Alasan Paling Keren Resign Dari Pekerjaan

Written on October 19, 2012 – 11:24 am | by Aris Rinaldi | tags , , , , , , , |

salah satu cara mengatasi mati gaya adalah menghubungi teman. teman apa saja, bisa jadi teman kerja di kantor, teman masa bocah, teman gaul atau biar sensasinya tidak klise bisa dengan calon teman. ketika dunia sudah terhubung, semua memungkinan untuk hal itu.
malam itu ketika browsing aku melihat di sudut kanan bawah layar nama dia, temanku di sana dengan tanda ikon hijau yang menyala. aku sengaja menyapanya, kemudian ia bercerita.
ia baru saja mengirimkan email resign. bulan depan ia tak bekerja lagi. mau pindah kemana tanyaku. tidak pindah kemana-mana, jawabnya. terus apa rencanamu selanjutnya? belum ada.
jawaban-jawaban itu mengisyaratkan sebuah keputusasaan atau depresi karena terus menerus ditolak pacar. bukankah di tempat kerjanya saat ini sudah cukup nyaman. perusahaan ternama dengan reputasi bagus di media sosial? lalu apa yang dia cari? gaji yang lebih tinggi?
bukan. alasan dia memutuskan berhenti bekerja tidak seperti yang dilakukan orang kebanyakan. biasanya orang resign karena beberapa alasan misalnya memperoleh tantangan degan tawaran reward yang lebih dari tempat lain. alasan lain tentu saja kenyamanan. selain jadwal kerja, atau lingkungan pertemanan dengan rekan kerja atau mungkin malah dengan atasan yang tidak ada kecocokan atau bisa jadi karena ada gebetan dan ada pelarangan menikah dengan co-worker.
namun ia memutuskan resign bukan karena itu semua itu. gaji sangat memadai dengan kompetensi yang dia punya. dia orang yang cukup menarik, sehingga peluang menebar konflik cukup nol persen. orangnya smart, kemungkinan kecil dia tidak bisa menghandle apa yang dia hadapi.
lalu apa yang menyebabkan dia memutuskan tidak bekerja?
kemudian aku mendesaknya, menginterogasinya dan sukses. begini dia mengaku, “aku ingin berhenti saja. aku ingin mengikuti kata hati yang selama ini terabaikan: menulis dan memotret. semakin lama aku menjadi pekerja, semakin jauh aku bisa melakukan apa yang sesuai passionku. hidup hanya sekali, tak bisa diulang. sementara waktu terlalu singkat dan tak bisa dibeli dengan apapun ”
dia seperti menunjukkan keyakinan, keberanian, percaya diri dan tidak menghawatirkan masa depan. ketika aku tanya bagaimana dia akan survive di jakarta yang menurut para perencana keuangan harus mempunyai tabungan minimal 6 bulan gaji? dia menjawab santai, aku merasa tak perlu banyak uang. kalau kita fokus dan hasilnya bagus, pasti uang akan mengikuti. kalau tidak dan duit habis ga bisa makan, mungkin baru nyari kerja lagi.sesimple itu.”

Read more: http://fanabis.blogdetik.com/2012/10/19/alasan-paling-keren-resign-dari-pekerjaan/#ixzz29iQsUFGm

 

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant