Archive for January, 2013

[Jan 2013] Bukittinggi, Kota Wisata

Wednesday, January 30th, 2013

day 1-2
19-20 Januari 2013

Jam Gadang

Bukittingi, Kota  Wisata, begitulah slogan yang diusung oleh salah satu kota yang terletak di Provinsi Sumatra Barat ini. Pesona keindahan alam dan peninggalan historicalnya begitu memanjakan para wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung. Rumah saya tidak begitu jauh dari Bukittinggi, sekitar 2 jam perjalanan darat melewati hamparan sawah yang hijau, bentangan pegunungan dengan hutan hujan dan kabutnya, Danau Maninjau dan pastinya kelokan indah, kelok 44.

Pemandangan Kab Agam

Seputaran Danau Maninjau, Kab Agam

Bukittinggi merupakan salah satu pusat tujuan di provinsi Sumatra Barat. Banyak sekali moda angkutan darat yang menuju kota ini. Jadi, jangan khawatir jika tidak mendapatkan moda untuk akses pergi atau sebaliknya. Bukittinggi memiliki terminal dengan berbagai macam tujuan keberangkatan antar kota maupun antar provinsi.

1. Jam Gadang

Jam Gadang merupakan ikon kota bukittinggi, saya menyempatkan ke lokasi ini pada malam minggu dan pastinya sangat ramai sekali. Bukan hanya wisatawan saja, penduduk lokal juga menghabiskan suasana malam di tempat ini, keluarga maupun muda-mudi. Banyak atraksi menarik dan orang berjualan di tempat ini. Salah satu favoritnya adalah kerupuk mie dengan kuah sate dengan menggunakan gerobak pasir. Must try, just Rp 3.000,-

Kerupuk Mie Kuah Sate

2. Panorama

Kawasan panorama terintegrasi dengan Ngarai Sianok, Lobang Jepang dan Museum Tri Daya Eka Dharma yang terletak di  jalan panorama.

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok adalah sebuah ngarai atau canyon dengan pamandangan yang indah, bisa disaksikan dari atas panorama atau via janjang saribu ( red :  Janjang seribu merupakan anak tangga yang dapat digunakan untuk menyaksikan ngarai sianok dari sisi lain, mirip great wall ini versi mini )

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok Via Panorama

IMG_1750

Selain bisa menikmati pemandangan alam yang indah, kita juga dapat berinteraksi dengan monyet lokal yang cukup jinak

Aris dan Monyet

Lobang Jepang

Lobang Jepang merupakan lobang peninggalan Jepang pada masa perang dunia ke 2, mirip dengan yang ada di taman hutan rakyat Bandung. Masuk ke dalam Lobang Jepang dikenakan tiket masuk yang berbeda dengan tiket masuk awal. Tiket masuk awal Rp 4.000,-/ orang ( Taman dan Pemandangan Ngarai) sedangkan tiket masuk ke dalam Lobang Jepang Rp 6.000,-/orang. Masih Ekonomis!

Lobang Jepang

Lobang Jepang

Masuk lobang Jepang ini menuruni anak tangga yang lumayan curam dan banyak, cukup encok bagi manula 🙂

Anak Tangga Lobang Jepang

Museum Tri Daya Eka Dharma

Museum Tridaya Eka Dharma adalah salah satu museum yang ada di Sumatera Barat yang terletak di kota Bukittinggi, tepatnya di jalan Panorama No. 24, kelurahan Kayo Kubu, kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi. Museum ini diresmikan oleh Mohammad Hatta, pada tanggal 16 Agustus1973. Museum yang memiliki koleksi ratusan senjata jaman perang ini terbuka untuk masyarakat umum  [ Wikipedia]

Museum Tri Daya Eka Dharma

3. Kebun Binatang Bukittinggi

Kebun Binatang Bukittingi tidak terlalu jauh dari Panorama, cukup berjalan kaki saja melewati Jam Gadang. Kebun Binatang Bukittinggi sangat ramai dikunjungi oleh pengunjung baik pada hari biasa maupun hari libur. Tampat yang cukup edukatif bagi si kecil dan keluarga. Harga tiket masuk Rp 8.000,-, jauh lebih murah dari Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Bandung Rp 15.000,-. Meskipun tergolong murah kualitas kebun binatang Bukittinggi sangat jauh lebih baik dari Kebun Binatang Bandung. In my opinion, Pemkot Bandung terlalu bersemangat ngebangun stadion daripada tempat rekreasi seperti kebun binatang. Ask you know, Stadion hanya rame pada satu hari tertentu dan menjadi tempat mejeng kuntilanak di hari lainnya.

Kebun Binatang Bukittinggi

4. Pasar Atas & Pasar Bawah

Pasar Traditional, tempat paling cocok untuk berbelanja macam-macam dan salah satu warung makan favorit keluarga saya ada di tempat ini. Tempat makannya warung kaki lima saja, tapi yang makan harus antri hahaha

Merugilah orang-orang Indonesia yang belum pernah ke Sumatra Barat

@arishms

[Java Trip] Check in Suramadu

Saturday, January 12th, 2013

Day 5-8| 24-27 des 2012

previous : http://arishms.com/2013/01/java-tour-3g-laut-jawa/

Suramadu

numpang narsis di jembatan suramadu

Day 5

Saya rasa cukup 4 hari untuk mutar-mutar Kota Surabaya + nyeberang ke Pulau Madura. Perjalanan yang cukup melelahkan tentunya sangat baik buat pijet. Harga pijet di Kota Pahlawan ini tergolong cukup ekonomis loh : Rp 50.000/1,5 jam dan hasilnya cukup oke.  Badan langsung seger dan tidurpun menjadi enak (re : bukan pijet mesum).

Day 6

Surabaya bukan kota yang baik untuk wisata kuliner, memang ada beberapa tempat makan yang cukup rekomendasi seperti ayam kampung geringging, warung wapo dan lainnya, akan tetapi jumlah dan variasinya tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan Medan, Jakarta apalagi Bandung. Pertama kalinya nonton film Indonesia di bioskop : Ainun dan Habibie.

Malamnya muter-muter gang dolly, sekedar pengen tahu dengan lokalisasi yang katanya terbesar di Asia Tenggara lalu lanjut ke Suramadu. Jembatan Suramadu temasuk kawasan tol berbayar, Rp 30.000 per sekali masuk. Bagaiamna mendapatkan foto diatas? anda harus berhenti dan berfoto dalam hitungan sepersekian menit. Secara aturan, itu sebuah pelanggaran karna berhenti di jalan tol dalam kondisi yang di sengaja, untuk berfoto pula. Jika masih penasaran, hati-hati sweeping petugas, bisa ditilang cuy. Ada beberapa cctv dibagian tengah jembatan.

Gelora 10 November

Sebagai fans bola, ga lengkap rasanya kalau ga foto di stadion ini

Day 7

Wisata lumpur Lapindo! begitulah bunyi tulisan-tulisan yang ada di seputaran bendung di kawasan lumpur Sidoardjo. Jika anda ingin menyaksikan fenomena lumpur aktif yang telah menenggelamkan beberapa desa, cukup naik tangga yang telah disediakan oleh beberapa oknum warga sekitar, tentunya anda harus membayarnya dengan dalih bantuan korban lumpur Sidoardjo. Lebih terkesan pemaksaan dan mahal! Rp 10.000/orang.

Day 8

Pertama kalinya ngeliat orang buang air besar di sungai untuk ukuran kota sebesar Surabaya, sangat banyak. Kondisi sungainya jauh lebih manusiawi daripada sungai kota Jakarta yang hitam dan pekat. Daerah disekitar sungai bahkan sudah streril dari pemukiman dan dijadikan lahan terbuka hijau. Salute

Take Off Surabaya

Juanda Airport

@arishms

[Java Tour] 3G Laut Jawa

Tuesday, January 1st, 2013

Day 4| 23 des 2012

previous : http://arishms.com/2012/12/java-tour-menjangan-besar-dan-menjangan-kecil/

Aris Ganteng

Siangnya, kita take off dari pelabuhan Karimun Jawa menuju Jepara. Untuk bisa foto kaya diatas sepertinya ga perlu beli tiket VIP yang harganya cuma beda dua puluh rebu dari tiket biasa. Cukup naik ke atas dek, mau duduk apa berdiri, silahkan aja, pastinya harus punya kamera buat foto-foto. Dek terbuka diatas ada fasilitas tempat duduknya meskipun terbatas dan tidak diperjualbelikan ( re : seharusnya). Kecepatan kapal dirasakan cukup aman untuk kondisi diatas.

Nahkoda Lombok

foto kenangan menjadi nahkoda kapal | Pelabuhan Lembar to Padang Bai | 2010

Aris - Karimun Jawa

Pemandangan seperti diatas hanya bisa dinikmati ketika masih di seputaran pulau saja, jika pulau tidak terlihat lagi kita hanya menikmati lautan tenang. Saya tidak melihat kawanan lumba-lumba berenang sepanjang perjalanan, berbeda dengan perjalanan melintasi Selat Lombok, kawanan lumba-lumba berenang mengikuti kapal kami, bahkan awak kapal terkadang menjaring mereka untuk dijadikan menu santapan kapal ( memori backpaker Bali-Lombok 2010)

3G! begitulah kondisi sinyal yang masih bisa dirasakan di atas Laut Jawa. Masih bisa update ” Lagi diatas laut nich ” hahaha. Dua kali check in di Karimun Jawa langsung dapet mayor foursquare. Kondisi sinyal 3G masih bisa dirasakan meskipun kapal cukup jauh dari daratan pulau, super sekali!

” Jangan Sampai Rasa Penarasan Anda Mengorbankan Nyawa Anda “

@arishms

next  : http://arishms.com/2013/01/java-trip-check-in-suramadu/

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant