Archive for October, 2017

Young Hydrologic Society Indonesia

Saturday, October 28th, 2017

 

Dear All,

Bagi yang berminat join “Young Hydrologic Society” chapter Indonesia, bisa mengisi link database kita di: https://goo.gl/forms/GCjM9rfnASrjLYnB3 dan japri saya via WA di 0821 1550 7865, nanti saya invite ke grup WA YHS chapter Indonesia.

Introduce: Organisasi ini sangat berguna untuk para #engineer maupun #scientist muda dalam mengembangkan wawasan dan jejaring keilmuan khususnya keilmuan #hydrology maupun keilmuan terkait lainnya seperti #hydrogeometeorology dan #hydrogeology.
3 keilmuan utama sumber daya air 💧💧💧

Untuk informasi lebih lanjut bisa cek web kita di http://younghs.com

Regards,

Aris Rinaldi
Indonesia YHS National Reps.

#yhs

Mentoring Kepemimpinan Bersama Pak Habibie

Wednesday, October 4th, 2017

Senin, 2 Oktober 2017, bertempat di Wisma Habibie – Ainun, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta, berlangsung salah satu program Mata Garuda sebagai wadah alumni awardee LPDP yaitu Mentoring Kepemimpinan oleh Bapak Intelektual Muda Indonesia, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang didampingi oleh Danang R. Ginanjar sebagai Ketua Mata Garuda dan Dr.Ir. Luky Alfirman, MA. sebagai Plt Direktur Utama LPDP.

Suasana Mentoring Kepemimpinan oleh Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie.

Suasana mentoring begitu khidmat dengan banyak pesan moral yang disampaikan oleh beliau (red: Pak Habibie) untuk anak bangsa seperti kami (red: alumni awardee LPDP). Bagi seorang engineer, ada dua point utama yang sangat penting untuk diterapkan yaitu merekayasa dan tidak memanipulasi, tentunya hal tersebut menjadi catatan penting bagi engineer seperti saya. Keseimbangan antara bekerja dan berolahraga juga menjadi pesan beliau dimana dalam kesehariannya beliau rutin berenang untuk menjaga kebugaran fisik hingga saat ini, umur 81 tahun, namun durasinya tidak selama saat belia muda. Satu tips beliau yang menjadi cermatan saya ialah ketika berjalan posisi telapak tangan tetap terbuka, hal tersebut berguna agar badan tidak membungkuk, seperti kondisi beliau saat ini. Informasi yang simpel tapi signifikan.

Beliau juga berkisah tentang banyak hal: latar belakang keluarga yang multikultural, kehidupan masa kecil di kampung bersama saudara, kisah saat remajanya, berkuliah di Jerman dengan biaya pribadi, ketegaran saat sakit keras, Alm. Ainun, melaksanakan ibadah di sebuah gerja, tekad kepulangan ke Indonesia yang disertai dengan wawasan dan gagasan yang luar biasa dari beliau. Tahun 1974, the sky and maritim is a ‘koentji’ dimana beliau mencetuskan istilah benua maritim Indonesia dimana Indonesia merupakan kawasan maritim yang luas dengan banyak pulau. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah satelit dimana memiliki cuaca, iklim, dan geografis yang khas sehingga dibutuhkan riset yang berlandaskan atas 3 perilaku utama yaitu agama, budaya, dan teknologi. Masa depan Indonesia harus mengandalkan sumber daya manusianya daripada sumber daya alamnya yang berlandaskan iman, taqwa, dan iptek.

Sejumlah prestasi ditorehkan beliau dan yang paling berkesan ialah ketika beliau mendapatkan Edward Warner Award pada ulang tahun ke-50 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di Montreal, Kanada, tahun 1994. Beliau adalah orang pertama Asia yang mendapatkan penghargaan prestisius tersebut. Hal itu membuktikan bahwa penguasaan iptek ialah hak prerogratif setiap manusia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa tanpa memandang agama, bangsa dan rasnya.

Saat konfrensi pers terkait pencapaiannya tersebut ada 3 pertanyaan yang ditanyakan oleh wartawan kepada beliau yaitu berapa umur anda, sedang apa, dan dimana anda saat Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) didirikan. Pak Habibie menjawab “Saya berumur 8 tahun sedang mengaji di pinggir hutan kecil beberapa km dari Kota Parepare”. Jawaban beliau muncul menjadi headline di berbagai surat kabar dengan berita “Anak 8 tahun yang 50 tahun lalu mengaji di daerah antah berantah meraih penghargaan prestisius dari ICAO”. Suatu inspirasi yang berharga bagi alumni awardee LPDP pada khususnya dan individu Indonesia yang membaca tulisan ini pada umumnya bahwa itulah kisah Pak Habibie dan beliau berpesan bahwa kita sebagai cucu intelektualnya harus bisa lebih baik dari Beliau. Ihdinas siratal mustaqim.

 

Aris Rinaldi – PK 43

Peserta Mentoring Kepemimpinan Pak Habibie

 

 

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant