Masjid Islamic Center Samarinda

Written on September 15, 2012 – 2:08 pm | by Aris Rinaldi | tags , , , , , , , , , , |

Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal.[rujukan?] Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.

Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun iman -wikipedia-

Salah satu kegiatan dalam Tour de Balikpapan-Samarinda adalah mengunjungi Masjid Islamic Center Samarinda. Awalnya saya belum mengetahui bahwa Masjid ini terbesar ke 2 Se-Asia Tenggara. Selasa Malam (11/09/2012), saya menyempatkan diri mengunjungi masjid ini sehabis mengunjungi pasar malam Samarinda di Jl Benggaris. Tidak begitu germerlap lampu, tapi ukurannya cukup besar. Wew!

Rabu Pagi (12/09/2012), saya mengunjungi kembali masjid ini, dan ternyata memang besar (  red : malem kemaren agak kurang wah deh ). Karna agak narsis, maka saya menyempatkan foto-foto di masjid, buat kenang-kenangan juga sih sebenarnya. Suasananya mengingatkan suasana masjid-masjid di semanjung malaya dan mediterania. Agak kesusahan juga ketika mengambil foto dengan kamera poket saya, mengingat untuk mengambil foto dengan latar belakang mesjid yang full itu harus dilakukan secara berulang-ulang dan postur kelihatan seperti semut di kejauhan.Gambar terlampir

Jadi teringat suasana Masjid Raya Medan dan yang bikin lucu bagi saya bahwa Masjid Islamic Center Samarinda terletak di Jalan Anggi, baru denger ada jalan dengan nama Anggi hahaha

 

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant