Archive for June, 2017

Menjaga Peran Studimu dengan Bergabung di Asosiasi Profesi

Thursday, June 29th, 2017

28 Juni 2017

IAH Membership 2017

Based on judul, artikel postingan saya kali ini akan membahas tentang menjaga peran studimu baik sarjana maupun pascasarjana agar tetap berada di jalan yang lurus, salah satunya dengan bergabung di asosiasi profesi. Saya buat point per point agar memudahkan, tidak menutup pandangan maupun pendapat dari rekan-rekan pembaca sekalian:

1. Lulus dari keilmuan teknik tidak mutlak menjadikanmu seorang engineer apalagi kamu bekerja di perbankan yang notabene lebih ke aplikasi keilmuan ekonomi dan marketing. Bisa saja seorang sarjana pertanian menjadi seorang engineer sipil karna pekerjaan yang digeluti berkaitan dengan perencanaan dan kontruksi bangunan irigasi. Pilihan tersebut tidak sepenuhnya salah, banyak yang mengamini, karena alasan realistis terhadap kondisi pekerjaan di Indonesia. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 tahun 2014 tentang keinsinyuran, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menjadi wadah bagi para lulusan sarjana teknik agar tetap bekerja sejalan dengan keilmuan yang telah dipelajarinya, jikapun tidak linier minimal dalam rumpun kelimuan yang sama.

2. Asosiasi profesi merupakan wadah yang berguna sebagai wadah sharing, update perkembangan, dan jejaring keilmuan, misalnya: untuk keilmuan teknik sipil dengan spesialisasi geoteknik dapat bergabung di Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) dimana kamu dapat sharing keilmuan geoteknik baik diskusi, seminar, sarasehan, maupun kegiatan lainnya, mengetahui perkembangan keilmuan geoteknik, dan mengembangkan jejaring pekerjaan dengan engineer-engineer geoteknik lainnya di Indonesia.

3. Sejauh pengamatan saya, profesi dokter dan apoteker merupakan profesi yang jarang pindah haluan kerjaan alias “murtad” secara keilmuan. Hal ini bisa dikarenakan perjalanan studi sampai meraih gelar profesinya memiliki durasi yang cukup lama, passion bekerja sesuai jurusannya tersebut, dan peran aktif asosiasi profesinya. Saya ambil contoh profesi dokter, untuk sampai ke tahapan dokter yang mempunyai STR kamu harus melewati tahaapan sebagai berikut:
• Kuliah 3.5-4 tahun
• Koass 1.5-2 tahun
• UKDI, tes sesuai jadwal yang ditetapkan
• Sumpah dokter, prosesi sesuai jadwal ditetapkan
• Internship 1 tahun
• PTT 1-2 tahun, sesuai daerah penempatan
Proses studi hingga mencapai gelar dokter yang cukup lama membuat jarang profesi dokter yang berpindah haluan kerjaan alias “murtad” secara keilmuan. Selain itu, tentunya peran dari asosiasi profesi dokter agar proses yang studi yang lama tersebut tidak sia-sia dan aplikatif terhadap keilmuannya.

4. Seperti foto yang saya sertakan di atas, saya bergabung dengan Internasional Association of Hydrogeologists (IAH) pada tahun 2017, organisasi tersebut merupakan organisasi pagi para hydrogeologists tingkat dunia dimana kamu dapat saling berbagi keilmuan dan networking lintas negara dan benua. Bukankah sangat menyenangkan jika kamu dapat berkeliling dunia dengan ilmu yang kamu senangi dan kamu amalkan? seperti yang saya alami ketika mendapat kesempatan sebagai peserta International German Summer School on Hydrology (IGSH) 2016 di Bochum, Germany :).

Sekian pandangan saya terkait peran ilmu pengetahuan yang saya miliki terkait dengan asosiasi profesi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita bersama. Salam ilmu pengetahuan!

link terkait:

https://pii.or.id/ – Persatuan Insinyur Indonesia

http://hatti.or.id/ – Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia

https://iah.org/ – Internasional Association of Hydrogeologists

http://www.hydrology-summerschool.de/ – The International German Summer School on Hydrology (IGSH)

 

Komunikasi bisa via twitter @arishms atau e-mail : aris.itb@gmail.com

Tes Kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

Monday, June 26th, 2017

19 Juni 2017

Tarif Tes Kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya melakukan tes kesehatan untuk melamar pekerjaan dosen di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, biasa disingkat dengan singkatan RSHS. Saat ini, bagi yang ingin melakukan tes kesehatan di RSHS baik untuk CPNS, Melamar Pekerjaan, Beasiswa LPDP, NIDN, NIDK dan lainnya, dilakukan terpusat di Gedung Cardiac, tepatnya di lantai 4 gedung tersebut. Bagi yang baru pertama kali atau belum terbiasa berkunjung ke RSHS, memang agak membingungkan untuk mencapai gedung tersebut, mengingat tanda petunjuk arah gedung yang tidak terlalu informatif. Tipsnya adalah bertanya ke satpam, cleaning service, atau petugas kesehatan. Tidak semua yang berseragam sneli dokter mengetahui letak gedung ini, bisa diasumsikan yang besangkutan adalah koas, seperti yang saya alami ketika bertanya kepada 3 orang berpakaian sneli putih namun mereka kebingungan untuk menjawab ketika saya bertanya tentang lab. tes bebas narkoba hingga sayapun bertanya ke petugas kebersihan dan satpam, mereka mampu menjelaskan arah untuk mencapai Gedung Cardiac tersebut 🙂

Petugas pendaftaran sudah terbiasa dengan paket tes kesehatan seperti pada gambar yang saya lampirkan di atas, namun kita harus teliti dan bertanya jika tidak paham terhadap serangkaian tes tersebut. Seperti yang saya alami, setelah proses registrasi beres, sayapun diminta untuk melakukan pembayaran di loket bank Mandiri, letaknya masih di lantai 4, di seberang bagian pendaftaran. Petugas loket bank Mandiri melakukan perhitungan biaya dan total biaya tes kesehatan adalah Rp 580.000,-. Sayapun terkejut, karena menurut saya biayanya terlalu mahal, saya berasumsi bahwa tes kesehatan yang harus saya jalani hanya dua yaitu tes kesehatan jasmani dan bebas narkoba/Napza, ditambah biaya pendaftaran, total Rp 295.000.-. Lalu  saya hold dokumennya dan kembali ke meja pendaftaran, petugas pendaftaran mengecek dokumen tes kesehatan yang harus saya jalani, dan ternyata saya tidak perlu melakukan tes bebas TB (Photo Torax). Lalu saya ke loket mandiri dan menyerahkan file tes kesehatan kembali. Setelah dilakukan perhitungan biaya ulang, biaya yang dibebankan kepada saya adalah Rp 495.000,- karna saya masih merasa salah perhitungan, saya hold transaksinya dan kembali ke meja pendaftaran, ternyata untuk melamar pekerjaan dosen ada 3 tes kesehatan yang harus dilakukan yaitu tes kesehatan jasmani, tes kesehatan rohani, dan tes bebas narkoba (red : paket NIDN). Saya cek dokumen persyaratan lamaran dari instansi, sepertinya kurang lebih tes yang harus dijalani seperti yang dijelaskan oleh petugas registrasi.

Sangat disayangkan, pada saat pembayaran di loket bank Mandiri, saya tidak dapat melakukan pembayaran via debit karna sedang ada kendala dan saya harus merelakan kehilangan fiestapoint karna pembayaran menggunakan cash. Setelah melakukan pembayaran, sayapun ke meja pendaftaran lagi untuk konfirmasi bahwa pembayaran tes telah lunas. Beruntungnya, karena ketika saya mendaftar sebelum waktuk istirahat (red : tepatnya agak mepet dengan waktu istirahat), sayapun masih dipersilahkan langsung untuk melakukan serangkaian tes:

  1. Tes kesehatan jasmani: adapun untuk tes kesehatan jasmani yaitu tes buta warna, tes berat badan, tes tinggi badan, dan tes tensi darah oleh petugas kesehatan. Lalu dilakukan tes fisik, tes tensi darah, dan wawancara  historical kesehatan oleh dokter ruangan.
  2. Tes kesehatan rohani: adapun untuk tes keseatan rohani/MMPI ini ialah dengan menjawab 567 soal, jawaban disilang mana yang paling menggambarkan pribadi kamu dan paling tidak menggambarkan pribadi kamu, waktunya kurang lebih 2 jam, dan saya dapat menyelesaikannya dalam waktu satu jam lebih sedikit. Jawaban dapat diisi dengan menggunakan pulpen atau pensil.
  3. Tes bebas narkoba/NAPZA : adapun tes bebas narkoba/NAPZA ialah dengan mengambil sampel air urine yang dimasukkan di dalam sebuah botol sampel, lalu sampel urine diletakkan di tempat yang telah disediakan, kemudian dilakukan serangkaian uji lab. terhadap sampel tersebut oleh petugas kesehatan. Tes ini berguna untuk mengetahui apakah saya terindikasi menggunakan zat-zat terlarang atau tidak. Selain uji lab., juga dilakukan serangkaian tes wawancara terkait kebiasaan kita, baik merokok, menggunakan narkoba dan pertanyaan terkait lainnya di bagian psikometri (red: lantai 1 di sebelah gedung  Cardiac Centre).

Keseluruhan proses tes kesehatan jasmani, rohani, dan bebas NAPZA berlangsung selama satu hari dan hasil tes dapat diketahui hari itu juga. Serangkain hasil tes sudah dapat diketahui, namun dikarenakan saya datangnya mendekati waktu  istirahat dan bulan Ramadhan, hanya surat kesehatan jasmani saja yang bisa didapat pada hari tes tersebut, mengingat dokter yang bertanggung jawab telah pulang sesuai jadwal.

Keesokan harinya, sebelum jam istirahat, sayapun mendatangi kembali bagian psikometri untuk mengambil hasil tes kesehatan rohani dan bebas narkoba. Proses yang cepat dengan staf yang kooperatif.

Informasi tambahan untuk Tes Kesehatan Beasiswa LPDP:

Dahulu : Kebetulan saya Awardeee LPDP PK-43, saya cuma menyerahkan surat keterangan sehat dari RS Gandaria, Jaksel.

Saat ini : Ada beberapa tes yang harus dijalani yaitu: tes kesehatan jasmani, tes bebas narkoba, dan tes foto thorax/bebas TB, include biaya pendaftaran, total biaya : Rp 380.000,-

Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat, jangan persiapkan duit cash secukupnya ya hehe

 

Bonus:

Dilarang mengambil antrian untuk orang lain

@arishms

[Kulon Progo] Menyapa Indonesia “Sapa Sebatang”

Saturday, June 3rd, 2017

Menyapa Indonesia adalah  sebuah program pengembangan masyarakat (community development) yang dikelola oleh para penerima anugrah BPI-LPDP Kementrian Keuangan Republik Indonesia ( red : Awardee LPDP). Program ini dijalankan oleh Awardee LPDP PK 38-PK 60 sampai saat ini dengan daerah dan tema program yang berbeda-beda.

Program Menyapa Indonesia “Sapa Sebatang” merupakan program Menyapa Indonesia kolaborasi Awardee LPDP PK 41-PK44 dimana pembagian peran dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut :

  • PK 41 “Catureka Mandala” mengusung tema di bidang kesehatan.
  • PK 42 “Ancala Diwangkara ” mengusung tema di bidang ekonomi.
  • PK 43 “Jivakalpa” mengusung tema di bidang pendidikan dan kebudayaan.
  • PK 44 “Sthana Citraloka” mengusung teman di bidang infrastruktur.

PK 43 Jivakalpa khusus bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan tagline  “Sebatang Asa, Sebatang Sedaya” berikut adalah fokus program kami :

program bidang pendidikan

program bidang kebudayaan

Setiap Awardee PK 43 “Jivakalpa” memiliki peran dan tanggung jawab tersendiri untuk menyukseskan program pengembangan masyakarat kami ini. Selaku koordinator bidang fund raising, Saya dan tim memilki tanggung jawab untuk memperoleh pendapatan dana program Menyapa Indonesia PK 43 “Sebatang Asa, Sebatang Sedaya” melalui hal-hal non-sponsorship seperti fund raising car free day, donasi internal Awardee PK 43, donasi personal dari masyarakat umum, donasi buku dan barang bermanfaat lainnya.

program donasi masyarakat umum

program donasi buku anak-anak via ingatangajah.com 

Saat ini, bidang fund raising masih melakukan pengumpulan dana secara internal dengan mengumpulkan iuran dari Awardee PK 43 secara proporsional. Semoga yang kami lakukan bermanfaat bagi sekitar dan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin

Video youtube program Menyapa Indonesia “Sebatang Asa, Sebatang Sedaya”

Artikel terkait lainnya
Waduk Sermo | Wisata Alam Kalibiru

@arishms

Kulon Progo Social & Cultural Trip

Saturday, June 3rd, 2017

 

Awardee LPDP PK 43 “Jivakalpa

30 Oktober – 1 November 2015

Halo semua! pada postingan kali ini Saya akan menceritakan pengalaman pertama Saya mengunjungi Kulon Progo, sebuah kabupaten di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kulon Progo berasal dari bahasa Jawa yaitu Kulon yang berarti barat dan progo yang adalah nama sebuah sungai/kali, secara harfiah Kulon Progo berarti sebelah barat Sungai Progo.

Pengalaman Saya ini merupakan bagian dari kegiatan sosial dari PK-43 LPDP “Jivakalpa” terhadap masyarakat di Desa Sebatang, Kabupaten Kulon Progo yang bertemakan “Pendidikan dan Kebudayaan”. Saya akan membagikan sedikit pengalaman Saya tersebut berupa kegiatan sosial bidang pendidikan dan budaya, infrastruktur, dan wisata yang ada di kabupaten Kulon Progo dalam beberapa chapter cerita pendek atau beberapa postingan blog yang saling terkait. Semoga tulisan Saya ini bisa menjadi wawasan dan bermanfaat bagi Kita semua:

  1. Sosial, Pendidikan & Budaya
  1. Infrastruktur
  1. Wisata
  • Wisata Alam Kalibiru

Selamat membaca ya| @arishms

 

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant