[Day 3] Take Off Singapura

Written on November 1, 2012 – 1:12 pm | by Aris Rinaldi | tags , , , , , , , , , |

previous : http://arishms.com/2012/10/day-3-nyasar-di-little-india/

Day 3 | 23 Oktober 2012 | Singapura

Setelah mendapatkan henna paste (typo hanna artikel sebelumnya), kita  lanjut ke Bugis Junction. Bugis Junction merupakan salah satu tempat shopping integrated  di Singapura. Namanya familiar bagi orang Indonesia, Bugis adalah salah satu suku bangsa Indonesia, tepatnya di Sulawesi. Suku Bugis terkenal sebagai suku yang gemar melaut, mungkin dulunya daerah ini merupakan daerah yang ramai dikunjungi Suku Bugis.

Tujuan kita ke tempat ini adalah bertemu dengan Yohan, teman lamanya Alver, sekaligus nyari DVD buat oleh-oleh (konon beli dvd asli di Singapura itu murah-murah) .  Karna sudah laper kita memutuskan makan siang di sini : Itacho Sushi. Harga sushinya avariatif mulai dari SGD 0,4 hingga puluhan dollar Singapura. Kita makan disini karna rekomendasi Anggi, setelah duduk-duduk liat menu ternyata tempat makan ini mengandung PORK!!!

Hmmm, gw memutuskan makan sake don aja + 2 sushi salmon bakar. Rasa salmonnya epic banget dah, segernya ga ketolongan. Pas itu salmon masuk mulut lo, sumpah lezaaat!!! Apalagi ternyata ga makan gratiss disini, efek travelmate yang pms kayanya muahahahaha

Setelah makan, kita keliling-keliling nyari toko dvd yang ternyata letaknya udah pindah, lumayan masih pindah lantai, hampir sejam juga T.T. Ketemu Yohan di toko dvd, menuju MRT to Changi Airport. Yohan adalah teman masa kecil Alver, sedari junior high school dia sudah menuntut ilmu di negeri Singa dan gelar Bachelor Sistem Informasinya pun di dapat di National Univercity of Singapura. Hampir 9 tahun lebih Yohan tinggal di negeri ini sementara keluarga besarnya masih di Jakarta. Banyak hal berubah dari Singapura, terutama sistem transporatasinya. Ask you know, sebenarnya doi pengen banget kuliah di Sipil Engineering. Banyak hal yang didiskusikan sembari perjalanan ke Changi.

Social Engineering, ini belum begitu familiar di Indonesia, simplenya gini deh, ada zebra cross di perempatan jalan, fungsinya buat penyeberang kaki dan bagaimana caranya orang bisa yakin dengan sadar bisa nyeberang disitu atau ketika lo harus belok kiri, lampu sign kiri juga harus nyala tanpa harus diklakson orang. Sekalinya budaya telah menjadi kebiasaan itu akan sangat sulit untuk dirubah . Bukannya kita harus membiasakan kebenaran bukan membenarkan kebiasaan?

Changi,  kita menemani Yohan makan di thaiexpress. Pertama kalinya masuk resto bernuasa thai, makanannya kurang familiar tapi termasuk super enak. Banyangin aja gambar diatas, singkong yang direbus super lembut, rasanya manis, dikasih cairan santan, kok bisa enak ya?. Chiang Mai Mango Blend, smooth and creamy mango blend hihihi . Terima Kasih Yohan & Goodbye Singapura .

Tips :

– Kartu EZ link bisa dijadikan marchendise, masa berlaku 5 tahun

– Bawa duit SGD 150 cukup buat 3 hari, masih ada sisa SGD 30-an

– Oleh-oleh umumnya coklat, gantungan kunci atau yang ada simbol singapuranya

next : http://arishms.com/2012/11/day-3-welcome-malaysia/

@arishms |  @alventurous

 

 

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant