Puncak Monas

Written on December 15, 2012 – 12:30 pm | by Aris Rinaldi | tags , , , , |

Aris-Puncak Monas

Naik….naik…. ke puncak Monas sungguh capek sekali (Jumat 7/12/2012)

Tepatnya, sehabis jumatan di Mesjid Cut Meutia. Saya bahas sedikit tentang mesjid ini. Mesjid Cut Meutia terletak di Jalan Cut Mutiah? nama jalan sama mesjidnya beda, padahal orang yang dimaksud sama, merujuk pada pahlawan nasional kita yang berasal dari Aceh, Tjut Meutia, beda lagi! Menurut pengamatan saya, mesjid ini cukup unik (ga berani bilang aneh takut didemo ormas sebelah). Mengapa? arah mesjid dan posisi kiblatnya berbeda, jika kita melakukan sholat, miring 45 derajat arah timur ( red : posisi timur laut). Jadi, pas immamnya melakukan khutbah jumat, posisi pendengar searah kiblat, miring gitu. Hmmm, mungkin dulu fungsinya sebagai bangunan biasa atau kantor mengingat struktur bangunannya lebih mengarah kantor daripada mesjid.

Selepas sholat dan menghabiskan dua posri nasi padang, kita lanjut perjalanan menuju Monas dengan berjalan kaki. Cuaca kota Jakarta emang cukup terik pada hari itu dan sepertinya biasanya. Trotoar cukup lebar tanpa ada hambatan PKL. Tumbuh-tumbuhan yang hidup di sekitar trotoar kurang tertata rapi, seharusnya ada pemangkasan berkala agar tidak mengganggu pengguna jalan trotoar. Jika dibandingkan dengan Taman di seputar Tugu Tani, cukup mencolok indahnya. Muncul pertanyaan, apakah ada data kualitatif dan kuantitatif jumlah tumbuhan/pohon yang ada pada troatoar di Dinas Pertamanan atau Dinas yang terkait dengan ini?

Monas memiliki beberapa pintu masuk, kali ini kita masuk melalui pintu seputaran dekat kandang rusa. Sedikit sekali simbol-simbol acuan untuk masuk ke kawasan puncak Monas. Kami harus memutarinya terlebih dahulu untuk menemukan pintu masuk menuju Puncak Monas. Acuannya patung yang ada disana, masuk ke bagian basement. Tentunya akan lebih mudah jika banyak papan petunjuk jalan menuju ke basement ini. Huff

Bukan kali pertama saya mengunjugi Monas, tapi pertama kalinya untuk naik puncaknya. Kita harus membeli karcis sesuai katergori  : Pelajar, Mahasiswa, Umum dan Asing. Cukup berguna sekali jika masih menyimpan kartu tanda mahasiswa, saya sudah mencobanya. Ada dua kali pembelian karcis :

1. Cukup 1 karcis, beli di basement jika kita hanya pingin melihat Meseum Monas yang berada di bagian bawah tugu ini. Isinya berupa gambaran visual kondisi dari masa pra sejarah sampai masa kemerdekaan. Saya beli tiket umum. rate Rp 5.000,-

2. Beli karcis lagi, jika kita ingin naik ke Puncak Monas. Ada loket tambahan yang menjual karcis untuk naik ke puncaknya. Tentunya sangat sayang sekali jika sudah masuk sejauh ini hanya menyaksikan museum saja. Saya beli tiket mahasiswa, rate Rp 5.000,- | pergunakan kartu mahasiswa dengan bijak ^^v

Kondisi fisik cukup terkuras mengingat sebelumnya saya habis pengambilan darah, makan nasi padang dan jalan kaki di kondisi terik. Ampas tebu, kita harus ngantri untuk naik ke puncaknya, sekitar setengah jam lebih waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke pintu lift yang akan membawa kita ke atas. Tolong jangan dibandingkan dengan Marina Sand Bays ataupun KLCC ya.

Aris-Antre Puncak Monas

Sesampainya di atas, angin semilir cukup segar dengan pemandangan Kota Jakarta yang tidak tertata rapi. Kita bisa menyaksikan Jakarta dengan menggunakan teropong yang tersedia gratis dengan kemampuan melihat yang terbatas pula. Mungkin perlu “insert coin” untuk bisa melihat kapal yang sedang mejeng di Tanjung Priok.

Aris-Teropong Monas

Gambar dan penjelasan yang adapun tidak update sesuai kebutuhan sekarang. Gedung-gedung baru yang tidak terlampir pada gambar yang ada. Mungkin saja penjelasan gambar yang ada lebih mengedepankan kepada bangunan historis, sampai sekarang saya tidak tahu pasti sejarah Monas dan berapa tingginya. Informasi itu tidak saya temukan disana, Apa tersembunyi kali ya?

Aris-Pemandangan Atas Monas

Aris-Pemandangan Atas Monas

Aris - Papan Penjelasan Monas

Kalau sudah naik keatas, jangan buru-buru turun ya. Nikmatin aja dulu pemandangan yang ada. Apalagi udah dari jauh-jauh dari desa, cuma ngetem 5 menit diatas, lama diantri pula. Salah satu kejadian unik adalah banyaknya pengunjung Monas yang menggunakan kain sarung, mau minta wangsit kali ya hihi

@ arishms

Short Trip Jakarta Again 7-8  Des 2012

 

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant