Wisata Budaya atau Wisata Sejarah di Jawa Tengah

Written on February 27, 2010 – 10:30 am | by Aris Rinaldi | tags , |


1. Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia yang juga merupakan salah satu karya “Master Piece” di antara Tujuh Keajaiban Dunia yang terletak di Desa Borobudur Kecamatan Borobudur ± 3 Km dari kota Mungkid (± 40 Km dari Jogjakarta). Candi Borobudur dibuat pada Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan Raja Samarotthungga. Sedangkan yang menciptakan candi, berdasarkan penuturan masyarakat bernama Gunadharma. Pembangunan candi tersebut selesai pada tahun 847 M. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, yang kemudian dilanjutkan oleh putranya, yakni Samarotthungga dan oleh cucu perempuannya yakni Dyah Ayu Pramodhawardhani.
Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang tersusun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief keseluruhannya 3 Km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar dan 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tidak seperti kebanyakan candi-candi lainnya, Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan. Yang ada hanyalah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat.


2. Candi Prambanan
Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks Candi Hindhu terbesar di dunia. Candi Hindu terbesar di pulau Jawa terletak 18 kilometer dari kota Yogyakarta. Dibangun dalam khas arsitektur Hindu. Bangunan utama di dalam kompleks bangunan kecil mencapai ketinggian 47 meter. Dibangun di 850 oleh Raja Rakai Pikatan.
Candi Prambanan adalah pengejawantahan peradaban Hindhu di tanah Jawa. Hal ini dapat dilihat dari struktur candi yang merupakan gambaran inti kepercayaan agam Hindhu, yaitu Trimurti. Komplek Candi Prambanan memiliki 3 halaman Candi utama, yakni Candi Wisnu, Brahmana dan Siwa. Keistimewaan dari candi ini adalah dari reliefnya yang menceritakan kisah Ramayana yang merupakan relief utama dari relief candi tersebut. Namun, yang tak kalah menariknya adalah relief pohon Kalpataru yang dianggap sebagaipohon kehidupan, kelestarian dan keserasian dengan lingkungan. Relief pohon Kalpataru tersebut digambarkan tengah mengapit singa yang menggambarkan betapa ariefnya masyarakat Jawa dalam mengelola lingkungannya.


3. Candi Sukuh
Candi sukuh terletak di Kabupaten Karanganyar, sekitar ± 34Km arah timur Solo, atau 2 jam perjalanan dengan kendaraan. Sejak diperkenalkan sebagai objek Wisata purbakala yang unik, candi ini semakin popular dimata wisatawan mancanegara ataupun domestic, apalagi didukung strategi promosi yang gencar serta kemudahan akses transportasi dan akomodasi. Untuk mencapai Candi Sukuh, bisa dibilang mudah. Akses sarana transportasi dan akomodasi tersedia cukup memadai. Sepanjang perjalanan Solo-Candi Sukuh yang berkelak-kelok, kita bisa menikmati suasana pegunungan dan hamparan perkebunan kopi, teh, karet, dan coklat.
Bagi yang memilih angkutan umum, bisa ,memulai perjalanan dari terminal Tirtonadi, Solo, lalu naik bus jurusan Karanganyar- Tawangmangu. Turun di terminal Karangpandan untuk mencari kendaraan elf yang menju terminal Kemuning. Sampailah dipertigaan Kemuning-Candi Sukuh. Selanjutnya kita bisa memilih berjalan kaki sejauh 800 m atau naik motor ojek sampai di Pelataran Candi.


4. Masjid Agung Jawa Tengah dan Masjid Agung Demak
Mayoritas penduduk di Jawa Tengah adalah pemeluk agama islam, maka tidaklah mengherankan bilamana di Jawa Tengah terdapat Masjid-masjid megah dan mempunyai nilai sejarah yang tak ternilai. Beberapa diantaranya adalah Masjid Agung Demak, Menara Kudus, Masjid Agung Kasunanan Surakarta dan masih banyak lagi, yang kesemua masjid itu memiliki arsitektur bangungan yang unik dan sarat dengan budaya pendududk setempat pada masa lampau. Diantara bangunan-bangunan bersejarah tersebut, terdapat pula Masjid Agung Jawa Tengah yang spektakuler. Konon pembangunannya menghabiskan dana 200 Milyar lebih. Dewasa ini Masjid tersebut sedang digalakkan oleh Pemerintah Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan wisatawan. Oleh karena itu Masjid tersebut juga dilengkapi dengan segala fasilitas layaknya tempat wisata lainnya.


Selain Masjid Agung Jawa Tengah, adapula masjid peninggalan Wali Sembilan yang merupakan salah satu tujuan wisata religi di Jawa Tengah yakni Masjid Agung Demak. Masjid ini terletak di Kabupaten Demak, ± 30 Km dari Kota Semarang. Hingga kini Masjid ini masih terus dikunjungi oleh para wisatawan, baik untuk meminta berkah atau sekedar untuk menyaksikan sisa-sisa kejayaan jaman kesultanan Demak.
Wisata religi di Jawa Tengah telah bertahun-tahun lamanya menjadi pusat tujuan wisatawan domestic di Indonesia karena keindahan dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya, yang kesemuanya masih terawatt hingga kini. Jadi janganlah kita menginjakkan kaki di Jawa Tengah tanpa meluangkan waktu untuk berkunjung ke tempat-tempat tersebut


5. Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api ini berlokasi di kota Ambarawa Kab. Semarang, tepatnya di jalan yang menghubungkan Ambarawa dengan Magelang/Yogyakarta . Di museum ini mempunyai 12 koleksi lokomotif kuno dari berbagai jenis, diantaranya buatan Belanda, Jerman dan Swiss. Wisarawan yang mengunjungi tempat ini dengan rombongan dapat menyewa kerta api yang berkapasitas 100 orang untuk mengikuti perjalanan wisata dari Ambarawa-Bedono PP yang berjarak 9,5 Km melalui rel bergerigi.


6. Museum Sangiran Sragen
Salah satu objek wisata yang menarik di Sragen adalah Museum Sangiran yang berada di dalam kawasan Kubah Sangiran. Kubah tersebut terletak di Depresi Solo, di kaki gunung Lawu (± 17 Km dari Kota Solo). Sangiran merupakan situs terpenting untuk ilmu pengetahuan (terutama penelitian di bidang Antropologi, Arkeologi, Biologi, Palaeoanthropologi dan Geologi), dan tentu saja untuk bidang kepariwisataan. Situs Sangiran dapat dimanfaatkan dalam mempelajari kehidupan manusia pra sejarah yang dilengkapi dengan fosil manusia, hasil-hasil budaya manusia, fosil flora dan fauna beserta gambaran stratigrafinya. Sampai saat ini sudah ditemukan 50 individu fosil Manusia Homo Erectus. Jumlah ini mewakili 65% fosil Homo Erectus yang ditemukan diseluruh Indonesia atau sekitar 50% populasi Homo Erectus Erectus di dunia. Keseluruhan fosil yang telah ditemukan sampai saat ini berjumlah 13.809 buah, sebanyak 2.934 buah disimpan di dalam Ruang Pameran dan 10.875 buah lainnya disimpan di dalam gudang penyimpanan.


7. Museum Jawa Tengah Ronggowarsito
Museum Jawa Tengah Ronggowarsito merupakan museum yang didirikan oleh pemerintah pusat, dan juga merupakan rangkaian dari program pendirian museum di setiap provinsi. Perintisan berdirinya Museum Jawa Tengah ini di mulai sejak tahun 1975 oleh Proyek Rehabilitasi dan Permuseuman Jawa Tengah, Kabid Permuseuman dan Kepurbakalaan, dan Perwakilan Departemen P dan K Provinsi Jawa Tengah. Pembangunannya dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengadaan tanah dan pengumpulan koleksi sampai dengan pembangunan fisik. Pada tahun 1980-an telah berdiri bangunan fisik, berupa gedung perkantoran dan satu gedung rung display koleksi. Setelah mengalami beberapa pembangunan, akhirnya pada tangggal 14 Oktober 1996 museum Jawa Tengah Ronggowarsito tersebut diresmikan oleh Direktur Jendral Kebudayaan, Prof. Dr Edy Sedyawati.
Sebagai museum provinsi terbesar dengan didukung kekayaan lebih dari 50.000 koleksi, Museum Jawa Tengah Ronggowarsito dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang sehingga dapat dinikmati oleh pengunjung. Sarana-prasarana penunjang tersebut adalah antara lain 4 gedung pameran tetap yang masing-masing gedung memiliki 2lantai, 1 ruang koleksi emas, ruang audio visual dengan kapasitas 40 orang, perpustakaan umum, taman dan tempat bermain anak-anak, coin box (kotak cerita yang berisikan cerita rakyat dengan cara memasukkan coin) dan laboratorium (menerima penjamasan keris/ perawatan buku/ naskah kuno).

 

Related Posts

Put your related posts code here

  1. One Response to “Wisata Budaya atau Wisata Sejarah di Jawa Tengah”

  2. By sumitri on Feb 13, 2011 | Reply

    makaci info ne. ini membantu sya mengenal lbih dalam tentang sejarah dan budaya jateng.

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant