Archive for March, 2015

[2014] Masjid Omar Ali Saifuddin

Friday, March 6th, 2015

Masjid Omar Ali Saifuddin adalah destinasi utama saya saat backpaker di Brunei Darussalam. Satu dari sekian wishlist saya, khatam ( red : menamatkan bacaan kitab suci) al-quran di mesjid ini. Masjid Omar Ali Saifuddin terletak di Bandar Seri Bengawan, tidak jauh dari Mercu Dirgahayu 60. Masjid ini merupakan masjid kerajaan Kesultanan Brunei dan salah satu masjid yang paling di Asia Pasifik. Berikut adalah foto-foto keindahan Masjid Omar Ali Saifuddin.

20140406_162840Masjid Omar Ali Saifuddin dari pusat perbelanjaan Bandar Seri Bengawan, Jadi inget bangunan Labtek di ITB

20140406_172243

Salah satu keindahan  masjid ini adalah kubahnya dilapisi dengan emas murni

20140406_181107

Bagian tertinggi dari Masjid Omar Ali Saifuddin. Di dalam masjid terdapat lift dimana pengunjung dapat naik ke puncak menara dan menikmati pemandangan Bandar Seri Bengawan dari ketinggian.

20140406_181915

Suasana menjelang senja

20140407_182730

Suasana saat senja

IMG_20140406_190006

Suasana saat malam hari

Alhamdulillah, saya bisa khatam di masjid ini. Semoga bisa khatam di masjid lain. Aamiin

Prev | Next

Jika ada pertanyaan, jangan ragu kontak saya via @arishms

[2014] Kampung Ayer, Venice dari Timur

Thursday, March 5th, 2015

Kampung Ayer adalah sebuah perkampungan di atas air yang didiami oleh penduduk asli Brunei sejak tahun 1300-an. Kampung Ayer tekenal dengan sebutan  “Venice dari timur” dan merupakan kampung air terbesar di Asia Tenggara bahkan terbesar di dunia. Dari segi sejarah, perkampungan ini merupakan jati diri negara Brunei Darussalam.

20140406_161140

Note :

– Untuk akses keliling Kampung Ayer bisa menggunakan perahu kecil dari Tamu Kianggeh

–  Jika ingin menikmati sore/senja, bisa dinikmati dari Mercu Dirgahayu 60

20140406_161312

Suasana Kampung Ayer menjelang senja dari Mercu Dirgahayu 60

Prev | Next

Jika ada pertanyaan, jangan ragu kontak saya via @arishms

[2014] Mercu Dirgahayu 60

Thursday, March 5th, 2015

Mercu dirgahayu 60 merupakan monumen/tugu  berwarna emas yang berbentuk angka 60 (red : angka dibaca dalam bahasa arab) yang dipersembahkan rakyat Brunei Darussalam kepada Sultan Haji Hassanal Bolkiah pada perayaan hari ulang tahunnya yang ke 60. Monumen ini sebagai hadiah wujud rasa cinta warga negara Brunei yang begitu besar kepada Sang Raja.

20140406_160956

20140406_160928

Dengan kehadirdan monumen ini di Waterfront Bandar Seri Begawan, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Prev | Next

Jika ada pertanyaan, jangan ragu kontak saya via @arishms

[2014] Tamu Kianggeh

Sunday, March 1st, 2015

20140406_152525

Tamu Kianggeh adalah sebuah pasar tradisional yang terletak di sepanjang Sungai Kianggeh, Brunei Darussalam. Dalam bahasa Melayu Brunei, pasar adalah tamu. Secara harfiah, Tamu Kianggeh dapat diartikan Pasar Kianggeh, Pasar yang letaknya di sepanjang Sungai Kianggeh.

Tamu Kianggeh tidak berbeda dengan pasar-pasar tradisional yang ada di Indonesia. Sewaktu saya berkunjung ke pasar ini di sore hari, suasananya sudah tidaklah terlalu ramai.  Barang yang ditawarkan berbagai macam mulai dari hasil laut, sayur mayur dan juga makanan. Beberapa penjual makanan yang saya temuin berasal dari Indonesia dan kebanyakan pembelinya juga orang Indonesia yang sedang mencari nafkah di negeri yang makmur ini. Saya berkesempatan mencoba makanan khas Brunei, Nasi Katok.

20140406_153841

Nasi katok yang harganya 1 Dollar Brunei, harganya hampir seragam di seluruh Brunei

Berikut terlampir foto-foto di sepanjang Tamu Kianggeh pada suatu sore dengan menggunakan kamera pocket dan juga kamera samsung s4.

20140406_152612

20140406_152954

20140406_152725

Prev | Next

Jika ada pertanyaan, jangan ragu kontak saya via @arishms

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant