[Bandung Museum] Museum Konfrensi Asia Afrika

Written on November 17, 2012 – 12:10 pm | by Aris Rinaldi | tags , , , , , |

Lokasi : Cek fhoto ^

Harga :  Sepertinya Gratis

Jadwal Buka : Hari senin-kamis atau sabtu-minggu | jumat dan  libur nasional tidak buka | ada pengumuman juga | mention @AsiAfricaMuseum

Review :

Konferensi Asia–Afrika (KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri IndonesiaSunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Cina dan Amerika Serikat; keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.

Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung, yang berisi tentang “pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia”. Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru.

Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961. [wikipedia]

Museum ini cukup historical mengingat Konfrensi Asia Afrika I diadakan di tempat ini. Bahkan pembangunan Tol Cipularang harus dikebut pengerjaannya  untuk mempermudah akses peringatan Konfrensi Asia Afrika ke 50 di Kota Bandung. Gedungnya tidak mengalami perubahan semenjak pertama kali dibangun, Kawasan Asia Afrika Bandung cukup terkenal sebagai kawasan heritage.

foto tempo doeloe | source fhoto : wikipedia

fhoto masa kini 16/11/2012

Salah satu gedung bersejarah di Jalan Asia Afrika Bandung

Sepertinya  karna hari jumat dan cuti bersama museum-museum di Kota Bandung tidak buka, padahal long weekend waktu yang cukup pas untuk berwisata, baik alam maupun sejarah seperti mengunjungi museum. Selamat mencoba di hari lainnya

“semasih mahasiswa saya pernah jalan kaki dago-museum konfrensi asia afrika, fhoto hunting”

info tambahan museum lainnya :

4. Museum Sribaduga | Jl. B.K.R. No. 185 Bandung 40243 | Telp. (+62.22) 521 0976 | Email. (+62.22) 522 3214

5. Museum Zoologi | Jl. Kebun Binatang No. 6 Bandung-40132 | Telp. (+62.22) 250 2770

6. Museum Kereta Api Bandung | Jl Dayang Sumbi | Dekat ITB

7. Museum Mandala Wangsit Siliwangi | Jl. Lembong No. 38 Bandung 40122 | Telp. (+62.22) 420 2293| Email. (+62.22) 420 3393

8. Museum Barli | Jl. Prof. Sutami No. 91 Bandung 40152 | Telp. 022-2011898

Moda : Base Point Dago Kalapa-Dago

 previous : Museum Pos Indonesia

@arishms | casual traveller

Bandung 16 November 2012

 

Related Posts

Put your related posts code here

  1. 2 Responses to “[Bandung Museum] Museum Konfrensi Asia Afrika”

  2. By Ghani on Nov 17, 2012 | Reply

    saya waktu sd kelas 5-smp sering ke sini jalan kaki dari sekolah…dulu ada perpusatakaan daerah jawa barat di sisi lain gedungnya.
    Keren2 koleksinya. Banyak komik. Sayang sekarang udah ga ada 🙁

  3. By Aris Rinaldi on Nov 17, 2012 | Reply

    @ghani : informasi yang menarik ghan
    aku belum pernah masuk ke gedung KAA-nya, baru sebatas foto-foto dari luar saja

    kemarin sempat makan eskrim di sumber hidangan,
    suasana gedungnya jadul habis, tulisan di toieltnya ” kamar ketjil ” lol

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant