Sebatang Punya Cerita

Written on October 18, 2015 – 9:22 pm | by Aris Rinaldi | tags , , , |

Salam budaya!
Semoga report ini bisa sedikit memberikan gambaran tentang sebatang bagi teman-teman sekalian.

Pagi itu, 13 Oktober 2015, saya bersiap untuk berpetualang ke desa yang selama ini hanya saya dengar dari teman-teman jogja. Hargotirto. Dukuh Sebatang tepatnya. Berbekal motor pinjaman dan gps, saya menelusuri jalanan jogja – wates yang ternyata cukup membuat pantat mati rasa :p

Appetizer yang disuguhkan dalam perjalanan ini adalah keindahan panorama waduk sermo. Sungguh lebih dari cukup untuk menghilangkan kelelahan selama perjalanan tadi.

Main course tentu saja dukuh kita tercinta. Sebatang.
Jalanan menuju dukuh ini cukup aduhai, tetapi mas aziz dan mbak ela tampaknya sudah hafal medan. Harap hati-hati kawan, salah-salah bisa nyasar (info lengkap tanya korban langsung -> mas musa dan istri :p )
Kami disambut ramah oleh bapak Rubino dan disuguhi segelas teh panas. Perbincangan berbau PK masih menjadi topik hangat kala itu. Belum_bisa_move_on.com

Siang itu mas aziz mengantarkan saya menuju rumah pintar di Dukuh Segajih. Sayangnya saya hanya bisa melihatnya dari luar karena pintunya terkunci. Tidak jauh dari sana, ada balai terbuka tempat seperangkat gamelan disimpan. Agak sedikit berbeda dengan yang biasa saya lihat di Bali, ada gong, bonang, kenong, itu saja yang saya tahu 🙁

Dari obrolan mas aziz dengan ibu-ibu yang kebetulan sedang arisan di tempat itu, saya menangkap bahwa semangat berkesenian warga sangat tinggi. Permasalahan utama yang dikemukakan bukanlah dana atau fasilitas, tetapi pendampingan para ahli.

Akhirnya saya mengerti mengapa program sebatang sedaya terfokus pada pendampingan dan banyak kegiatan workshop kesenian. Kebutuhan masyarakat adalah alasan utamanya. Salut untuk teman-teman yang menggali kebutuhan warga dengan sangat cermat. Really appreciate it! ^_^

Balai ini cukup jauh dari sebatang, jadi lagi-lagi saya dibuat mengerti kenapa sebatang sedaya tidak hanya fokus ke sebatang, melainkan hargotirto. Fasilitas, jarak, sdm, itu alasannya.

Mas aziz juga mengajak saya melihat SD tempat adik inspirasi kita bersekolah. Jauh. Jauh pake banget T_T
Saya sebagai kakak inspirasi merasa ciut. Merekalah inspirasi yang sebenarnya. Saya yang ke sekolah dengan fasilitas lengkap saja masih suka mengeluh, bagaimana adik-adik itu yang untuk ke sekolah harus “mendaki gunung lewati lembah” ~sorry pinjem istilah mbak resty 😀

Dalam perjalanan mas aziz bercerita bahwa anak-anak di sana hanya bersekolah hingga SMP. SMA pun jarang. Contoh nyata yang mereka lihat adalah ~bekerjalah, maka kamu akan ‘sukses’~ walaupun hanya sebagai buruh atau kerja kasar.

Saya rasa disinilah salah satu tugas kakak inspirasi sekalian. Menanamkan bahwa pendidikan adalah gerbang menuju kesuksesan.

Dessert dari perjalanan ini adalah saat kita akhirnya menyadari bahwa kita sangat beruntung berkesempatan untuk melihat langsung desa yang selama ini kita perjuangkan melalui FR, gerilya proposal, dan lain sebagainya.
Jika belum kenyang, kalian bisa minta tambahan dessert loh. Kalibiru! Haha..

So, Ingin merasakan paket komplit di atas? Ayo ke sebatang! ^_^

Sapa Sebatang

Team PK 43 Sapa Sebatang

-MDW-

 

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant