Archive for December, 2009

UKA ITB EDUCATION FAIR 2010

Thursday, December 31st, 2009

Pendaftaran Calon Ketua IMMAM Periode 2010-2011

Thursday, December 31st, 2009
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
IMMAM..3X!

Telah dibuka pendaftaran calon ketua IMMAM periode 2010-2011, pada tanggal 31 Desember 2009 sampai dengan tanggal 7 januari 2010.

Dengan persyaratan sbb :
1. Ikhlas untuk memimpin IMMAM selama masa jabatannya.
2. Pernah mengkuti LKI yang telah diadakan oleh IMMAM.

Bagi yang berminat dapat menghubungi C.P dibawah.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

IMMAM..3x!

C.P:
Adhie Zulfikar Harahap
081397711536

AVATAR

Wednesday, December 30th, 2009

NI BUKAN SPOILER, BUKAN INTI CERITA, HANYA INFORMASI SAMPINGAN TTG FILM
——————————————————————————————————-

Bercerita jauh di masa depan, manusia semakin haus akan sumberdaya mineral yang kenyataanya sudah menipis di bumi ini. Sejalan dengan berkembang pesatnya teknologi dan penjelajahan antariksa, manusia mulai melebarkan eksplorasi pertambangannya ke berbagai planet di sekitar tata surya. Masih di galaksi Bima Sakti, sekitar 4 tahun cahaya jauhnya dari Bumi, ditemukan sebuah planet yang kemudian dinamakan Polyphemus, planet tersebut memiliki salah satu satelit yang ukuran dan karakternya mirip Bumi, nama satelit itu adalah PANDORA.

Pandora memiliki keunikan tersendiri, selain karena di dalamnya terdapat kehidupan, juga karena adanya batuan unik yang disebutkan dalam film bernama unobtainium, yang mampu melawan hukum gravitasi, batuan tersebut mampu untuk mengangkat bongkahan batu-batuan besar seukuran pulau kecil yang terikat dengannya untuk mengambang di udara. Oleh manusia batuan ini memegang peran penting dalam pengembangan teknologi pesawat luar angkasa yang mampu melakukan perjalanan antar galaksi.


keterangan unobtainium

Sebuah perusahaan swasta kaya mencoba untuk mengeksploitasi kekayaan sumberdaya planet ini. Dengan menggandeng ilmuwan dan militer sebagai mitra bisnisnya, dimulailah penjelajahan di Pandora.
Terdapatlah berbagai macam spesies unik yang tentunya berbeda dari apa yang ada di Bumi, dan terdapat satu spesies utama yang kedudukannya mirip manusia di bumi. Manusia menyebut mereka Na’vi, bentuk mereka hampir humanoid, berwarna biru dan berbentuk lebih seperti penggabungan antara amphibi dan kucing. Tulang mereka sekuat serat karbon, dan tinggi mereka 1,5 kali ukuran manusia, mereka kuat, mereka memiliki kultur budaya yang menyatu dengan keseimbangan alam.

Dikarenakan atmosfer, gravitasi, dan komposisi udara di Pandora berbeda dengan Bumi, manusia tidak bisa sembarang berkeliaran di Pandora, berbagai peralatan pernafasan dibutuhkan di sana.
Salah satu penelitian biologis yang dilakukan untuk mampu menjelajahi Pandora ialah, melakukan rekayasa genetika. Yakni DNA alien Na’vi dikembangkan supaya bisa dikloning dan kemudian dijadikan sebuah tubuh “boneka” yang bisa dikendalikan dari jarak jauh pikirannya oleh manusia dengan sebuah alat penghubung pikiran. Tubuh “boneka” ini disebut AVATAR.

Selain misi utama dalam mengeksploitasi kekayaan alam, manusia juga mengajarkan Na’vi kebudayaan dan bahasa manusia (Inggris). Selama bertahun-tahun akhirnya sedikit dari Na’vi yang mau belajar mampu berbahasa Inggris. Namun hubungan baik antara manusia dan Na’vi tidak berlangsung lama, kerakusan manusia akan kekayaan alam membuat Na’vi geram. Manusia sangat dibenci oleh Na’vi.

Cerita dimulai dengan seorang marinir (Jake Sully) yang cacat kaki karena sebuah peperangan di Bumi, dipanggil untuk menjalankan misi mengendalikan AVATAR milik saudara kembarnya yang telah meninggal. Saudara kembarnya adalah seorang ilmuwan biologi yang meneliti berbagai spesies di Pandora. Jake dipilih karena DNA’nya mirip dengan saudara kembarnya, dan bisa menggantikan AVATAR milik saudaranya itu. Misinya mengedalikan AVATAR untuk terjun langsung di belantara Pandora tidaklah berjalan mulus, dan berujung mengakibatkan terjadinya konflik besar antara Na’vi dan manusia.

==================================================

TOTALLY AWESOME!!
IT IS THE MASTERPIECE, NOT THAT TITANIC!!
5/5!
THE BEST MOVIE I EVER SAW YET!
bukan hanya mengandalkan spesial efek.

Spesial efek yang keren abis+
Plot cerita yang fresh dan bagus+
Permainan emosi yang bisa menyentuh perasaan+
Drama yang menarik+
Durasi panjang hampir 3 jam yang tidak membosankan
Dan yg terpenting adalah action perang kolosal yang stunning: futuristik vs all out primitive

Sekian lama nonton film,
Baru kali ini menonton film yang komposisi semuanya pas dan berbobot.
5/5! 10/10!

same us with u

Uncanny Valley

pernyataan ini sempet memancing para pakar mengira bahwa film animasi ini terletak di Uncanny Valley – seperti yang dialami FF: Spirit Within

Uncanny Valley itu menjelaskan, untuk film animasi terdapat grafik, yang menjelaskan bahwa semakin mirip sang tokoh terhadap manusia, kemungkinan dibenci oleh penonton semakin tinggi, sebab semakin mirip, yang dicari adalah perbedaan / segala yang tidak humanis (misal gerak – rambut – kulit dll)
justru semakin jauh bentuk animasi itu dari dunia nyata, penonton cenderung mencari kesamaan dengan dunia asli, sehingga positifnya lah yang kemudian terlihat
(this explanation thans to bro Izecson )

Cuplikan Isi Buku " Membongkar Gurita Cikeas"

Tuesday, December 29th, 2009

Berikut Isi Buku Membongkar Gurita Cikeas – Buku ini ditulis oleh George Junus Aditjondro. Judul lengkapnya: Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century. Dilaunching hari Rabu (23/12) di Yogya. Hari Sabtu (26/12), buku yang diedarkan melalui jaringan Toko Buku Gramedia ini ditarik dari peredaran. Inilah cuplikan halaman pertama buku ini.
“Apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desas-desus,rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam dan sangat menyakitkan….

Sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?”

Begitulah sekelumit pertanyaan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya hari Senin malam, 23 November 2009, menanggapi rekomendasi Tim 8 yang telah dibentuk oleh Presiden sendiri, untuk mengatasi krisis kepercayaan yang meledak di tanah air, setelah dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – Bibit S Ryanto dan Chandra M Hamzah – ditetapkan sebagai tersangka kasus pencekalan dan penyalahgunaan wewenang, hari Selasa, 15 September, dan ditahan oleh Mabes Polri, hari Kamis, 29 Oktober 2009.

Barangkali, tanpa disadari oleh SBY sendiri, pernyataannya yang begitu defensif dalam menangkal adanya kaitan antara konflik KPK versus Polri dengan skandal Bank Century, bagaikan membuka kotak Pandora yang sebelumnya agak tertutup oleh drama yang dalam bahasa awam menjadi populer dengan julukan drama cicak melawan buaya.

Memang, drama itu, yang begitu menyedot perhatian publik kepada tokoh Anggodo Widjojo, yang dijuluki “calon Kapolri” atau “Kapolri baru”, cukup sukses mengalihkan perhatian publik dari skandal Bank Century, bank gagal yang mendapat suntikan dana sebesar Rp 6,7 trilyun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jauh melebihi Rp 1,3 trilyun yang disetujui DPR‐RI.

Selain merupakan tabir asap alias pengalih isu, penahanan Bibit dan Chandra oleh Mabes Polri dapat ditafsirkan sebagai usaha mencegah KPK membongkar skandal Bank Century itu, bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Soalnya, investigasi kasus Bank Century itu sudah didorong KPK (Batam Pos, 31 Agust 2009). Sedangkan BPK juga sedang meneliti pengikutsertaan dana publik di bank itu, atas permintaan DPR‐RI pra‐Pemilu 2009.

Dari berbagai pemberitaan di media massa dan internet, nama dua orang nasabah terbesar Bank Century telah muncul ke permukaan, yakni Hartati Mudaya, pemimpin kelompok CCM (Central Cipta Mudaya) dan Boedi Sampoerna, salah seorang penerus keluarga Sampoerna, yang menyimpan trilyunan rupiah di bank itu sejak 1998.

Sebelum Bank Century diambilalih oleh LPS, Boedi Sampoerna, seorang cucu pendiri pabrik rokok PT HM Sampoerna, Liem Seng Thee, masih memiliki simpanan sebesar Rp Rp 1.895 milyar di bulan November 2008, sedangkan simpanan Hartati Murdaya sekitar Rp 321 milyar.

Keduanya sama‐sama penyumbang logistik SBY dalam Pemilu lalu. Beberapa depositan kelas kakap lainnya adalah PTPN Jambi, Jamsostek, dan PT Sinar Mas. Boedi Sampoerna sendiri, masih sempat menyelamatkan sebagian depositonya senilai US$ 18 juta, berkat bantuan surat‐surat rekomendasi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri waktu itu, Komjen (Pol) Susno Duadji, tanggal 7 dan 17 April 2009 (Rusly 2009: Haque, 2009; Inilah.com, 25 Febr 2009; Antara News, 10 Ag. 2009; Vivanews.com, 14 Sept. 2009; Forum Keadilan, 29 Nov. 2009: 14).

BANTUAN GRUP SAMPOERNA UNTUK HARIAN JURNAS

Apa relevansi informasi ini dengan keluarga Cikeas?

Boedi Sampoerna ditengarai menjadi “salah seorang penyokong SBY, termasuk dengan menerbitkan sebuah koran” (Rusly 2009: 48).

Ada juga yang mengatakan” Sampoerna sejak beberapa tahun lalu mendanai penerbitan salah satu koran nasional (Jurnas/Jurnal Nasional) yang menjadi corong politik Partai SBY” (Haque 2009).

Dugaan itu tidak 100% salah, tapi kurang akurat. Untuk itu, kita harus mengenal figur‐figur keluarga Sampoerna yang memutar roda ekonomi keluarga itu, setelah penjualan 97% saham PT HM Sampoerna kepada maskapai transnasional AS, Altria Group, pemilik pabrik rokok AS, Philip Morris, di tahun 2005, seharga sekitar US$ 2 milyar atau Rp 18,5 trilyun.

Liem Seng Tee, yang mendirikan pabrik rokok itu di tahun 1963 bersama istrinya, Tjiang Nio, mewariskan perusahaan itu kepada anaknya, Aga Sampoerna (Liem Swie Ling), yang lahir di Surabaya tahun 1915. Aga Sampoerna kemudian menyerahkan perusahaan itu kepada dua orang anaknya, Boedi Sampoerna, yang lahir di Surabaya, tahun 1937, serta adiknya, Putera Sampoerna, yang lahir di Amsterdam, 13 Oktober 1947 (PDBI 1997: A‐789 – A‐796; Warta Ekonomi, 18‐31 Mei 2009: 43, 49).

Sesudah menjual pabrik rokoknya kepada Philip Morris, Putera menyerahkan pengelolaan perusahaan pada anak bungsunya, Michael Joseph Sampoerna, yang telah mengembangkan holding company keluarga yang baru, Sampoerna Strategic, ke berbagai bidang dan negara.

Misalnya, membeli 20% saham perusahaan asuransi Israel, Harel Investment Ltd dan saham dalam kasino di London, dan berencana membuka sejuta hektar kelapa sawit di Sulawesi, berkongsi dengan kelompok Bosowa milik Aksa Mahmud, ipar Jusuf Kalla (Investor, 21 Ag.‐3 Sept. 2002: 19; Prospektif, 1 April 2005: 48; Globe Asia, Ag. 2008: 52‐53, Ag. 2009: 100‐101).

Namun ada seorang kerabat Boedi dan Putera Sampoerna, yang tidak pernah memakai nama keluarga mereka. Namanya Sunaryo, seorang kolektor lukisan yang kaya raya, yang mengurusi pabrik kertas Esa Kertas milik keluarga Sampoerna di Singapura yang hampir bangkrut, dan sedang bermasalah dengan Bank Danamon.

Menurut sumber‐sumber penulis, sejak pertama terbit tahun 2006, Sunaryo mengalirkan dana Grup Sampoerna ke PT Media Nusa Perdana, penerbit harian Jurnal Nasional di Jakarta.

Perusahaan itu kini telah berkembang menjadi kelompok media cetak yang cukup besar, dengan harian Jurnal Bogor, majalah bulanan Arti, dan majalah dwimingguan Explo. Boleh jadi, dwimingguan ini merupakan sumber penghasilan utama perusahaan penerbitan ini, karena penuh iklan dari maskapai‐maskapai migas dan alat‐alat berat penunjang eksplorasi migas dan mineral.

..Secara tidak langsung, majalah dwi‐mingguan Explo dapat dijadikan indikator, sikap Partai Demokrat – dan barangkali juga, Ketua Dewan Pembinanya, SBY– terhadap kebijakan‐kebijakan negara di bidang ESDM…

Secara tidak langsung, majalah dwi‐mingguan Explo dapat dijadikan indikator, sikap Partai Demokrat – dan barangkali juga, Ketua Dewan Pembinanya, SBY– terhadap kebijakan‐kebijakan negara di bidang ESDM.

Misalnya dalam pendirian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), yang tampaknya sangat dianjurkan oleh Redaksi Explo (lihat tulisan Noor Cholis,“PLTN Muria dan Hantu Chernobyl”, dalam Explo, 16‐31 Oktober 2008, hal. 106, serta berita tentang PLTN Iran yang siap beroperasi, September lalu dalam Explo, 1‐15 April 2009, hal. 79).

Pemimpin Umum harian Jurnas berturut‐turut dipegang oleh Asto Subroto (2006‐2007), Sonny (hanya beberapa bulan), dan N Syamsuddin Ch. Haesy (2007 sampai sekarang). Kedua pemimpin umum pertama bergelar Doktor dari IPB, dan termasuk pendiri Brighton Institute bersama SBY.

Selama tiga tahun pertama, ada dua orang fungsionaris PT Media Nusa Perdana yang diangkat oleh kelompok Sampoerna, yakni Ting Ananta Setiawan, sebagai Pemimpin Perusahaan, dan Rainerius Taufik sebagai Senior Finance Manager atau Manajer Utama Bisnis.

Dalam Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar PT Media Nusa Perdana, yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DKI Jakartam 5 Maret 2007, namanya tercantum sebagai Direktur merangkap pemilik dan penanggungjawab.

..kesan bahwa perusahaan media ini terkait erat dengan Partai Demokrat tak dapat dihindarkan, dengan duduknya Ramadhan Pohan, Ketua Bidang Pusat Informasi BAPPILU Partai Demokrat sebagai Pemimpin Redaksi harian Jurnal Nasional…

Sementara itu, kesan bahwa perusahaan media ini terkait erat dengan Partai Demokrat tidak dapat dihindarkan, dengan duduknya Ramadhan Pohan, Ketua Bidang Pusat Informasi BAPPILU Partai Demokrat sebagai Pemimpin Redaksi harian Jurnal Nasional dan majalah Arti, serta Wakil Ketua Dewan Redaksi di majalah Explo.

Sebelum menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Jurnas, Ramadhan Pohon merangkap sebagai Direktur Opini Publik & Studi Partai Politik Blora Center, think tank Partai Demokrat yang mengantar SBY ke kursi presidennya yang pertama. Barangkali ini sebabnya, kalangan pengamat politik di Jakarta mencurigai bahwa dana kelompok Sampoerna juga mengalir ke Blora Center.

Soalnya, sebelum Jurnas terbit, Blora Center menerbitkan tabloid dwi‐mingguan Kabinet, yang menyoroti kinerja anggota‐anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Sementara itu, Ramadhan Pohan baru saja terpilih menjadi anggota DPR‐RI dari Fraksi Demokrat, mewakili Dapil VII Jawa Timur (Jurnalnet.com, 25 Febr. 2005; Fajar, 21 Juni 2005; ramadhanpohan.com, 14 Okt. 2009).

Kembali ke kelompok Jurnas dan hubungannya dengan Grup Sampoerna, di tahun 2008, Ting Ananta Setiawan mengundurkan diri darijabatan Pemimpin Perusahaan, yang kini dirangkap oleh Pemimpin Umum, N. Syamsuddin Haesy.

Namun nama Ananta Setiawan tetap tercantum sebagai Pemimpin Perusahaan, sebagai konsekuensi dari SIUP PT Media Nusa Perdana.

Mundurnya Ananta Setiawan secara de facto terjadi seiring dengan mengecilnya saham Sampoerna dalam perusahaan media itu, dan meningkatnya peranan Gatot Murdiantoro Suwondo sebagai pengawas keuangan perusahaan itu. Isteri Dirut BNI ini, dikabarkan masih kerabat Ny. Ani Yudhoyono (McBeth 2007).

Berapa besar dana yang telah disuntikkan Grup Sampoerna ke kelompok Jurnas?

Menurut SIUP PT Media Nusa Perdana yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta, 5 Maret 2007, nilai modal dan kekayaan bersih perusahaan itu sebesar Rp 3 milyar.

..keluarga Sampoerna tidak hanya menanam modal di kelompok media Jurnal Nasional, tapi juga di simpul-simpul kampanye Partai Demokrat yang lain, yang juga disalurkan lewat Bank Century… Laporan Keuangan PT Bank Century Tbk Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal‐Tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 menunjukkan bahwa ada penarikan simpanan pihak ketiga sebesar Rp 5,7 trilyun…

Namun jumlah itu, hanya cukup untuk sebulan menerbitkan harian Jurnal Nasional, yang biaya cetak, gaji, dan biaya‐biaya lainnya kurang lebih Rp 2 milyar sebulan. Berarti biaya penerbitan tahun pertama (2006), sekitar Rp 24 milyar. Tahun kedua (2007), turun menjadi sekitar Rp 20 milyar, setelah koran dan majalah‐majalah terbitan PT Media Nusa Perdana mulai menarik langganan dan iklan.

Tahun ketiga (2008), sekitar Rp 18 milyar, dan tahun keempat (2009) sekitar Rp 15 milyar. Berarti kelompok media cetak ini telah menyedot modal sekitar Rp 90 milyar, mengingat Jurnal Bogor menyewa kantor sendiri di Bogor, dan punya rencana untuk berdiri sendiri, dengan perusahaan penerbitan sendiri.

Selain biaya cetak yang tinggi untuk seluruh Grup Jurnas, pos gaji wartawan kelompok media ini tergolong cukup tinggi. Gaji pertama wartawan Jurnas tahun 2006 mencapai Rp 2,5 juta sebulan, tiga kali lipat gaji wartawan baru Jawa Pos Group.

Kecurigaan masyarakat bahwa keluarga Sampoerna tidak hanya menanam modal di kelompok media Jurnal Nasional, tapi juga di simpul-simpul kampanye Partai Demokrat yang lain, yang juga disalurkan lewat Bank Century, bukan tidak berdasar. Soalnya, Laporan Keuangan PT Bank Century Tbk Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal‐Tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 menunjukkan bahwa ada penarikan simpanan pihak ketiga sebesar Rp 5,7 trilyun.

Selain itu, Ringkasan Eksekutif Laporan Hasil Investigasi BPK atas Kasus PT Bank Century Tbk tertanggal 20 November 2009 menunjukkan bahwa Bank Century telah mengalami kerugian karena mengganti deposito milik Boedi Sampoerna yang dipinjamkan atau digelapkan oleh Robert Tantular dan Dewi Tantular sebesar US$ 18 juta –atau sekitar Rp 150 milyar– dengan dana yang berasal dari Penempatan Modal Sementara LPS. (FK/KN/)

Link : http://kabarnet.wordpress.com/2009/12/29/inilah-cuplikan-isi-buku-membongkar-gurita-cikeas/

Download PDF nya : KLIK INI

Bermain Saham Lewat Internet

Monday, December 28th, 2009

Link Asli : http://jouzz.wordpress.com/

Saya akhirnya ikut bermain saham atas sugesti salah seorang teman saya yang telah melakukan hal ini semenjak beberapa bulan yang lalu. Hari ini saya baru saja membeli saham senilai USD 19.00 (sembilan belas dolar amerika). Saya sengaja hanya membeli saham dengan nilai yang kecil, karena jujur ini pertama kalinya saya bermain saham lewat internet sehingga masih setengah percaya dan setengah tidak.

Teman saya juga berinvestasi dalam skala kecil, yah bisa dibilang hanya sebuah permainan. Paling tidak pengalaman yang didapat lumayan besar karena saya jadi tahu bagaimana caranya bertransaksi lewat internet banking.

Dalam memulai investasi saham dalam internet ini, anda dapat memulainya dengan membuka rekening di liberty reserve atau perfect money. Dalam kasus ini saya menggunakan rekening di liberty reserve. Berikut link yang dapat Anda gunakan.

  1. Liberty Reserve

Anda dapat membuka rekening pada liberty reserve sebagai acuan penyimpanan saldo dolar Anda. Setelah Anda memiliki rekening tersebut (atau rekening serupa lainnya, seperti perfect money) Anda dapat memulai untuk menyimpan saldo dalam USD.

Jika Anda belum memiliki simpanan dalam nilai USD, maka Anda dapat menggunakan jasa layanan lainnya yang berfungsi mengkonvert rupiah Anda menjadi dollar. Salah satu situs yang membantu Anda untuk menukarkan rupiah adalah klik tukar. Berikut link yang dapat Anda gunakan.

2. Klik Tukar

Anda dapat membuka suatu transaksi untuk menukar rupiah Anda menjadi dolar dengan bergabung terlebih dahulu kedalam keanggotaan klik tukar. Dalam mengisi formulir, Anda akan ditanyakan mengenai rekening Bank yang akan digunakan untuk mentransfer rupiah seperti Bank Mandiri, BNI, ataupun BCA. Selain itu, Anda juga akan diminta untuk mengisi nama Bank yang akan digunakan dalam penyimpanan dolar setalah bertransaksi menggunkan klik tukar. Klik tukar disini bukanlah sebagai penyimpan dana melainkan hanya sebagai perantara transaksi yang akan membantu Anda dalam mengkonversikan rupiah menjadi dolar.

Dalam bertransaksi, Anda masih menggunakan ATM Bank yang Anda miliki guna mentransfer sejumlah dana untuk dikonvert. Saya telah mencoba menggunakan layanan dari klik tukar dan merasakan pelayanan yang sangat baik. Nilai yang Anda transfer ke rekening klik tukar hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk dikonvert menjadi dolar dan masuk ke rekening liberty reserve.

Setelah saldo Anda tercatat di dalam rekening liberty reserve, maka Anda apat membuka situs Genius Funds untuk menggunakan saldo yang Anda miliki untuk pembelian saham. Berikut link yang dapat Anda buka.

3. Genius Funds

Agar Anda dapat membeli saham, maka Anda akan diminta bergabung kedalam keanggotaan Genius Funds terlebih dahulu. Pertama kali Anda akan ditanyakan mengenai  jenis rekening yang akan Anda buka, apakah diperuntukkan untuk pribadi ataukah untuk bisnis. Dalam hal ini Anda dapat membuka rekening pribadi terlebih dahulu. Ikuti langkah-langkah dalam membuka rekening di keanggotaan Genius Funds dan Anda akan segera memiliki rekening pribadi Anda.

Setelah Anda memiliki rekening pribadi di genius funds, maka Anda akan melihat bahwa saldo rekening Anda masih bernilai 0 (nol). Untuk mengisi saldo Anda, maka Anda dapat melakukan transaksi transfer di page genius funds itu sendiri. Anda dapat mengklik tambah nilai pada tulisan dibawah saldo total.

Setelah itu, Anda akan ditanya mengenai jumlah saldo yang akan ditransfer menuju rekening genius funds ini. Selain itu Anda juga akan ditanya mengenai rekening pilihan sebagai sumber dana. Anda dapat mengisi liberty reserve dibagian ini. Semua transaksi akan dilakukan dalam kalkulasi USD.

Secara otomatis, setelah Anda melanjutkan transaksi untuk transfer, maka page Anda akan beralih menuju bank terpilih (dalam kasus saya liberty reserve). Anda dapat mengikuti langkah-langkah untuk melanjutkan transaksi transfer dalam page tersebut.

Setelah transfer dilaksanakan, maka secara otomatis page Anda akan kembali ke genius funds. Jika saldo Anda masih 0 (nol), maka Anda dapat menunggu sekitar 5 sampai 10 menit hingga saldo Anda terisi. Untuk lebih memastikan, check rekening Anda di liberty reserve, jika telah berkurang maka transaksi sukses dilaksanakan.

Untuk membeli sebuah saham, maka Anda dapat mengklik beli saham melalui page rekening pribadi Anda di genius funds. Anda dapat memilih saham yang akan diinvestasikan dan laba yang akan diperoleh (berupa laba harian atau mingguan). Pilih salah satu kemudian masukkan nominal yang akan Anda beli (dalam USD).

Setelah pembelian selesai, maka Anda dapat melihat total saham yang Anda miliki di page rekening pribadi Anda. Jika telah tertera nominal tertentu, berarti pembelian sukses dilaksanakan dan Anda hanya menunggu untuk melihat laba yang akan diperoleh.

Selamat mencoba…

NB :

Pastikan Anda selalu mengingat id dan password serta informasi penting lainnya dalam setiap pembukaan rekening. Jika sulit untuk diingat, maka Anda dapat mencatatnya pada lembar tertentu dan simpan secara pribadi serta rahasia. Saya menulis tulisan ini semata-mata untuk berbagi pengalaman dan bukan mensugesti Anda untuk melakukan hal yang serupa.

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant