Archive for April 27th, 2017

Membedah Definisi Genangan dan Banjir

Thursday, April 27th, 2017

Menurut Undang-Undang nomor 24 tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa banjir merupakan bencana alam. Pendefenisian banjir terdapat dalam situs : http://www.bnpb.go.id/home/definisi dimana defenisi banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air meningkat.

Menurut Peraturan Menteri Pekerjeaan Umum Nomor o1/PRT/M/2014 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, terkait penjabaran drainase, defenisi genangan adalah terendamnya suatu kawasan perkotaan lebih dari 30 cm selama lebih dari 2 jam.

Dari kedua rujukan diatas, berikut pendapat pribadi Saya:

  1. Menurut Undang-undang nomor 24 tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, tidak disebutkan defenisi banjir dan genangan . Pendefenisian banjir terdapat pada situs BNPB : http://www.bnpb.go.id/home/definisi
  2. Defenisi genangan terdapat dalam Peraturan Menteri Pekerjeaan Umum Nomor o1/PRT/M/2014 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, terkait penjabaran drainase. Pada aturan tesebut juga dijabarkan defenisi drainase perkotaan berwawasan lingkungan yang berfungsi untuk mengelola/mengendalikan air permukaan (limpasan air hujan) sehingga tidak menimbulkan masalah genangan, banjir dan kekeringan bagi masyarakat serta bermanfaat bagi kelestarian lingkungan hidup. Dari penjabaran tersebut dapat disimpulkan bahwa genangan dan banjir memiliki  defenisi yang berbeda.
  3. Dalam aturan lainnya, Instruksi Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Nomer 263 Tahun 2015 Tentang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Genangan/Banjir di Wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dalam penjabaran judul tersebut  Genangan/Banjir memiliki defenisi yang sama karna tanda “/ ” memiliki arti atau.
  4. Dari sisi engineering, banjir dan genangan merupakan suatu kawasan/daerah/dataran yang terendam air, yang memiliki kesamaan pada volume air yang melimpah namun memiliki skala yang berbeda, dimana banjir memiliki skala yang lebih besar daripada genangan.
  5. Dari sisi aturan yang berlaku, pendefenisian banjir dan genangan belum terdefenisi dengan baik dan cenderung bias baik dari skala volume air, tinggi dan lama genangan serta luas area terdampak.
  6. Dari sisi bencana, banjir merupakan bencana alam bagi manusia dan genangan juga berpotensi menimbulkan bencana bagi manusia jika tidak dilakukan pencegahan dan penanggulangan dengan baik.

Dari penjabaran di atas, defenisi merupakan hal yang cukup penting guna menjelaskan defenisi banjir dan genangan secara komprehensif dan menghidari miss presepsi dan saling tudin di masyarakat. Selain itu, perlu dilakukan perencanaan yang lebih mendetail untuk mencegah banjir dan genangan baik dengan studi hidrogeometeorologi, hidrologi, dan hidrogeologi maupun dengan zonasi kawasan terpadu, pembuatan waduk, drainase yang terintegrasi baik, normalisasi badan sungai dan lainnya.

Terbuka untuk saran, kritik dan pertanyaan.

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant