7 Orang Indonesia yang Berprestasi di Luar Negeri Namun Masih Sangat Mencintai Indonesia

Written on October 3, 2012 – 10:43 am | by Aris Rinaldi | tags , , , , , , |

1. Prof Nelson Tansu. Ph,D
(Seorang peraih gelar Profesor termuda di Amerika dan pakar Teknologi Nano serta Optoelektronika).
Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya “pulang ke Jepang” untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan memilih untuk tidak menjadi warga negara Amerika Serikat.

2. Andre Surya
(Seorang Digital Artist dan Special Efect dalam film Terminator, Iron Man, Star Trek, Transformer)
Lahir pada 1 Oktober 1984 di Jakarta, Andre yang hobi main bola ini mempunyai ketertarikan di bidang 3D. Ia pun memulai mempelajari computer graphic sejak awal SMA, ilmu yang bakal berguna bagi masa depannya sebagai seniman divisi Industrial Light and Magic (ILM) di Lucasfilm Singapore. Selulus SMA, ia melanjutkan sekolah dengan mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Tarumanegara (Untar). Hanya mengenyam bangku kuliah di Untar selama setahun, Andre lantas melanjutkan sekolah film Vanarts di Vancouver, Kanada, guna mengambil diploma di bidang Film and Special Effects.

3. Yolanda “Yo” Santoso
(Seorang Branding & Motion Graphic untuk Zack Snyder’s 300, Ugly Betty, Herbie Fully Loaded, The Triangle, Desperate Housewives, dan Hulk. Dia juga dinominasikan untuk 3 Emmy Award)
Yolanda Santosa wanita kelahiran Jakarta, Februari 1978, sejak duduk di bangku Sekolah Dasar Don Bosco Jakarta, selalu unggul di bidang seni. Saat pindah ke Singapura mengikuti orang tuanya, ia bersekolah di Opera Estate Primary School dan Katong Convent Secondary School di Singapura. Pada tahun 1995, kuliah di Art Center College of Design, Los Angeles. Setelah lulus kuliah, Yo sempat bekerja di perusahaan desain yU+co. Di sana ia memenangi tender untuk membuat film title, main title, opening show film serial televisi yang populer di AS, yaitu Desperate Housewives (2004), The Triangle (2005), dan Ugly Betty (2006). Dari ketiganya itulah pula Yo dinobatkan sebagai nominator pada Emmy Award untuk Outstanding Main Title Design selama 3 tahun berturut-turut dari tahun 2005 s/d 2007.

4. Henricus Kusbiantoro
(Seorang desainer logo yang mendesain logo America Super Bowl 2011, The Emmy Award, Samsung Beijing Olympic 2008, FIFA World Cup, Japan Airlines dan banyak lagi).
Kecintaannya pada desain logo mengantarkan dirinya menjadi desainer logo kelas dunia. Sejumlah penghargaan internasional telah berhasil diraih pemuda kelahiran Bandung, 1973 ini. Waktunya kini lebih banyak dihabiskan di New York, AS, untuk bekerja sebagai Design Director di Siegel+Gale. Lulus dari ITB pada 1997 dengan predikat Ganesha Award sebagai penghargaan untuk mahasiswa terbaik Seni Rupa, Henricus menjatuhkan pilihan pada studio grafis terkemuka LeBoYe milik Hermawan Tanzil sebagai tempat untuk berkarir pertamanya. Ketika tanah air diguncang krisis yang berakibat pada kerusuhan pada 1998, Henricus memeroleh beasiswaa paruh dari ASIA Help (IIE Foundation) untuk meneruskan pendidikan desain grafis di Pratt Institute, Brooklyn, New York.

5. Oki Gunawan
(Seorang Peneliti dan Inovator di bidang Teknologi Semikoduktor di IBM, New York).
Salah satu dari lima siswa kita yang ikut Olimpiade Fisika Internasional ke-24. Dalam kompetisi tersebut, lulusan SMAN 78 Jakarta (1990-1993) ini meraih medali perunggu. Sejak itu, prestasi dan pencapaian terbaik di kancah internasional tampaknya selalu menjadi bagian hidup Oki. Sejak 2007, peraih AT&T Leadership Award, Amerika Serikat (2000) dan IBM Patent Challenge Award dengan predikat Honorable Mention (2010) ini tercatat sebagai anggota staf IBM T. J. Watson Research Center yang berkantor di New York.

6. Dr. Yanuar Nugroho
(Seorang dosen dan peneliti di Manchester Institute Of Inovation Research dan peraih Hallsworth Fellowship 2010)
Yanuar Nugroho, MSc (UMIST, UK) adalah pendiri dan kini menjadi Sekretaris Jenderal dan peneliti di Uni Sosial Demokrat (UNISOSDEM) Jakarta. Dia juga mengajar di Jurusan Teknik Industri di Universitas Trisakti Jakarta, saat ini pun bertanggungjawab untuk merintis pendirian perguruan tinggi baru di Solo yaitu Universitas Sahid Surakarta dan juga tetap menjadi konsultan bagi Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (PUSDAKOTA) di Universitas Surabaya. Dia dikenal luas sebagai konsultan, moderator dan fasilitator dalam pertemuan dan lokakarya berbagai LSM di Indonesia. Dia memusatkan penelitian dan karya akademik-organiknya pada implikasi sosial (dalam hal ini: kebijakan publik) dari teknologi informasi dan komunikasidan sistem pasar global. Dia mengambil kekhususan perhatian pada “Analisis Sosial” sebagai salah satu basis aktivitasnya.

7. Prof Dr. Khoirul Anwar (Seorang pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis Orthogonal Frequency Division Multiplexing atau OFDM dan bekerja di Institute of Science and Technology, Jepang)
Satu lagi peneliti Indonesia yang telah menorehkan prestasi di kancah internasional. Dia adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar, penemu dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Temuannya ini kemudian mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang.

Data diolah dari berbagai sumber.

 

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant