Archive for September, 2011

[JUAL] 3 TIKET TRIBUNE SAMPING (B/E) David Foster

Friday, September 30th, 2011

JUAL 3 TIKET TRIBUNE SAMPING (B/E) David Foster Beli Di AQUARIUS MAHAKAM!
@2,5jt Nego Alus! 
COD seputar Kuningan-Sudirman!

Date & Time28 Oct 2011, 19:00:00
Venue & CityPlenary Hall, JCC, Jakarta
Price

PromoterBlackRock Entertainment

Pin 224ca792 | 0852 2174 5398

Update:
1 tiket sold out. COD sudirman 29/09/2011

@arishms is suspended accounts

Sunday, September 25th, 2011

ini gambar suport tiket account @arishms yang kena suspend
kronologi :
– gw log in via twitterforbb dan ubersocial kagak bisa, gw kirain applikasinya yang crash. Terpaksa gw uninstall trus install lagi, bahkan lepas baterai dan gw masih ga kepikiran kalo acc gw kena suspend. Nanya-nanya sama yang make twitforbb dan ubersocial dan merekanya kagak apa-apa. Udah mulai mikir macem-macem sama OS gw yang ga acceptable dengan versi baru twitter. (masih di barak)

– setelah balik dari barak, buru-buru isi modem buat lepasin limited paypal dan pas gw log in di twitter versi komputer. eng ing eng acc ge kena suspend dah….sok asiik deh admin twitter

– ngecek email-> lupa pasw email -> minta reset sandi -> ngecek inbox failed dan spam delete all. fix contact suport

setelah beberapa hari still progress sementara paypal gw udah lepas limitednya T.T

Kesimpulan : Twitter adalah Social Media yang Sensitif Kaya Pantat Bayi

Suka Duka di Rindam Jaya

Wednesday, September 21st, 2011

Setelah 2 minggu tinggal di barak, sampe-sampe lupa hari, tanggal dan ga tau peradaban. Bahkan ngeliat cew pun udah awesome. Secara g langsung kondisi itulah yang nantinya akan dihadapi dilapangan. Setelah 2 minggu tentunya ada hal yang semakin membaik mulai dari disiplin, mental dan fisik. push up, sit up dan merayap udah jadi makanan sehari-hari. Semoga tetap terus berlanjut sebagai pembawaan diri, agar dapat berubah menjadi lebih baik dan bersinar. Akhir kata, disono juga pengalaman pertama ane makan daging ular dan empedu ular ( re : Haram) ^^v

ditulis saat bangun pagi, efek kebiasaan bangun dari rindam

jaya!

Penampilan Unit Kebudayaan Aceh ITB di Festival Internasional

Saturday, September 3rd, 2011

Akhir Juli kemarin, Unit Kebudayaan Aceh (UKA) ITB berkesempatan menjadi penampil Tari Saman “Ratoh Duek” di Singapura, tepatnya di “Singapore Heritage Festival”, sebuah acara yang diselenggarakan setiap tahun oleh National Heritage Board (Kementerian Budaya Singapura). Rangkaian acara yang tahun ini bertemakan Rite of Passage ini dilaksanakan pada tanggal 25-31 Juli 2011, dengan penampilan UKA ITB pada hari terakhir yakni pada tanggal 31 Juli.  Selain menjadi penampil Saman di acara tersebut, Tim UKA ITB juga diberikan kesempatan melakukan rekaman tari dan nyanyian di Pavane Recording Studio Singapore, studio rekaman dengan fasilitas yang sangat oke dan digarap oleh profesional.

Tim UKA ITB yang berangkat ke Singapura terdiri dari 10 mahasiswa. Kesepuluh mahasiswa tersebut adalah Abdulazis R. Sayintiko FT08 (Syeh dan pemainRapai), Muhajir Yusuf GL07 (pemain Rapai), Sundari Mega STI09 (penari), Devi Nandita Bestari EL09 (penari), Shabrina Paramita GL09 (penari) , Nila Gita Cahyani EL09 (penari), Citra Diani Putri EL09 (penari), Nursita Setiawati EP09 (penari), Nanda Akmalia BI10 (penari) dan Zahratul Kamila TM10 (penari).

Sesaat setelah rekaman di Pavane Recording Studio Singapore

Tim tersebut berada di Singapur selama 3 hari (30 Juli – 1 Agustus). Selama waktu tersebut, selain melaksanakan penampilan, mereka juga sempat meng-explore beberapa tempat seperti China Town, Bugis Square, Orchard Road, Esplenade, Parkway Parade, Little India, dan Pulau Sentosa dengan Universal Studio-nya.

Penampilan Tari Saman “Ratoh Duek” UKA ITB sendiri dilaksanakan di Parkway Parade pada hari Minggu malam sekitar pukul 18.30 waktu Singapura. Awalnya sempat ribet di mikrofon untuk Syeh (penyanyi), namun Alhamdulillah dari gerakan awal hingga akhir tidak menemui kendala dan kesalahan yang fatal. Dan penonton suka! Responnya cukup bagus. Bahkan setelah penampilan usai di belakang panggung ada yang menghampiri dan antusias ngobroltentang UKA, Aceh, dan Indonesia. Koko, salah satu penampil mengatakan:

“Saat kami tampil, rasanya yang menonton semakin ramai. Ada sesi mengundang penonton naik ke atas panggung yang diakhiri dengan tepuk tangan meriah yang spontan. Kami sendiri cukup puas dengan penampilan tim kami. Ada penonton juga yang datang ke saya dan memuji penampilan kami.“

Sesi Mengundang Penonton Ikut Saman

Semoga semakin banyak teman-teman unit ITB yang berkesempatan ke luar negeri. Mari kita terus mendukung seni dan budaya Indonesia agar diakui di seluruh dunia! (Sumber: Unit Kebudayaan Aceh ITB)

link : http://km.itb.ac.id/site/?p=6331

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant