Archive for February, 2012

Ulil Abshar Abdalla, Selingkuh?

Thursday, February 23rd, 2012

sepertinya orang ini bakal masuk penjara deh? ;p

That’s Simple To Be Changes!

Thursday, February 23rd, 2012

Want to do something for the earth? Share this image further and show the world a mirror.

 

follow this  : http://www.facebook.com/the.earthian.wipro

” Born To Be Wild ” Poulerkan Indonesia

Thursday, February 23rd, 2012

akarta – Indonesia sebagai habitat tunggal spesies primata Orangutan menarik perhatian produser film Amerika Serikat.

Salah satu produser film terbesar dunia Warner Bros dan Imax mendanai pembuatan film karya sutradara asal Amerika Serikat David Lickley, yang membuat film dokumenter tentang Gajah Kenya dan Orangutan yang populasinya terus menurun dan terancam punah. Naskah film yang dibuat Drew Fellman, dinarasikan apik oleh aktor Hollywood peraih Oscar tahun 2005, Morgan Freeman.

Film ini dibintangi oleh dua peneliti binatang langka yakni, Daphne Sheldrick peneliti Gajah Kenya, dan Birute Galdikas, wanita asal Kanada peneliti Orangutan.

Birute menghabiskan 40 tahun waktunya di Kalimantan untuk meneliti dan menyelamatkan Orangutan dari kepunahan.

Film dokumenter yang mengambil lokasi gambar di hutan pedalaman Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dan hutan tropis Kenya, mengisahkan dua peneliti tangguh yang menyelamatkan dua hewan langka dari kepunahan.

Film yang diluncurkan perdana di Amerika Serikat pada 8 April 2011 ini, baru diputar perdana di Indonesia pada Senin (20/2/2012) malam ini dan disaksikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

SBY merasa tersentuh dengan film dokumenter tersebut. “Bagus sekali, menyentuh, mudah-mudahan yang nonton tergerak dan kita bisa menjaga kelestariannya,” ujar SBY usai menonton film berdurasi 45 menit ini, di Teater Imax Keong Mas, TMII, Jakarta, Senin (20/2/2012).

Peneliti Orangutan sekaligus pemeran utama dalam film ini Birute mengharapkan, dari film berkualitas yang telah dibuat ini, mampu membangkitkan kesadaran yang tinggi dari seluruh manusia yang peduli akan kelestarian alam. “Harapan saya awarnes terhadap Orangutan meningkat,” kata dia usai pemutaran film. [gus]

Sumber

Awareness : Joshua Bell True Story

Tuesday, February 21st, 2012

A man sat at a metro station in Washington DC and started to play the violin; it was a cold January morning. He played six Bach pieces for about 45 minutes. During that time, since it was rush hour, it was calculated that 1,100 people went through the station, most of them on their way to work.

Three minutes went by, and a middle aged man noticed there was musician playing. He slowed his pace, and stopped for a few seconds, and then hurried up to meet his schedule.

A minute later, the violinist received his first dollar tip: a woman threw the money in the till and without stopping, and continued to walk.

A few minutes later, someone leaned against the wall to listen to him, but the man looked at his watch and started to walk again. Clearly he was late for work.

The one who paid the most attention was a 3 year old boy. His mother tagged him along, hurried, but the kid stopped to look at the violinist. Finally, the mother pushed hard, and the child continued to walk, turning his head all the time. This action was repeated by several other children. All the parents, without exception, forced them to move on.

In the 45 minutes the musician played, only 6 people stopped and stayed for a while. About 20 gave him money, but continued to walk their normal pace. He collected $32. When he finished playing and silence took over, no one noticed it. No one applauded, nor was there any recognition.

No one knew this, but the violinist was Joshua Bell, one of the most talented musicians in the world. He had just played one of the most intricate pieces ever written, on a violin worth $3.5 million dollars.

Two days before his playing in the subway, Joshua Bell sold out at a theater in Boston where the seats averaged $100.

This is a real story. Joshua Bell playing incognito in the metro station was organized by the Washington Post as part of a social experiment about perception, taste, and priorities of people. The outlines were: in a commonplace environment at an inappropriate hour: Do we perceive beauty? Do we stop to appreciate it? Do we recognize the talent in an unexpected context?

One of the possible conclusions from this experience could be:

If we do not have a moment to stop and listen to one of the best musicians in the world playing the best music ever written, how many other things are we missing?

Gelar Budaya Aceh 2012

Monday, February 20th, 2012
Tema dari GBA 2012 adalah “Jeumpa” yang difilosofikan sebagai semangat tiada mati yang akan disajikan dalam acara ini, persis seperti Bunga Jeumpa yang tetap menebar keharumannya meski telah layu.
Tujuan utama GBA 2012:
1.      Memperkenalkan budaya Aceh kepada masyarakat umum,
2.      Mengingatkan kembali nilai-nilai budaya Aceh kepada orang-orang Aceh yang tinggal di sekitar Bandung
3.      Meningkatkan motivasi dan semangat masyarakat untuk menjaga budaya
Rangkaian Acara GBA 2012 terdiri dari :
1.    Pra Event
Pra event merupakan acara awal yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Gelar Budaya Aceh 2012.
Acara pra event yang akan dilaksanakan adalah pelatihan tari Ratoh Duek bagi seluruh mayarakat Bandung pada umumnya dan masyarakat ITB pada khususnya.
Waktu
Pelatihan : 1-29 Februari 2012
Penampilan : Jumat, 2 Maret 2012
Tempat
Pelatihan : Selasar TVST, Selasar Oktagon, Selasar
FMIPA lt.2, Selasar Elektro Lt.2
Penampilan : Lapangan Cinta, Boulevard ITB
Target Peserta
300 orang
 
Pendaftaran Pra Event GBA 2012 akan dimulai sebentar lagi!
Pendaftaran bisa dilakukan via :
1.       Online/web : http://uka.itb.ac.id/gba2012 (2-27 Januari 2012)
2.       On the spot : Boulevard ITB (25-27 Januari 2012)
Biaya pendaftaran sebesar Rp 80.000,- (+kaos penampilan, cd tutorial saman dan sertifikat). Hasil pelatihan ini nantinya akan dipentaskan saat Pameran Budaya GBA 2012 (2 Maret 2012). 
2.    Pameran Budaya
Pameran budaya merupakan acara yang menampilkan ragam kebudayaan Aceh yang disajikan dalam stand-stand serta penampilan tarian para peserta yang telah berlatih selama pra event. Tujuan dari pameran ini sendiri ialah untuk memperkenalkan sekaligus menyegarkan kembali ingatan kita semua mengenai kebudayaan Aceh dan produk dari kebudayaan Aceh itu sendiri.
Waktu
Jumat, 2 Maret 2012
Tempat
Lapangan Basket ITB dan Lapangan Cinta ITB
3.    Pagelaran
Pagelaran yang menjadi puncak dari rangkaian acara Gelar Budaya Aceh 2012 akan membabar sebuah kisah perjuangan Cut Nyak Dhien yang akan mewakilkan semangat Aceh. Dalam pengemasan kisah ini, Gelar Budaya Aceh 2012 akan berkolaborasi dengan beberapa unit seni budaya ITB maupun sanggar kebudayaan lainnya.
Waktu                                  : Sabtu, 3 Maret 2012
Tempat                               : Auditorium Sasana Budaya Ganesha
 
Acara beserta tujuan yang tersirat di dalamnya ini tidak akan dapat diwujudkan tanpa adanya dukungan dari abang2, kakak2 dan teman2 semua. Untuk itu, kami mohon segala bentuk doa kebaikan dari keluarga besar UKA agar acara beserta tujuan yang tersirat di dalamnya ini dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih 🙂 
——————————————————————————————————————-
Contact person 
Muhammad Ichsan : 0856 9229 5020
Sayid Tarmizi : 0852 7708 5811
Media Publikasi Online
Twitter : @GBA_2012
FB : Gelar Budaya Aceh
Web : http://uka.itb.ac.id/gba2012

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant