Archive for November 5th, 2012

[Day 5] Pulang Kampung Nih

Monday, November 5th, 2012

previous : http://arishms.com/2012/11/day-4-pusing-pusing-kuala-lumpur/

Day 5 | 25 Oktober 2012 | Malaysia

Hari terakhir kita backpakeran, ga kerasa udah 5 hari terlalui. Saat saya turun untuk breakfast, Alver sedang asyik menikmati breakfast dengan Harada-San. Beliau juga balik hari ini ke Osaka dengan penerbangan pukul 14.xx sementara kita pukul 16.xx. Harada-San meminta kita untuk pergi bareng ke KL Sentral. Janjian 10.30 ketemu di lobby.

Meskipun singkat, banyak hal inspirasi yang bisa didapat dari bule Jepang ini. Saat kita menuju lobby, Harada-San telah menunggu kita dengan ransel yang super gede. Dia juga bercerita bahwa tasnya tersebut cukup besar dan berat. Perjalanan dari hostel menuju KL Sentral cukup melelahkan baginya.

Marriage?

Kata-kata tersebut membuat saya sedikit tertawa, mengapa? Harada-San mengira Saya dan Alver adalah pasangan suami istri. Percakapan ini terjadi saat kita jalan keluar dari station monorel KL Sentral menuju bagian dalam gedung. Dia melihat tangan saya memakai cincin sembari menanyakan “marriage?” dengan pronounciation Jepangnya. Awalnya saya bingung tapi dia menggunakan body languange dan Alver pun sontak terkejut. Kita berdua pun berusaha menjelaskan bahwa kita bukan pasangan suami istri apalagi divorce hahahaha. “We are closed friend in college and same major ” begitu timpal saya.

Kita dan Harada-San berpisah di KL Sentral, dia mencari oleh-oleh untuk sanak familinya di Jepang sana. Tempat ini menawarkan berbagai macam oleh-oleh seperti coklat, post card, gantungan kunci dan marchendise berbau Malaysia lainnya. Jika ingin membeli marchendise dengan logo Pertonas, sebaiknya beli di KLCC. Lebih murah dibanding dengan harga di KL Sentral. Jikapun tidak sempat dapat saja membeli buah tangan di Bandara.

Setelah kita putar-putar area KL Sentral, kita lalu menuju bawah. Lokasi KLIA Express ada di lantai bawah, mirip-mirp dengan MRT. Perjalanan dari KL Sentral menuju KLIA dapat ditempuh dengan waktu 28 menit. Lebih pasti dibandingkan menggunakan bus atau taxi, price can’t lie.

Sepertinya kita kecepatan sampai KLIA, counter Lion Air belum open untuk bagasi. Belanjaan Alver super banyak sehingga doi harus memasukkan tas sandangnya ke bagasi agar tidak keberatan. Belum makan siang, kita menyempatkan makan di KFC Malaysia di Bandara. Rasa penasaran saya pun terbayarkan, saya sempat ngiler ketika melihat dua orang Malaysia  makan chicken rice MCD di KLCC Park. Menu KFC super lengkapnya pun lebih murah dibandingkan makan di A&W Bandara Soetta.

Grogi Sama Nur Azizah!!!

Setelah makan, kita lanjut ke counter Lion Air untuk mengambil boarding pass. Pakai skytrain menuju terminal keberangkatan, sampailah pada pengecekan imigrasi. ” Selamat Pagi ” begitu kata saya, ” Pagi? Ini sudah petang dong ” sambutnya dengan logat Malaysia sedikit Jakarta sembari berusaha akrab. Wajah Melayu oriental yang ” subhanallah ” sedikit banyak membuyarkan konsentrasi saya. Doi pun mengucapkan selamat kurban kepada saya ( re : 26 oktober 2012, idul adha). Naas bagi Alver, sepertinya si Nur Azizah kepo, doi menanyakan apakah saya pacarnya Alver muahahahaha

Bea cukai Malaysia cukup ketat juga, kali ini saya ketemu dengan bea cukai fans Barca. Saya harus bolak-balik untuk meletakkan phone dan kamera saya yang berbunyi ketika memasuki xray. Overall ramah, bahkan dia ngajak ngobrol panjang lebar tentang hasil liga champion semalam sementara saya harus mengemas barang-barang saya. Malaysia emang gila bola kali yaaa….

flight to jakarta

Note :

– Cairan diatas 100ml harap masuk ke bagasi, bea cukai cukup ketat

– Sesuaikan waktu penerbangan dengan kondisi lokal

@arishms |  @alventurous

[Day 4] Pusing-Pusing Kuala Lumpur

Monday, November 5th, 2012

previous : http://arishms.com/2012/11/day-3-kl-sentral-bukit-bintang-rainforest-bed-breakfast/

Day 4 | 24 Oktober 2012 | Malaysia


Seperti biasanya, saya dan Alver tidak bangun terlalu pagi. Setelah bersih-bersih kita turun untuk breakfast. Sesuai dengan nama hotelnya, Rainforest bed and breakfast, sarapan pagi yang disediakan cukup menggiurkan. Pantrynya terintegrasi dengan ruang tv dan internet di lantai bawah. Lumayan minum susu segar + roti bakar. Tersedia juga pisang dan semangka, jika di Indonesia saya jarang melihat breakfast yang ada pisangnya, enelan…

Target kita hari ini adalah belanja di Bukit Bintang, kebetulan Alver mau borong-borong barang di sini ( <–bahasa Malaysia kayak gini ga ya ). Sehabis mendapatkan pakaian di H&M Bukit Bintang kita lalu menuju KL Sentral by monorel. Kita mau beli  tiket KLIA express buat tujuan KLIA besok, antisipasi agar tidak terjebak macet di negeri orang. Harga tiket RM 35 bisa dipakai kapan saja selama 1 tahun, tentunya sekali pakai. Kalau mau lebih murah, bisa saja dengan menggunakan bus.

Lanjut perjalanan menuju KLCC dengan menggunakan monorel. Niatnya mau ke Batu Caves, tapi kawatir ga boleh masuk kesana karna si Alver lagi PMS. Wisata di KLCC kita rasa sudah cukup, banyak hiburan yang bisa didapat disini loh, mau yang bayar ataupun yang gratis. Sesampainya di MRT KLCC, kita lanjut jalan-jalan di Suria KLCC, integrated mall yang cukup luas.

Jika hendak menikmati makan siang, jangan lupa mampir ke little penang kafe. Jalan-jalan tentunya butuh makan dan minuman yang oke dong, anggap saja pelampiasan karna kerja di dalam hutan wkwkwk

Menu yang ditawarkan cukup variatif dan tentunya rasanya lezaat, harga nya juga cocok untuk Backpaker. Total kita makan disini  dengan menu prawn mee + lam mee + ice kacang + chinese tea ice : RM 33,75 ( masih ada bonnya)

Sehabis makan, sekitar pukul 14.xx kita lanjut lagi putar-putar Suria KLCC dan singgah di Petronas Art Galery. Letak di lantai 2 Suria KLCC dengan harga RM 0. Di sini kita bisa menikmati hasil karya para pelukis-pelukis ternama  dan rekam jejak sejarah Malaysia. Putra-putri Malaysia juga sudah ditanamkan jiwa seni sejak dini, saya melihat mereka sedang melukis dengan bimbingan seniman di tempat ini.

Menjelang sore, kita keluar Suria KLCC untuk menikmati pemandangan out door KLCC Park, taman super indah yang ada di tengah bangunan yang megah. Cocok sebagai tempat bermain bagi keluarga dan refreshing bahkan banyak orang yang olahraga lari di taman ini.  Sama seperti di Singapura, mereka tidak peduli orang lalu lalang di tempat ini, yang penting mereka sehat ( <–sulit ditemui di Republik Indonesia).

Kita istirahat di KLCC Park sambil menikmati irama air mancur, pada jam-jam tertentu misal jam 20.00, irama air mancur akan mengikuti lagu yang diputar, pastinya sangat indah untuk dinikmati apalagi gratis buat turis yang tidak menyumbang pajak seperti kami ini!! Disini saya banyak melamun, tertegun tenang sembari menerawang keadaan negara asal saya, sorry ya ver haha

Sekitar pukul 17.xx kita memutuskan menuju bagian depan Petronas untuk mengambil beberapa foto kenangan, lebih baik diambil pada saat malam hari sih, efek lampu-lampu yang ada tentunya akan membuat hasil jepretan semakin oke. Hujan pun turun, lalu kami masuk kembali ke Suria KLCC sembari menuggu hujan reda. Selepas Isya hujan pun reda. tada…

Pukul 20.xx kita memutuskan pulang ke hostel, sembari menuggu hujan tadi saya hanya makan canai saja, lapeer. RM 4 KLCC-Bukit Bintang, tunggu dulu!!! Ada kejadian unik disaat kondisi badan capek pula. Asumsi kita, dengan koin magnet seharga RM 4 kita bisa mencapai Bukit  Bintang tanpa harus merogoh kocek lagi ternyata hampir salah. Kami turun di Dang Wangi  untuk interchange ke Bukit Nanas, ini jarak terdekat ke Bukit Bintang. Jika kami exit disini, ternyata koin kami akan tertelan meskipun saldo kami lebih.

Pikir-pikir, ada 3 opsi : kita exit via Dang Wangi lalu beli koin baru pura-pura ga malu, turun di KL Sentral tetap beli koin dan jarak jauh atau ikutin kata petugas berhenti di Station Mesjid Jamek. Entah mengapa naluri saya mengatakan opsi yang 3. Saya melihat raut wajah letih di muka travelmate saya, disatu sisi saya tidak boleh menunjukkan wajah yang sama.

Naik Monorel di  KLCC- Turun di Dang Wangi- Naik lagi dan turun di Mesjid Jamek – Interchange | Ganti Line turun di Station Hang Tuah-Interchange | Ganti Line turun di Bukit Bintang

Dengan opsi diatas kami tidak perlu membeli koin lagi. Yeahh!!!

Menarik dan melelahkan

Note :

– Mcd nya Malaysia lebih enak dan murah di banding Indonesia, Ga ada jual nasi

– Jika bingung, mending nanya. Mumpung bahasanya Melayu

– Lebih baik bawa payung kali-kali rainy season, bisa minjem di  hostel

– Mandi dengan air panas adalah opsi yang menarik buat backpakeran

next : http://arishms.com/2012/11/day-5-pulang-kampung-nih/

@arishms |  @alventurous

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant