Archive for May 17th, 2010

Kesaksian Ketua UKM Leuser terkait Ricuh Mahasiswa Unsyiah

Monday, May 17th, 2010

Pada awalnya, pihak UKM ingin mengawal Sidang Umum (SU) Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM). Hal ini di dasarkan janji Rio Saputra, ketua MPM untuk menghapus bab 8 Tentang Hubungan Internal, pasal 31-34 konstitusi MPM. (lihat konstitusi di bawah).

Pada awalnya, tidak ada keributan, kami di luar duduk manis menunggu. Tak ada perang kata, apalagi perang batu. Di dalam ruangan flamboyant, lantai 3, AAC Unyiah itu tak ada keributan.

Kemudian, tiba-tiba ada yang memaksa masuk ke dalam ruangan. Namun ada yang menjual nama Leuser, padahal kami (LEUSER) tak ada di situ, mendengar nama Leuser disebut, aku (arief), ade (ketua Umum), Abu dan Acong (semuanya anggota Leuser) terkejut. Kami segera berlari kearah suara tersebut. Rupanya yang sedang menendang pintu bukan anak leuser. Tapi yang sakitnya, mereka menyebut kami (LEUSER) yang melakukan itu. Kami tak tau siapa yang mengeluarkan kata2 itu. Dan sampai sekarang bahkan sampai mati kami akan mencari orang tersebut. Mereka telah menjual nama Leuser.
Kemudian kami dari perwakilan beberapa UKM tarik diri kebawah. Tinggalah BEM dan PEMA diatas yang sedang tendang-tendang pintu ruang sidang. Kemudian tiba-tiba, keluar si Khairul, salah seorang anggota MPM yang mengaku di pukul dan dilempar pakai palu. Terjadi bentrokan dan saling dorong bahkan ke aksi saling tendang.

Keadaaan bisa dikendalikan saat Pembantu Rektor 3 datang. PR 3 langsung masuk ke ruang sidang guna berdialog dengan MPM.

Kami lantas diskusi di bawah, kami ingin cari tahu siapa yang menyebut nama LEUSER. Kami putuskan untuk naik kembali.

Yang naik ke atas Arief, Ade (ketua Umum Leuser), Fariz (UKM VOLI), dan Muttaqin (UKM PP). Kami tak melakukan apapun, kami hanya memantau kelangsungan SU. Karena PR 3 masih ada di dalam, dan kami sudah mendapat kabar bahwa setelah berdialog dengan MPM, PR3 akan berbicara dengan pihak UKM.
Kabar yang kami ketahui di dalam, PR 3 telah mendesak agar pasal itu di hapus. Sudah hampir di ketok palu, ternyata salah seorang dari pihak PEMA yang belakangan di ketahui bernama ARMEN, ia adalah menteri di PEMA Unsyiah. Ia memberikan komando untuk mengosongkan lantai 3. Dengan nada marah-marah, ia menyuruh semua orang di atas untuk turun ke bawah.

Karena Fariz udah janji akan bertemu PR 3, ia bersikeras tidak mau turun, karena bukan kapasitas Armen juga. Dia bukan panitia, peserta maupun anggota MPM maka apa hak dia memaksa untuk turun. Maka terjadi adu mulut antar farid sama armen. Melihat farid di kelilingi oleh anak Pema, Arief berusaha naik. Aku (Arieef – LEUSER) bilang baik2 sama armen.

“kalau bicara baik-baik. Kita disini bukan panitia, abang bukan panitia, jadi jangan sok perintah-perintah” ujar Aku (arief – LEUSER) sambil tersenyum sama Armen.

Namun, Armen malah meledek aku (Arief – LEUSER),

“gak usah kau panggil abang-abang. Kau siapa?” kata Armen.

Mendengar hal itu kembali ku bilang kembali bilang, “emangnya kau siapa?, kau juga bukan panitia, apa hak kau di sini?” tanya aku

Kemudian teman-teman si Armen anak pema, ada yang menendang si Farid,merka (pema) ikt naik keatas dan mendesak kami, kami sudah terjebak di tengah tangga.

Maka terjadilah bentrokan, tendang menendang. Kami bisa melepaskan diri turun kebawah. Karena sudah ribut2, maka PR3 keluar dari ruang sidang. Padahal, sedikit lagi pasal itu akan dihapus.
Akhirnya keributan meluas ke bawah. Teman2 UKM yang tau kami kena tendang berusaha masuk kedalam gedung. Padahal mereka sudah bersiap di luar. Mereka akan pulang karena sudah hampir waktu shalat jumat.

Kemudian terjadilah aksi dorong-dorong yang terjadi tepat di depan bank Mandiri Unsyiah (masih dalam ruangan AAC Unsyiah). Aksi meluas keluar. Terjadi saling kejar mengejar. PR 3 berusaha menenangkan massa yang bertikai.

Namun, kembali lagi, ada yang memprovokasi teman2 UKM yang ada di situ. Massa dari PEMA menarik diri ke arah PEMA yang hanya berjarak 50 meter dari AAC.
PR 3 berjanji untuk duduk bersama antara ukm, dpm dan mpm.

Setelah jumat, massa sepakat untuk kembali mengawal SU. Pihak ukm bersiap bertemu pr 3. Perwakilan UKM, Ade (ketua Umum Leuser) Anto (Leuser), Farid (Voli) dan Haris (koordinator Forbes UKM). Tanpa ada komando beberapa massa dari BEM merusak kantor PEMA yang kosong.

Ade (ketua Umum Leuser) Anto (Leuser), Farid (Voli) dan Haris (koordinator Forbes UKM) langsung pergi ke biro rektorat untuk bertemu dengan PR III bidang kemahasiswaan. Sedangkan massa dari pihak UKM dan BEM bergerak dari gedung gelanggang ingin mengarah ke gedung AAC. Massa yang berjalan kaki berjumlah seratusan orang. Sampai di persimpangan jalan, massa di kagetkan kemunculan Mujiburrahman (Presiden Mahasiswa Unsyiah) dengan menenteng batu dan balok. Ia menantang massa yang jumlahnya begitu banyak. Melihat Mujib, massa yang bersiap berbelok ke arah AAC terpancing untuk mengejar Mujib. Namun ternyata, di samping Mushalla Kid massa gabungan PEMA, LDK dan DPM/MPM telah brsiap dengan dengan batu dan balok.

Aku sendiri tidak kemana-mana. aku menjaga kantor LEUSER agar tidak juga menjadi ekses penghancuran dari massa PEMA yang mengejar massa.

Maka aksi saling lempar pun di mulai. Massa berhasil di desak mundur kembali ke gelanggang. Massa dari Pema mengejar ke arah gelanggang. Sambil berlari mundur, massa masuk dan merusak pema, melempari kaca hingga pecah. Dan perlu kami tegaskan, itu bukan massa dari Ukm, apalagi dari Leuser.

Setelah di depan gelanggang, terjadilah saling baku pukul dari jarak dekat. Massa lari sampai ke depan fakultas ekonomi. Saling lempar batu dan kayu berlanjut sampai kami (yang sedang bertemu PR 3) datang bersama PR 3. Namun massa yang bentrok tak bisa di redam. Polsek syiah kuala yang sudah tiba di lokasi juga tak mampu berbuat banyak. Sampai datang bantuan dari poltabes banda aceh.

Massa dari PEMA yang saat itu sudah membawa kayu dan batu, sudah berdiri di depan LEUSER.aku yang mengahadang mereka bersama Lian/abu (LEUSER) untuk jangan dekat dengan LEUSER.

“kalau sedikit rusak LEUSER, kalian yang akan ku habisi,” kataku.

“Kalian telah merusak Pema, kalian harus bertanggung jawab” kata isa Anshari, (ketua Bem Teknik) sambil memegang kayu dan batu, Isa di temani mahlil (menteri Pema) juga Mujiburrahman (presiden Mahasiswa Unsyiah). mereka semua terlihat memegang kayu dan batu.

Aku balik tanya, “yang kau maksud “kalian” itu siapa,? Kalau ada anak Leuser yang merusak, boleh kalian bilang Leuser yang merusak,”

Isa menjawab, “jangan bawa-bawa LEUSER.” Kata isa.

“berarti kalian tahu bukan LEUSER, Karena gak ada sangkut pautnya ma LEUSER, jagan kau coba dekat2 dengan LEUSER. Sedikit aja rusak/kena LEUSER, kalian habis.”

Mendengar itu, Mujiub, Isa, mahlil mundur.

Mujib dan Mahlil juga mengeluarkan umpatan dan teriakan kepada massa BEM.
kemudian mereka kembali terlibat aksi lempar batu dengan massa yang sudah berlari sampai ke jalan, di depan fakultas Ekonomi.

datang lagi si Fakhrurrazi (menteri Pema),
“arief,, na ka kalon pu yang awak kah peuget bak kanto pema,?” teriaknya sambil memegang kayu.

“Yang neu peugah kalian nyan soe?, aneuk LEUSER hana yang jak peureuloh PEMA. nyoe awak dron beuhe neu ganggu LEUSER dan keunong bacut Leuser, ku peu abeh awak dron,” ujar ku.

mendengar hal itu, fakhrurazi langsung pergi.

Setelah adu batu selama kurang lebih satu setengah jam, menjelang shalat ashar, massa dari pema mundur setelah ada jaminan dari polisi bahwa tak ada lagi penyerangan. Sedangkan perwakilan dari ukm mengadakan rapat dengan PR 3. Dan massa dari BEM menunggu di luar.

KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA
PEMERINTAHAN MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Nomor 16 Tahun 2009
Tentang
REVISI KONSTITUSI PEMERINTAHAN MAHASISWA
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BAB VIII
HUBUNGAN INTERNAL

Pasal 31
PEMA unsyiah terdiri dari unit-unit pemerintahan di fakultas dan unit kegiatan mahasiswa universitas (UKMU) yang memiliki otonomi dalam penyelenggaraan lembaganya.

Pasal 32
Pemerintah Mahasiswa Unsyiah mempunyai wewenang untuk mengatur hubungan antar unit kegiatan mahasiswa universitas (UKMU)di bawahnya dan hubungan unit kegiatan mahasiswa universitas (UKMU) tersebut dengan pihak luar.

Pasal 33
PEMA Unsyiah berhak memberikan peringatan dan sanksi terhadap unit kegiatan mahasiswa universitas (UKMU) di bawahnya dengan berkoordinasi dengan DPM Unsyiah.

Pasal 34
Aturan-aturan selanjutnya mengenai hubungan internal diatur lebih lanjut dalam undang-undang.

INI JUGA YANG PALING BERBAHAYA DARI KONSTITUSI INI<>
BAB XII
SANKSI
Pasal 45
Semua lembaga pemerintahan mahasiswa dilingkungan unsyiah ditingkat universitas maupun fakultas yang tidak melaksanakan konstitusi maka dianggap tidak sah secara hukum,dibekukan,dan di keluarkan dari KBM Unsyiah.

TTD

Arief Maulana & T.Ade Fachlevi

Link  : KLIK INI

Mama Lauren dan 2012

Monday, May 17th, 2010

mama lauren meninggal sebelum 2012. gimana dengan ramanlanya tentang kiamat?

mama lauren itu orang batak lho : hammer :

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to travelling, short reviews, tips and make money online. More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address: