Archive for April, 2009

Hari Aris Sedunia…Arti sebuah Keberadaan

Wednesday, April 29th, 2009

Setelah Melewati Hari Kartini, Hari Bumi, Hari Buku

tanggal 28 April 2008 bertepatan dengan hari kelahirran saya

Selamat Hari Aris Sedunia…

Sedikit Narsis,tapi ini adalah suatu bentuk perhargaan yang sangat sederhana sekali dalam mensyukuri rahmat tuhan terhadap saya, apapun bentuk rahmat itu. Dari segi perkembangan fisik ,tentunya tubuh saya jauh berbeda ketika saya berumur 15 tahun. Kita tidak merasakan pertumbuhan fisik yang begitu  cepatnya. Begitupula perkembangan pola pikir dan mental. Pembentukan itu semua tak lepas dari  campur tangan sang pencipta.

Tak harus mempertanyakan sesuatu yang telah terjadi di masa lalu dan yang kita hadapi di masa yang akan datang. Selama kita yakin bahwa kita yang menentukan keberadaan kita di dunia ini dengan sedikit keberuntungan yang diberikan oleh tuhan. Bukanlah suatu bentuk widiatul wujud yang telah diajarakan oleh Syeh Siti Jenar dan juga sesuatu takdir yang harus kita terima apa adanya tanpa tanpa suatu usaha. Apalagi mempertanyakan usaha yang telah kita lakukan dengan hasil yang kita dapatkan.Pernahkan anda berpikir kenapa setan tidak mau menyembah manusia (red: adam), tuhan adalah zat yang disembah, bukan manusia, perintah tuhan mutlak harus dilakukan oleh mahkluk manapun.Dilema bukan?

Selama kita masih memandang sampah adalah sesuatu hal yang bisa dimanfaatkan kembali dan jikapun adalah sampah dari suatu settingan tuhan untuk orang seperti saya. Meski menjadi kuman sekalipun. Keberadaan itu tetap ada. Terima Kasih Tuhan

Buatlah Hidupku Menjadi Lebih Bermakna Bagi Orang Lain

Jikapun aku menjadi sampah di dunia ini bukan berarti aku tidak diterima di surgamu nanti

Manohara

Sunday, April 26th, 2009

ManoharaWanted

Tolong Selesaikan Kasus Ini Segera

Cukup Mewakili Permasalahan Bangsa Kita Di Negeri Orang

Kalau Istri Sultan Aja Nasibnya Ga Jelas, Apalagi TKI/TKW Kita

Say No to Kekerasan Dalam Rumah Tangga


1,000,000 KLIK untuk KEBEBASAN MANOHARA dan KEHORMATAN BANGSA INI !!!’s Wall

Kenapa INDONESIA tidak bisa MAJU ?

Sunday, April 26th, 2009

Anda tahu kenapa Indonesia BELUM SAMPAI menjadi negara maju ?

Karena rakyat Indonesia sejak dini sudah di doktrin dengan lagu-lagu yang tidak bermutu & mengandung serta mengajarkan banyak kesalahan, kekeliruan, kerancuan dan menurunkan motivasi…mari kita buktikan :

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Balonku ada 5 … rupa-rupa warnanya … merah, kuning, kelabu … merah muda dan biru … meletus balon hijau, dorrrr!!!”

Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba-tiba muncul warna hijau ?

Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 ! –

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Aku seorang kapiten …. mempunyai pedang panjang … kalo berjalan prok … prok … prok … aku seorang kapiten !”

Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi)
Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi :
“mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang) … kalo berjalan prok … prok … prok …”, nah, itu baru klop !
jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi :
“mempunyai pedang panjang … kalo berjalan ndul … gondal …. gandul …. atau srek …..srek … srek…” itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya !

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Bangun tidur ‘ku terus mandi … tidak lupa menggosok gigi ….. habis mandi ku tolong ibu … membersihkan tempat tidurku …”
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru.
Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang !

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Naik-naik ke puncak gunung … tinggi . . . tinggi sekali … kiri kanan ‘ku lihat saja … banyak pohon cemara ….”

Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi !
Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki
lalu jadi bingung dan nggak tahu mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, nggak maju-maju !

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Naik kereta api tut …. tut … tut … siapa hendak turut ke Bandung … Sby..bolehlah naik dengan naik percuma … ayo kawanku lekas naik … keretaku tak berhenti lama”

Nah, yg begini ini yg parah ! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya naik KA gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus !

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Di pucuk pohon cempaka … burung kutilang berbunyi … bersiul-siul sepanjang hari dg tak jemu-jemu … mengangguk-angguk sambil bernyanyi tri li li … li … li …….. li … li …”

Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak-anak akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit … cuit … cuit !
kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara lagu
anak-anak dgn presenter agnes monica waktu dia masih kecil adalah Tra la la trili li!), bukan burung !

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Pok ame ame-ame … belalang kupu-kupu… siang makan nasi, kalo malam minum susu …”
Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi nggak pagi nggak malem ya minum susu !

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Nina bobo nina bobo oh nina bobo … kalau tidak bobo digigit nyamuk”

menurut psikolog : jadi sekian tahun anakanak indonesia diajak tidur dgn lagu yg penuh nada mengancam

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Bintang kecil di langit yg biru …”
(Bintang khan adanya malem, lah kalo malem emang warna langitnya biru ?)

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Ibu kita Kartini….harum namanya”
(Namanya Kartini atau Harum ?)

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Pada hari minggu … naik delman istimewa ‘ku duduk di muka”
(Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka ??)

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita …”
(kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur ?)

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~
‘Pelangi-pelangi alangkah indahmu,…. . pelukismu agung, siapa gerangan ?”
( kan udah tahu yang ngelukisnya si Agung, masih nanya siapa gerangan ?”

Semoga tawa anda menyejukkan dunia…
Cuma sekedar intermezzo.. . gak usah dipikirim secara serius… hahahahahahahaha. ..

Sedikit Renungan Sebelum Tidur

Tuesday, April 21st, 2009

Kebingungan akan sebuah keberadaan

Sedikit mempertanyakan konsep keberterimaan pemikiran

gula itu manis

garam itu asin

jika gula tak selamanya manis dan jika garam tak selamanya asin

gula+garam = tawar

apakah mungkin gula menjadi asin dan garam menjadi manis?

Bisa Kasih Sedikit Pembenaran

Mungkin Ini Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Gaji papa berapa?

Saturday, April 18th, 2009

Selingan dari milis sebelah..

Gaji papa berapa?
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika
ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji
Rp. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp.5.000,- enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”..

“Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun
menengok Sarah dikamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan
bisa.”

“Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew

“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus
ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau

pinjam dari Papa” kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

“Bagi dunia kau hanya
seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”

disadur dari milis sarikata

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant