Archive for February 24th, 2011

Salamander Raksasa China

Thursday, February 24th, 2011

 

Tertarik  untuk posting ini hewan, bentuknya sangat aneh dan lucu sekali. hahaha, liat aja picnya “sangat absrak”

Begini penjelasan dari wikipedia.com

Salamander Raksasa Cina (Andrias davidianus) adalah salamander terbesar di dunia yang panjangnya dapat mencapai hingga 165 cm dan merupakan spesies asli dari Cina.

Salamander ini memiliki kepala besar, mata kecil dan kulit yang gelap dan berkerut-kerut. Spesies ini hidup di aliran air dingin di pegunungan dan suka hidup di gua. Ia menyangga hidupnya dengan memakan serangga, kodok dan ikan. Fungsi mata pada salamander raksasa ini tidak terlalu baik, sehingga ia bergantung pada nodus sensoris khusus yang terletak pada dahinya untuk mendeteksi setiap pergerakan yang ada.

Binatang ampibi ini termasuk binatang yang hampir punah, mereka masih sering ditemukan di piring makan malam. Salamander Raksasa Cina, yang merupakan amfibi terbesar di dunia, itu adalah salah satu kelezatan di Cina dan menjadi target perburuan liar.
Kalo dipikir-pikir mirip dengan tsucinoko (ular legendaris jepang) yang ada di cerita doraemon . ga tau juga sih.

Sudah Lebih 1000 Demonstran Tewas di Libya

Thursday, February 24th, 2011

Situasi chaos dan pertumpahan darah berlangsung terus di ibukota Tripoli, antara kelompok penentang Presiden Muammar Gadhafi dengan militer yang setia dengan pemimpin Libya. Sudah lebih 1000 orang yang tewas, dan lebih 6000 orang lainnya yang mengalami luka-luka.

Dengan menggunakan helikopter dan pesawat tempur, Gadhafi menghadapi gerakan rakyat yang ingin menggulingkannya. Sepanjang hari Selasa, kekerasan atau lebih dikenal dengan ‘pembantaian’ (massacre) terhadap rakyat terjadi. Mirip seperti Rwanda, Bosnia atau Kosovo. Bagaimana kekejaman yang dilakukan pasukan militer Libya menembaki para kelompok yang melakukan aksi protes dengan membabi buta. Tanpa ada belas kasihan.

“Akan menggunakan peluru sampai yang terakhir”, ujar Saif al-Islam, putra tertua Gadhafi, menanggapi aksi protes rakyatnya itu. Namun, menurut sumber dari angkatan bersenjata di ibukota Tripoli, menyatakan, bahwa militer Libya sudah pecah. Nampaknya, Gadhafi sudah kehilangan kontrol atas militer.

Menurut saksi mata yang melihat langsung peristiwa yang terjadi di ibukota Tripoli, mayat-mayat berserakan di jalan-jalan, dan darah di mana-mana, dan tak ada yang dapat melakukan pertolongan terhadap para korban, karena militer terus melakukan tembakan tanpa henti. Sementara itu, helikopter melakukan tembakan dari udara terhadap kerumunan massa, yang membakari gedung dan kantor-kantor di ibukota.

Situasi di ibukota Tripoli sangat luar biasa, di mana perlawanan rakyat terus berlanjut sepanjang hari, dan mereka melawan pasukan militer yang menggunakan senjata otomatis. Inilah situasi yang sangat memprihatinkan. Sejumlah tokoh dunia telah meminta agar Gadhafi menghentikan pembantaian terhadap rakyat sipil.

Sekjen PBB Ban ki Moon, menyerukan agar diakhiri kekerasan yang terjadi di ibukota Tripoli, dan perlindungan kepada rakyat sipil. Human Right Wacth melihat korban-korban yang bergelimpangan di jalan-jalan, akibat disapu dengan tembakan senjata yang menggunakan peluru tajam.

Presiden Muammaar Gadhafi menyatakan, bahwa dirinya masih tetap berada di Libya, dan mengontrol selulruh situasi yang ada, dan tidak akan mengundurkan diri dari kekuasaannya. (mh/tm)

link : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/sudah-lebih-1000-demonstran-tewas-di-libya.htm

 

Pendapat Pribadi

” Sepertinya ada yang bermain di balik rentetan kerusuhan di Afrika utara dan semenanjung persia, setelah tunisia dan mesir, mungkin akan berlanjut ke Aljazair, Maroko (sengketa Sahara Barat), Libya, Bahrain, Yordania dan Lainnya. Sudan sudah terbagii dua. Ini permainan intelijen tingkat tinggi “

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant