Tanggapan Mantan Presiden KM ITB 09/10 Terkait Aksi Demo di Ganesha 14/12/10

Written on December 15, 2011 – 8:58 am | by Aris Rinaldi | tags , , , , , , |

Saya ingin menguatkan apa yang adik saya Tizar Bijaksana telah sikapkan. KM ITB memilih tidak ikut aksi bukan karena KM ITB Banci atau Apatis. Justru KM ITB sangat peduli dgn bangsa, sangat peduli dengan perubahan, sangat peduli tentang kemandirian Indonesia di Masa Depan.

Kita punya sikap, kita berduka untuk kepergian Sahabat kita Sondang Hutagalung, tetapi kita tidak akan mengisi kepergian beliau dengan aksi aksi dan aksi di jalan saja. Itu tidak akan mengubah keadaan.

KM ITB juga tidak akan “aji mumpung” beken dengan ikut secara latah aksi kepergian Sahabat Sondang Hutagalung, kami menghormati beliau, oleh karena itu kami tidak akan “menunggangi” kepergian beliau.

Percayalah Rakyat Indonesia, kami sedang dan selalu berusaha membuat perubahan di negeri ini. Agar Indonesia menjadi negeri yang layak untuk dihuni oleh seluruh rakyat nya.

AKU CINTA INDONESIA
KM ITB MILIK SEMUA
MARI KITA BUAT INDONESIA TERSENYUM
BERGERAK BERSAMA RAKYAT
KM ITB YANG ASIK

Itulah mimpi-mimpi besar yang pernah ditorehkan di tuliskan di kampus Ganesha !

Atas Nama Pribadi dan sahabat-sahabat keluarga besar ITB yang mendukung Sikap Presiden KM ITB Tizar Bijaksana atas Kebijaksanaanya. Salut untuk ketegasan kalian Mahasiswa ITB !

Ridwansyah Yusuf Achmad
Presiden KM ITB 2009-2010

berita tambahan :

Notulensi Forum Masa KM ITB Rabu,14 Desember 2011 19.15-21.00

Aksi organisasi2 ekstra kampus(kita singkat saja organ),sudah d ketahui km sehari sebelumnya namun dari kabinet sendiri tidak mempublikasikannya ke lembaga2 karena menganggap bahwa aksi tersebut berupa aksi kepedulian semata terhadap alm.sondang,tidak ada aksi yang menyentil itb. Organisasi yang mengikuti aksi ini adala: hmi,gmni,pmii,dll.

Sehari sebelumnya Organ meminta kepada KM ITB agar diadakan forbas di dalam kampus ITB,jadi nanti mereka pengennya anak ITB ngeliat aksi mereka,tetapi pada malam itu organ2 tersebut hanya menjelaskan teknis,tdak jelas konten dan follow upnya,sehingga sikap km: sepakati dulu konten dan tujuannya baru kita adakan aksi. Selain itu KM mempertimbangkan tentang harus adanya izin dari LK dan lain2 terlebih dahulu dalam penggunaan fasilitas ITB,apalagi oleh pihak luar. Dinilai terlalu lama,organ tersebut langsung melakukan aksi di kampus itb rabu jam 14.00 sampe selesai.

Kampus diduduki mahasiswa 100 orang,dari jaket almamater diperkirakan mereka berasal dari unisba,unpas,telkom,unpad widyatama,unla,lpkia,itb(1orang),Masa organ2 tersebut bukan berasal dari bem kampus kecuali dari unisba dan unpas, awalnya yang diangkat oleh organ2 tersebut adalah: keprihatinan terhadap kondisi bangsa namun ternyata kontennya lebih banyak menyentil itb yg dianggap tidak pduli bangsa,karena itb tidak mau melakukan aksi solidaritas untuk alm.sondang. Bahkan organ2 tersebut meminta presiden KM ITB untuk maju dan menyerahkan celana dalam dan pembalut sebagai simbol keprihatinan mereka terhadap KM ITB.

Analisis kepentingan dan politik dr km:
-bergerak bukan atas gagasan,tapi atas uang
-non mahasiswa dan alumni terlibat
-setting aksi yg jauh lebih siap drpada bem
-dalih atas tindakan anarkis :dinamika/flow mahasiswa

Aktor:
Mereka menamakan dirinya Aliansi cipayung ,bem unpas,bem unisba ->aksara
Masa pke jaket almamater masing2 sehingga tidak adanya identitas yang jelas dari organisasi2 tersebut. Setelah di konfirmasi kepada BEM2 bandung raya ternyata mereka bukan perwakilan dari BEM kampus masing-masing.

Selama aksi berlangsung,Tidak ada pernyataan yang jelas,tidak ada keteraturan dalam orasi,orator cendrung kontradiktif karena adanya perbedaan pendapat diantara orator yang satu dan yang lainnya dalam hal kasus alm. Sondang. Ini menunjukkan ketidaksiapan mereka dan ketidak matangan mereka,atau memang mereka hanya disetir oleh golongan tertentu saja. Selain itu KM ITB sendiri sudah mengajak mereka untuk merundingkan masalah ini bersama dan melakukan konsolidasi,KM ITB mengusulkan hari kamis jam 8.00 tetapi perwakilan dari organ2 tersebut menolajnya. kesimpulan mereka : tidak mau menerima usulan,diajak konsolidasi g mau.

Pendemo roadshow mendatangi 3 kampus: unpas,itb,unisba,unisba unpas terkondisikan oleh organ2 tersebut dalam artian mereka juga salah satu aktornya.Organ2 tersebut malah mengusulkan untuk mengundang ITB berdiskusi di kampus Unisba malam ini pukul 20.00 dengan alasan untuk konsolidasi permasalahan bangsa. tetapi yang aneh dari usulan mereka adalah mereka hanya mengundang itb saja untuk konsolidasi. ini membuat KM ITB berfikri bahwa mereka hanya memanfaatkan nama itb.

Alasan mereka ingin menggaet ITB dalam gerakan meraka adalah :
Strategis itb:
– mempunyai sejarah simbol gerakan mahasiswa (di era 70an,80an,90an)
– secara fisik menjadi monumen (monumen seejarah pergerakan kemahasiswaan)
– mudah menarik perhatian masyarakat (karena nama itb)
– bad news is good news (media akan lebih menyoroti ketika itb bergerak)

Sikap yang diusulkan kabinet:
Penyikapan di luar:
Pemahaman dan penyamaan persepsi dengan rektorat
Pemahaman gerakan dan kontribusi itb di indonesia
Menjaga nama baik itb di masyarakat
Mempertegas sikap itb terhadap sondang
Mempertegas sikap itb ke organ2 ekstra kampus

Penyikapan di dalam :
Otokritik bagi kemahasiswaan itb
Motivator bagi mahasiswa itb untuk menunjukkan the real itb

Kabinet tidak menghadiri undangan di unisba dengan alasan:
-resiko setting fisik
-niat politis yang mengundang(karna hanya mengundang itb)
-ketidakjelasan sikap pas demo
-sikap pendemo yang tidak etis
-kabinet sudah menantang diskusi di kampus itb tapi mereka menolak

Klarifikasi ke media
-identitas aksi mahasiswa itb(elegan,sopan,kritis dan tidak anarkis)
-mengangkat kontribusi mahasiswa itb sebenernya ke masyarakat
-penyikapan atas kondisi bangsa dan sondang

Sikap km itb terkait sondang:
Merupakan sentilan ke pemerintah agar pemerintah bisa lebih baik
Tapi menyayangkan aksi bunuh diri sondang

Diskusi :

Dalam pemaparan tizar Masa kampus menilai bahwa pemaparan tizar lebih menekankan pada pembersihan nama baik ITB itu sendiri. Masa kampus menilai bahwa ada hal yang lebih penting daripada klarifiksai untuk pembersihan nama baik itb yaitu prinsip kita sebagai mahasiswa(gilang mtm). Dan juga yang lebih penting lagi adalah introspeksi dari Mahasiswa ITB itu sendiri,apakah memang benar mahasiswa ITB sudah benar-benar apatis? karena terbukti di dalam timeline twitter dan facebook sebagian mahasiswa itb memanfaatkan alasan uas sehingga wajar kalau mereka tidak ambil bagian. yang harus dilakukan adalah bersama-sama merubah mindset dari Mahasiswa itb yang berfikiran seperti itu bahwasanya kita sebagai mahasiswa bukan hanya belajar,tetapi juga harus peka terhadap permasalahan bangsa,sehingga perlu diadakannya perbaikan internal,hal itu bisa lewat focus group discussion oleh lembaganya masing-masing. dan kita tidak perlu takut nama kita tercemar kalau memang kita sudah benar-benar menunjukkan kontribusi nyata ke masyarakat. karena masyarakat sudah bisa menilai sendiri mahasiswa ITB seperti apa (Aji-GEA). Hal lain yang dipaparkan Masa kampus adalah terlepas dari cara meninggal alm. Sondang,tapi dia juga manusia kita harus berbela sungkawa terhadapnya dan untuk berkontribusi terhadap masyarakat tidak harus dengan aksi,bisa dengan melestarikan budaya seperti pasar malam,memperjuangkan rakyat sekitar kampus itb dll. (lupa sapa,dari tiben kayaknya). Dia juga berpendapat bahwa ketika kita melakukan klarifikasi terhadap media,kita tak ada bedanya dengan DPR,ketika dikritik sedikit langsung melakukan pembenaran.

Disisi lain ada yang berpendapat (hms) bahwa klarifikasi keluar juga penting namun tujuannya tidak sebatas untuk membuat nama itb jadi baik lagi,tapi lebih ditekankan agar mahasiswa itb lebih semangat lagi dalam berkeorganisasian.

Ada juga yang berpendapat (lupa darimana) bahwa kita perlu konsolidasi dengan bem2 sebandung raya kalau perlu membuat aliansi sendiri untuk berdiskusi membahas masalah2 indonesia,selain itu adanya keprihatinan terhadap lembaga2 karena sulit untuk bergerak ke arah yang sama walaupun sudah disepakati di KM,perlu adanya gerakan yang masif oleh KM ITB.

forum ditutup dengan kesimpulan bahwa kita perlu memperbaiki internal mahasiswa itb dengan melakukan pencerdasan ke Masa kampus agar Masa kampus tidak termakan oleh omongan media. selain itu perlu juga untuk melakukan klarifikasi keluar.

Aji Rahmat Ginanjar
HMTG GEA ITB

http://www.facebook.com/note.php?not…50457953234255

MALAS BACA = BODOH

 

Related Posts

Put your related posts code here

  1. 2 Responses to “Tanggapan Mantan Presiden KM ITB 09/10 Terkait Aksi Demo di Ganesha 14/12/10”

  2. By thea. on Dec 20, 2011 | Reply

    bener kata gilang itu, kalo itb emang ngerasa udah berkontribusi baik buat bangsa mengapa malah “Citra” di masyarakat yang di pertimbangkan? toh itb itu baik kan namanya? kalo sekedar mau lebih baik dari kampus lain ga harus selalu di bidang akademiknya mulu kan? dengan mengkambing hitamkan keadaan uas di kampus .
    kami rasa perlu kebijakan yang lebih layak ketika pertimbangan2 seperti itu mencuat, dan bukan berarti aksi turun ke jalan itu lebih baik dari pada diskusi, tetapi bentuk perjuangan apa yang dapat secara langsung ataupun tidak langsung juga bisa mengajak masyarakat peka terhadap persoalan bangsa ini, artinya diskusi tersebut hanya menjadi kelemahan seperti presiden kita ketika menentukan keputusan mengenai masalah publik, contoh, indonesia-malaysia, dengan keputusan yang elegan tersebut tidak menyelesaikan masalah dan akhirnya rakyat kita menjadi bulan2nan negara lain, karna bukan rahasia lagi bahwa yang di perjuangkan itu adalah “Citra” .

  3. By aris rinaldi on Dec 24, 2011 | Reply

    @thea. : mungkin metodenya aja yang berbeda tetapi tujuannya sama.

    untuk kasus yang kemaren, alangkah baiknya ketika kita berbeda pendapat disikapi dengan baik pula, ketika adanya bingkisan dan ucapan “anak ITB itu banci” dampaknya bukan hanya ke KM ITB tetapi pada masyarakat umumnya. Citra itu penting dijaga agar trust dalam setiap keputusan dan tindakan dapat bernilai baik pula

    coba anda bayangkan ketika kampus non ITB yang demo di ITB kemaren itu melakukan aksinya, apa respon masyarakat? kosong kawan!

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant