Archive for May 19th, 2010

Tips dan Advice Menghindari Maho

Wednesday, May 19th, 2010

Di mana maho banyak berada?

1. Kolam renang

2. Fitness center

3. Diskotik dangdut

4. Salon

Tips menghindarinya :
1. Carilah tempat fitness yang agak bergengsi
2. Jangan mau diajak ngobrol cowok tidak dikenal
3. Jangan mudah percaya dengan cowok yang nanya-nanya
4. Saat berganti pakaian, perhatikan sekitar dulu …

Ada Apa dengan Maluku?

Wednesday, May 19th, 2010

Salah satu persepsi yang salah tentang sejarah kita adalah mengenai Maluku. Selama ini kita menganggap bahwa wilayah di bagian timur nusantara ini sebagai wilayah salib, namun justru sebaliknya. Nama ‘Maluku’ sendiri berasal dari kosakata Arab “Al-Mulk“yang berarti “Tanah Para Raja”. Berbagai literatur menyebutkan bahwa orang-orang Arab telah berdagang di Maluku sejak abad ke-9 M. Thomas Arnold dalam Preaching of Islam juga menyatakan jika bangsa Arab telah masuk terlebih dahulu ketimbang bangsa-bangsa non muslim.

Orang-orang ‘Al-Mulk‘ dulunya disebut “Alifuru“, sebutan untuk sub-ras Melanesia yang pertama mendiami pulau Seram dan pulau-pulau lainnya di Maluku. Istilah ‘Alifuru‘ berasal dari kata “Alif” dan “Uru“. Alif adalah abjad Arab yang pertama, sedangkan Uru berasal dari bahasa Hitu Kuno yang artinya ‘datang secara perlahan’, jadi Alifuru artinya orang yang pertama datang. Selain itu banyaknya penggunaan kosakata Arab dalam penamaan benda, tempat, peristiwa yang bersifat lokal di Maluku juga mengindikasikan jika sejak dahulu kala orang-orang Arab telah berpengaruh di sana.

Maluku dan Manhattan

Paruh awal abad ke-17 M, Belanda nyaris menaklukan Inggris di hampir seluruh kepulauan Banda. Kecuali pulau Run, dimana cengkeh dan biji pala tumbuh subur di sana, sedangkan kedua komoditas utama pulau Run ini sangat mahal harganya di Eropa.

Belanda sendiri dikala itu merupakan kekuatan kolonis dunia yang menguasai sebagian besar daratan Amerika, termasuk sebuah wilayah bernama Niew Amsterdam. Karena nilai pulau Run lebih tinggi ketimbang Niew Amsterdam, Belanda membujuk Inggris untuk melakukan pertukaran dan Inggris pun menyetujuinya. Belanda pun melepas Niew Amsterdam(bahasa Indian: Manhattan) dan mendapatkan pulau Run.

Niew Amsterdam merupakan kota terbanyak yang menampung imigran Yahudi dari Eropa. Oleh orang Yahudi, Niew Amsterdam diganti namanya menjadi Mew Jerussalem yang akhirnya berganti nama menjadi kota New York. Sampai saat ini, New York merupakan simbol kedigdayaan perekonomian Yahudi di dunia. Dimana lebih dari setengah perputaran uang dan kebijakan ekonomi dunia bersumber dari kota ini.

Subhanallah gan…ternyata Maluku pernah dipertukarkan oleh Inggris dan Belanda dengan kota New York!!!

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3770403

Bagus Netral or Nurdin M Top

Wednesday, May 19th, 2010

Klarifikasi Kasus Pernyataan Rasis Dzulfikri Imadul Bilad

Wednesday, May 19th, 2010

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wr wb

SALAM GANESHA!
Menanggapi berbagai isu yang beredar tentang pernyataan diskriminasi ras oleh salah seorang Mahasiswa ITB pada beberapa waktu lalu, kabinet KM ITB akan menjelaskan kronologis kejadian dan perkembangan aktual dari kasus ini kepada rekan – rekan mahasiswa ITB. Kami berharap dengan adanya informasi ini dapat menjawab isu yang selama ini beredar dan diharapkan kita semua dapat berpikir jernih serta menyikapinya dengan bijaksana.

KRONOLOGIS KEJADIAN
Tanggal 2 Mei 2010
Bermula dari Pertandingan Persib vs Persipura pada hari Minggu (2 Mei 2010). Setelah selesai menonton pertandingan bersama teman-teman sepermainan di rumahnya, Dzulfikri Imadul Bilad (Zul) menulis status di situs jaringan sosial Facebook pukul 21.00 yang mengandung diskriminasi ras. Satu jam kemudian (pukul 22.00) sudah banyak komentar di facebook yang mengingatkan Zul untuk menghapus status tersebut. Tapi berhubung penulisan status menggunakan fasilitas internet di telepon seluler, Zul tidak dapat menghapus statusnya pada saat itu juga .

Tanggal 3 mei 2010
Sudah sangat banyak comment di facebook pada saat itu dan diperkirakan status tersebut langsung di-printscreen sehingga berita tersebut langsung tersebar luas sampai ke saudara kita di Papua. Pada saat itu juga Zul langsung me-remove statusnya dan menggantinya dengan ucapan permintaan maaf. Namun permintaan maaf yang diberikan masih dipandang kurang serius oleh beberapa orang yang mengcounter status FB Zul.

Tanggal 4 mei 2010
Salah seorang mahasiswa S3 ITB yang berasal dari Papua pada akhirnya mencoba bertindak sebagai mediator pada kasus ini setelah mengetahui status tersebut pada pukul 19.00. Beliau mendapatkan informasi tersebut langsung dari masyarakat Papua di Jayapura.

Ketika mengetahui status tersebut, yang dilakukannya kemudian adalah:
- Menenangkan kondisi via facebook dengan statement di facebook sendiri
- Mencari Zul melalui informasi dari orang Papua (NIM, no Hp, nama, prodi)
- Mengakses Facebook Zul, lalu membuat statement untuk mengajak bertemu dengan memberikan nomor HP. Namun pada saat itu Zul tidak membalas via facebook.
Tanggal 5 Mei 2010
- Mediator mengirimkan SMS tanggal pada pagi hari kepada Zul untuk mengadakan pertemuan pukul 11.00 di labtek XI
- Mediator bertemu Zul di labtek XI bersama 6 orang kawan seangkatan dari program studi
- Mediator mengajak Zul untuk menemui Pak Brian (kepala Lembaga Kemahasiswaan)
- Pak Brian selaku dari pihak LK dan masyarakat papua bertemu untuk saling dengar pendapat. saat pertemuan itu memang terjadi permintaan keras dari masyarakat Papua agar Zul mendapatkan sanksi berupa DO

Tanggal 6-17 Mei 2010
- Proses pencarian data dan penyelidikan dilakukan oleh Komisi Disipilin Penegakan Norma Akademis ITB dalam rangka melengkapi bukti-bukti persidangan
- Proses mediasi tetap dilakukan oleh pihak ITB

Tanggal 18 Mei 2010
- Terjadi aksi massa oleh Masyarakat Papua Anti Rasialis di gerbang depan ITB pada sekitar pukul 13.00 dengan jumlah massa sekitar 100 orang. Aksi tersebut dijaga oleh pihak kepolisian dan keamanan ITB.
- Informasi terkait kasus ini menjadi semakin marak di media elektronik.
- Proses persidangan dijalankan di Gedung Annex pada pukul 14.00 dan menghasilkan rekomendasi keputusan : skorsing 3 semester + kerja keprofesian + kerja sosial + bimbingan konseling

BERITA ACARA SIDANG KOMISI DISIPLIN
Tempat : Gedung Annex
Waktu : 14.00 -17.00
Peserta Sidang :
- Bapak Nanang T. Puspito (Pimpinan sidang)
- Bapak Djaji Satira (Notulen Sidang)
- Bapak Didi (Notulen Sidang)
- Ibu Desi (Ketua Program Studi S-1 Kimia)
- Ibu Yuni (Biro Psikologi ITB)
- Bapak Ismunandar (Dosen Wali Zul)
- Bapak Harman (Kepala UPT K3L)
- Bapak Risman (Kepala Satuan Pengamanan ITB)
- Bapak Brian Yuliarto (Kepala Lembaga Kemahasiswaan)
- Bapak Sandro (Staff Lembaga Kemahasiswaan)
- Bapak Sumitra (Kasubdiv hukum rektorat ITB)
- Herry Dharmawan (Presiden KM ITB)
- Catur Anindhito (Kementerian Pelayanan & Kesejahteraan Mahasiswa KM ITB)
- Shofarul Wusthony (Ketua Himpunan Amisca)
- Alfred (Perwakilan Unit Kebudayaan Irian, UKIR ITB)

Forum Klarifikasi Sidang
Beberapa pertimbangan yang didapat pada saat forum dalam penentuan sanksi antara lain :
- Zul adalah mahasiswa yang berprestasi secara akademik (IPK diatas 3 dan masuk program honors fast track S2 plus beasiswa)
- Zul adalah mahasiswa yang terhitung aktif dalam kegiatan organisasi, baik kemahasiswaan terpusat (INKM, DAT) maupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (Ketua panitia acara Chemistry for Society AMISCA ITB)
- Zul adalah mahasiswa yang senang membantu teman-temannya dalam bidang akademis sehingga sering menjadi tempat bertanya dan menjadi tutor akdemis kepada teman-temannya.
- Zul memiliki mimpi dan harapan yang besar terkait kehidupan akademisnya di bidang Kimia (ingin menjadi peraih Nobel Kimia)
- Pertimbangan Psikologis: Zul memiliki kecerdasan intelektual (IQ) diatas rata-rata, namun kecerdasan emosional (EQ) yang kurang bagus. Hal tersebut tergambar dari cara Zul berkomunikasi secara verbal dan non-verbal yang kurang baik dan kurang mampu memperlihatkan beban psikologisnya kepada lingkungan sekeliling. Selain itu Zul juga nampak belum mampu berpikir dewasa secara utuh sehingga tidak memikirkan dampak dari perbuatannya di situs jaringan sosial facebook.
- Pertimbangan ekonomi : keadaan tingkat ekonomi menengah. Zul telah kehilangan Ayahnya setahun yang lalu dan ibunya seorang guru SMP, sehingga Zul telah dianggap sebagai kepala keluarga karena beliau anak pertama. Selain itu Zul memiliki 3 orang adik yang semuanya masih sekolah.
- Pengajaran dalam keluarga dalam bidang etika, nettiquette (etika dunia maya) dan penghargaan terhadap keragaman budaya nasional masih sangat kurang. Hal tersebut ditambah dengan komunitas pergaulan yang menyebabkan seorang Zul memiliki fanatisme berlebihan terhadap klub sepakbola.

Hasil Rekomendasi Sidang*
- Skorsing 3 semester
- Tugas tambahan terkait keprofesian yang akan dirumuskan oleh kaprodi
- Tugas sosial yang akan dirumuskan oleh kepala LK
- Kewajiban untuk konseling kepada biro psikologis ITB
Catatan: apabila tugas-tugas & kewajiban tersebut dijalani dengan baik, maka Zul bisa mendapatkan keringanan.
*keputusan akhir ditentukan oleh Rektor ITB. Sanksi bisa sesuai dengan yang direkomendasikan sidang dan juga bisa lebih ringan atau lebih berat.

PENUTUP
Berkaitan dengan kasus ini rekan – rekan UKIR ITB ( Unit Kebudayaan Irian ) melalui ketuanya ,saudara Milson menyampaikan pendapatnya bahwa sebaiknya kasus ini diselesaikan di dalam lingkungan internal ITB saja. “Ini adalah masalah yang unik. Kami harap ini dijadikan pembelajaran bagi ITB , civitas academika, dan masyarakat luas dan jangan sampai hal ini terulang lagi”, ujar Milson. “Selain itu jangan sampai kita menilai ini adalah kesalahan institusi, karena ini adalah tindakan yang dilakukan oleh individu saja”, ujarnya.
Kabinet KM ITB menekankan kepada semua pihak untuk tetap menjaga nama baik almamater ITB. Hal tersebut dapat dilakukan dengan tidak menyebar informasi yang isinya provokatif dan tidak berdasarkan data yang valid serta tidak memperbesar masalah ini di forum apapun, baik forum nyata maupun maya. Rekan-rekan mahasiswa diharapkan dapat menyikapi hal ini dengan bijaksana dan menyerahkan penyebaran informasi melalui satu pintu, yaitu kabinet KM ITB yang memiliki akses lebih dekat kepada para pembuat kebijakan di ITB.
Untuk kedepannya salah satu hal yang dapat kita lakukan bersama untuk mencegah kejadian serupa adalah dengan penanaman pemahaman mengenai pentingnya mencintai negara Indonesia beserta segala ragam budayanya. Hal tersebut menjadi kewajiban kita bersama sebagai salah satu stakeholder dalam pendidikan di ITB, yang bukan lagi sebagai objek tapi sebagai subyek pendidikan.
Demikian keterangan yang dapat kami sampaikan selaku pihak yang memiliki kewajiban untuk memberi informasi yang valid kepada seluruh mahasiswa ITB. Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi kabinet KM ITB.
Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater..
MERDEKA!
Wassalamualaikum wr. wb

BIRO KOMINFO KABINET KM ITB 2010-2011

Source: http://www.facebook.com/notes/keluarga-mahasiswa-itb/klarifikasi-resmi-km-itb-tlg-tag-yang-lain/39888680974

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to travelling, short reviews, tips and make money online. More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address: