diketahui.

Sebenarnya Julian Hotzel sendiri tidak ikut rombongan itu, karena dia pulang duluan, untuk ikut Pra Piala Asia U-19 di Kuala Lumpur. Nah, mendengar namanya direkomendasikan untuk seleksi masuk ke klub Persebaya Surabaya dalam transfer window kompetisi IPL hari-hari ini, Julian Hotzel sangat bersemangat. Ia pun ikut seleksi, dan manajemen serta pelatih Persebaya Divaldo Alves (Portugal) amat tertarik dengan talenta besar striker muda bertinggi badan 184 cm ini.

Namun rupanya berita itu sampai ke telinga Pelita Jaya. Salah satu pejabat Pelita kemudian mulai meneror Julian sejak selasa malam hingga Rabu siang kemarin. Karena merasa tidak nyaman, Julian ceritakan itu ke manajer Persebaya. Akhirnya Julian memutuskan pulang ke Bali hari Rabu malam.

Mental Julian langsung drop. Ia tak menyangka mimpinya menjadi pemain besar di negerinya terhambat oleh tangan-tangan itu. Menurut ayahnya, sejak pulang dari Surabaya, Hotzel nampak tidak semangat. Ia lebih banyak tidur. Dan dari Bapaknya kami baru tahu bahwa Julian ternyata ikut tandatangan “kontrak” juga, cuman bukan di Dubai, tapi pas penyisihan Pra Piala Asia di Kuala Lumpur.

sumber : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2012/03/09/nasib-julian-hotzel-eks-sad-indonesia-yang-terbelenggu-kekuatan-besar/

Komentar :
udah ga bisa komeng lagi gan, amburadul negeri ini
dan bahkan BRUNEI bisa mengalahkan INDONESIA, semua itu akan tercatat di buku buku sejarah SD, SMP dan SMA di BRUNEI bahwa BRUNEI pernah mengalahkan INDONESIA.
itu akan dikenang beberapa abad ke depan…. ANJING, kasihan anak cucu!

FIFA TOLAK NURDIN HALiD

Wednesday, March 2nd, 2011 |

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain menginstruksikan digelarnya Kongres Pemilihan atau Kongres Luar Biasa PSSI, badan sepak bola dunia atau FIFA meminta agar Nurdin Halid tak lagi maju dalam pencalonannya sebagai ketua umum PSSI periode 2011-15.

Hal itu terungkap dalam surat balasan FIFA atas surat yang dilayangkan PSSI pada Senin (28/2/2011) lalu. Dalam suratnya, FIFA menyatakan agar Nurdin tak lagi menjadi calon ketua umum periode berikutnya.

“Ada dua poin penting dalam surat yang diberikan FIFA. Yang pertama adalah keputusan mereka untuk tidak memberikan sanksi pada persepakbolaan Indonesia,” tegas Komisaris Utama Persebaya 1927, Saleh Mukadar, sebagaimana dikutip Dunia Soccer.

“Yang kedua, tidak menyetujui Nurdin Halid sebagai calon ketua umum PSSI periode mendatang,” tambah mantan Sekretaris Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional atau KPPN itu.

Menurut Saleh, surat tersebut sudah dicek terlebih dulu dan dinyatakan resmi. “Surat tersebut langsung dikirim dari Swiss (markas FIFA, red). Sebelumnya, Nurdin hanya memaparkan poin pertama saja. Dia tidak membeberkan poin kedua yang tertulis dalam surat yang dikirim FIFA,” papar Saleh.

Surat yang disampaikan PSSI kepada FIFA pada 28 Februari lalu berisi dua putusan PSSI, yakni penundaan pelaksanaan kongres PSSI yang rencananya digelar pada 26 Maret 2011 dan permintaan agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.

sumber : http://bola.kompas.com/read/2011/03/02/16223317/FIFA.Tolak.Pencalonan.Nurdin

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant