Creativity is Great : The Secret of Phi

Written on March 18, 2015 – 9:11 pm | by Aris Rinaldi | tags , , , |

Creativity is Great : The Secret of Phi

London Calling, alunan musik The Clash, menemani minggu pagi Ardi dalam menyelesaikan tugas perkuliahannya di bidang elemen tak hingga. Sudah sejak minggu lalu dia jarang keluar kamar, dia terlalu sibuk dengan kesendiriannya dalam menyelesaikan tugas tersebut. Ardi adalah lulusan terbaik salah kampus terknik terbaik di Indonesia. Dia berkesempatan mendapatkan beasiswa Chevening untuk melanjutkan pendidikan masternya di Imperial King College, London. Meskipun agak konyol, dia berhasil meyakinkan panelis reviewer dari pihak pemberi beasiswa bahwa jarum detik Big Ben dan Jam Gadang akan selalu berhenti selama 2 detik pada detik ke 28.

London Calling

Gambar : Big Ben (Kiri), Jam Gadang (Kanan)

Sudah hampir 4  bulan sejak kedatangannya ke negara Ratu Elizabeth ini, suasana Iklim di Inggris belum cukup bersahabat baginya. “ Musim dingin akan segera berakhir “ begitu selalu ujarnya dan menjadi jokes yang baik bagi Robb, Sahabatnya yang berkebangsaan Inggris dengan aksen Cockney yang kental. Mereka menjalin persahabatan yang cukup unik dan baik berkat kesamaan dalam satu hal, Chelsea!.

IMG_20131121_230355

Keep The Blue Flag Flying High

Awal musim semi dilalui dengan suasana duka, Chelsea tidak lolos fase selanjutnya di Liga Champion. PSG menahan imbang Chelsea 2-2 di Stamford Bridge dan menjadi kesedihan yang mendalam bagi Ardi. “ Ayolah Bro, aku akan mengajakmu berkeliling kota ini, London Eye sangat bagus untuk meningkatkan imajinasi dan kreatifitasmu “ tawaran tulus dari Robb melihat sahabatnya lebih banyak menghabiskan waktu di kamar pasca peristiwa kekalahan Chelsea di fase knock out Liga Champion.

Seminggu musim semi berlalu.

Creativity is Great, You’re the lucky one Bro” puji Robb kepada Ardi sembari menyetir mobil mini cooper kesayanganya melintasi jalanan Kota London. Beberapa hari yang lalu, Ardi berhasil memenangkan lomba inovasi di bidang sains & teknik berkat konsep pemikirannya “ Elemen tak hingga dalam ruang dan waktu “ dan hadiahnya cukup untuk menikmati musim semi yang hangat di Inggris.

Mobil behenti di parkiran, dan mereka menapaki jalan menuju London Eye.

“ Terima kasih telah membawaku ke sini Robb, view Kota London sangat indah dari sini. Perpaduan  kota modern dengan arsitek abad pertengahan yang kulukiskan dengan kalimatku ” Puji Ardi.

Seketika suasana hening.

“ Hmmm…Ada hal yang ingin aku ceritakan padamu Robb, mungkin terdengar aneh tapi begitu nyata bagiku “ Lanjut Ardi.

“ Tentang apakah itu Bro? “ Pungkas Robb.

“ Aku bermimpi tentang Platform 9 ¾ dan Stone Henge, itu terjadi berulang kali semenjak kedatanganku ke negeri ini, Aku pikir ini bukanlah suatu yang biasa. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, malam ini aku terjaga akibat bisikan yang menghampiri mimpiku “ Cerita Ardi.

“ Aku akan mengantarkanmu ke sana! “ Ujar Robb dengan bersemangat.

Perjalananpun dilanjutkan menuju Stasiun King’s Cross.

“ Paddington ” Celetuk Ardi.

“ Whak? (1) “ Jawab Robb sembari mengenyitkan dahi.

“ Mungkin diriku seperti Paddington (2), menyelesaikan sebuah misi yang selama ini masih abu-abu bagiku. Firasatku mengatakan ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Sepertinya ada sesuatu yang menuntunku sejauh ini “ Cerita Ardi.

Robb mendengarkan cerita sahabatnya sembari menyetir dengan penuh pertanyaan dipikirannya.

Platform 9 ¾ Stasiun King’s Cross, London

Lama Ardi termenung dan tak beranjak memperhatikan tulisan “Platform 9 ¾”yang ada di Stasiun King’s Cross. Robb memperhatikan sahabatnya sembari kadang-kadang bergumam “ Creativity is Great, Creativity is Great ”, maksud hati untuk memberikan semangat atau inspirasi.

30 menit berlalu…

Ardi hanya mengenyit, sesekali berargumen kepada Robb yang duduk di pinggiran sisi kiri dinding sembari asik mengunyah makanan ringan. Sedari pagi, mereka hanya makan nasi dan rendang paru kiriman keluarga Ardi dari Sumatra Barat. Robb sangat menyukai rendang, yang dikombinasikan dengan roti, saus tartare dan mayonaise.

Seketika Ardi beranjak menuju parkiran.

“ Kamu tunggu di sini saja Robb, aku ingin mengambil buku harianku di mobilmu “ Kata Ardi sembari meninggalkan Robb.

“ Oke Bro “ Sahut Robb.

Buku harian hijau dan pulpen biru belogo bendera Inggris Raya sudah berada di tangannya. Ardi mencoret – coret buku hariannya. Dia sudah terbiasa melakukan itu. seorang engineer akan selalu seperti itu, larut dan hitungan rumus dan turunannya hingga lupa diri bahkan akhirnya tertidur.

“ Platform 9 ¾ adalah sebuah pola “ Bisik Ardi.

“Yoi Bro, itu rumus matematika dasar karangan Pythagoras “ Celetuk Robb yang mulai bosan menunggu sahabatnya.

Banyak orang berlalu lalang untuk mengambil fhoto kenangan di platform tersebut. Robb menawarkan dirinya kepada para wisatawan untuk mengambil fhoto mereka. Sebuah alibi sempurna untuk mengusir rasa bosannya.

Rumus matematika menari-nari di pikiran Ardi. Hingga munculnya sebuah ketidaksengajaan logika.

“ Phi at form 9 ¾” bisik Ardi sembari mencoret-coret buku hariannya itu.

Phi3

The secret of p(hi)latform 9 3/4

“ BAZINGA[3] “ Teriak Ardi dan Robb pun terperanjat, hampir menjatuhkan minuman ringan yang baru saja dibelinya.

“ Ini adalah formulasi bilangan phi, Robb. Menandakan hari, bulan dan tahun. Persis seperti putaran jam yang sering hadir dalam mimpiku. Bulan 3, Tanggal 14, Tahun 2015 ” Analisis Ardi.

Tomorrow “ Sahut Robb antusias.

Mereka berdua pun bergegas menuju parkiran. Perasaan mereka campur aduk selama perjalanan menuju Flat. Kejadian apa yang akan mereka lalui esok harinya.

06.15, Mini cooper menuju barat daya London.

London

Perjalananpun dilalui tanpa hambatan yang berarti dan sampailah mereka di Stone Henge (red : situs zaman perunggu yang terletak di Amesbury, Wiltshire).

Stone Henge (dailymail.co.uk)

“ Stone Henge berbentuk lingkaran, kelilingngnya 2πr. Sesuai analisis perhitunganku. Platform 9 ¾ memilki hubungan ruang dan waktu dengan Stone Henge “ Ujar Ardi.

Creativity is Great!!! ” Sahut Robb.

Sedari tadi, langit secara perlahan berubah gelap dan menghasilkan pusaran cahaya terang.  Tepat pukul 9 : 26 : 53 , pancaran cahaya jatuh di titik tengah Stone Henge. Ardi dan Robb bergegas menuju titik tengah Stone Henge.

“ What’s the Spell Bro ? “ Ujar Robb, berharap terjadi sesuatu hal mistis.

Valar Morghulis, Accio Coffe! [4] “ Teriak Ardi.

Cahaya dari pusaran bersinar dengan hebatnya dan seketika mereka lenyap tak berbekas dari Stone Henge.

…….

“ Dimana kita Bro? “  Kata Robb seraya memutarkan badan di lokasi yang asing baginya.

“  Toraja ” Sahut Ardi sembari tersenyum.

Toraja

Bori Parinding, Toraja Utara

Catatan Kaki :

[1] What, terkadang “what “ terdengar seperti “ whak “  karna aksen British.

[2] Paddington adalah sebuah karakter beruang fiksi dalam sastra anak-anak. Buku Pertama “ A Bear Called Paddington ” diterbitkan pada tanggal 13 Oktober 1958.

[3] Sebuah frase modern yang menunjukkan kepintaran. Dipopulerkan oleh Sheldon Cooper (The Big Bang Theory) [3] Sebuah frase modern yang menunjukkan kepintaran. Dipopulerkan oleh Sheldon Cooper (The Big Bang Theory).

[4] Valar Morghulis : semua orang harus mati, Bahasa Valyrian tinggi film serial Game Of Throne. Accio adalah mantra magic film serial Harry Potter.

Karakter Favorit Game Of Throne :

Family Comes First, Arya Stark. Karakter wanita yang kuat, independen dan keras kepala. Tokoh central yang baik di serial film maupun novel Game Of Throne. Winter is coming this spring!

Inggris Raya, 25 April – 2 Mei 2015, Semoga menjadi kado ulang tahun yang bersejarah. Aamiin

20150323_144528

 

Related Posts

Put your related posts code here

  1. One Response to “Creativity is Great : The Secret of Phi”

  2. By andyyahya on Mar 19, 2015 | Reply

    Wah, ternyata ada hubungannya ya platform itu sama stone henge.. andai masuk inggris dari eropa bebas visa, berangkat deh nemenin situ ris,, hahaha

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant