Archive for February, 2009

FIRST PHOTOS: Weird Fish With Transparent Head

Saturday, February 28th, 2009

Keren nih menurut gw infonya….kebetulan gw berlangganan National Geographic News via email.

Top news minggu ini, Ikan dengan kepala transparan aka tembus pandang. Subhanallah sekali ^^

LINK : KLIK INI

090223-01-fish-transparent-head-barreleye-pictures_big

PRS di Pagi Hari yang Abstrak

Wednesday, February 25th, 2009

Pagi, 06.21, 26 Februari 2009

Masih bingung dengan kuliah yang mau  diambil.Ah.. aya-aya wae jadwal semester ini. Banyak yang bentrok dan ga jelas. Politik dan Tata Pemerintahan dan Rekling udah pasti drop karna ketidakcocokan jadwal. MPD harus Ambil, kalau ga cuma 17 sks. Ter-sedikit sepanjang sejarah Aris kuliah Di ITB. Kayak di TV-TV itu lho.

Mw ngambil PSDA = Dosennya killer

Mw ngambil Metnum = Belum pernah masuk

MPLL : Sama aja

Masak MKDU lagi

Udah nanya-nanya teman sih, tapi masih belum yakin euy, 19 sks atau 22, kan sayang klo  ngambil metnum ntar  KK-nya dapet transport, mending ambil MPLL.

ARGHHHHHHHHHHHHHHHH

2 hari lagi sebelum PRS Di tutup masih  belum bisa memutuskan untuk  diri sendiri ke depannya.

Apa ya Solusinya…….?

Sekilas Mengenai Tifosi Inggris Dan Italia

Tuesday, February 24th, 2009

Sebelum laga Inter Milan Dini hari nanti, awak sempatkan dlu membuka goal.com buat cari referensi laga-laga tim Italia dan tim Inggris. Ada sebuah tulisan menarik yang berjudul Lucu Tapi Nyata: Perbedaan Budaya Italia & Inggris.

Mari kita simak perbedaan budaya dari kedua negara tersebut, baik di dalam maupun luar lapangan, sebagaimana dipaparkan oleh Carlo Garganese, wartawan GOAL.com berdarah Italia yang berdomisili di Inggris.

Di Dalam Lapangan

1) Pada hari Minggu di Italia, para suporter mempunyai jadwal rutin sebagai berikut: pergi ke gereja, menyaksikan pertandingan, pulang ke rumah. Sedangkan di Inggris: pergi ke bar, menyaksikan pertandingan, kembali ke bar.

2) Di Italia, pasta dan segelas red wine adalah hidangan tepat sebelum pertandingan. Di Inggris, kebab dan kentang goreng ditambah bir setengah liter sebelum ke stadion sudah cukup.

3) Di Italia, polisi akan membiarkan Anda melempar jeruk ke arah bus yang mengangkut tim lawan. Di Inggris, Anda akan dijebloskan ke penjara bila melakukan perbuatan seperti itu.

4) Tifosi Italia berkelakuan baik di laga tandang, tapi bisa mengamuk di kandang sendiri. Fans Inggris berkelakuan baik di negeri sendiri, tapi menggila di Eropa.

5) Di Inggris, penonton duduk di bangku stadion. Di Italia, bangku stadion bisa dijadikan senjata.

6) Di Inggris, petugas keamanan memperhatikan ulah penonton. Di Italia, petugas keamanan menyaksikan pertandingan tapi merangkap sebagai Ultras.

7) Di Inggris, Anda harus pergi ke warung stadion untuk membeli makanan. Di Italia, Anda cukup meneriakkan ‘A Bibitaro’ kepada penjual makanan yang tak jauh dari bangku Anda, kemudian Anda memberikan uang yang disampaikan melalui satu penonton ke penonton lainnya, sementara sang penjual mengirimkan sebuah cornetto dengan cara yang sama.

8} Di Inggris, jika Anda cepat, kuat dan bisa berlari non-stop selama 90 menit, Anda akan dianggap pemain hebat, meskipun skill permainan Anda menyamai skill seekor keledai. Di Italia, jika Anda memperagakan taktik dan teknik yang memadai, Anda akan dianggap pemain hebat, meskipun kecepatan dan mobilitas Anda menyamai kura-kura.

9) Di Inggris, jika Sky Sports mengatakan bahwa Peter Crouch adalah pemain terbaik dunia, satu negara akan percaya. Di Italia, jika Sky Italia mengklaim bahwa Simone Loria adalah bek terbaik di planet ini, satu negara akan berhenti berlangganan stasiun televisi tersebut.

10) Di Italia, ‘hasil akhir membenarkan tujuan awal’, dan menarik kostum tim lawan, diving, pelanggaran keras dan menipu wasit adalah aspek-aspek penting dalam pertandingan. Di Inggris, semua tindakan tersebut adalah bentuk kecurangan, dan filosofi ‘tujuan awal membenarkan hasil akhir’ diikuti, karena fair play lebih penting ketimbang menang dengan cara apapun.

11) Di Italia, pertahanan adalah kesenian. Di Inggris, pertahanan adalah anti-sepakbola.

12) Di Italia, jika sebuah tim tertinggal 3-0, semua pemain menyerah, dan semua pendukung mencemooh tim yang kalah, menghancurkan mobil pemain terburuk, dan menyerbu latihan tim pada hari berikutnya. Di Inggris, jika sebuah tim tertinggal 8-0 pun, para pemain masih berjuang dan mengejar bola hingga akhir menit meskipun sadar pasti kalah, sementara para pendukungnya bersorak menyanyikan tentang ‘pahlawan’ mereka.

13) Di Inggris, wasit yang buruk memang buruk. Di Italia, wasit yang buruk adalah korup.

14) Di Inggris, acara televisi sesudah laga berakhir adalah 99% cuplikan pertandingan dan 1% analisis. Di Italia, acaranya 1% cuplikan pertandingan dan 99% analisis (atau tayangan ulang dalam slow-motion).

15) Di Inggris, Anda jarang mendengar berita tentang ketua klub, yang cenderung untuk menjauhi pers. Di Italia, presiden klub sudah terbiasa melontarkan komentar kontroversial.

Di Luar Lapangan

16) Di Italia, menyuap dan korupsi adalah bagian kehidupan. Di Inggris, istilah ‘backhander’ adalah jenis pukulan dalam olahraga tenis [di Italia ‘backhander’ diartikan sebagai penyuap].

17) Di Inggris, Anda tak bersalah sebelum terbukti bersalah. Di Italia, Anda dinyatakan bersalah sebelum terbukti tak bersalah.

18) Di Italia, anak seumur sembilan bulan sudah diberikan minuman beralkohol untuk pertama kalinya, dan belajar untuk menghargai minuman itu. Di Inggris, anak-anak dilarang menyentuh minuman keras hingga usia 18 tahun, dan selanjutnya mereka belajar untuk melemparkannya.

19) Di Italia, anak-anak cowok dijaga ibunya hingga usia 40 tahun merupakan hal yang biasa. Di Inggris, anak-anak cowok sudah mencari rumah sendiri dan berusaha mandiri saat berusia 16 tahun.

20) Pria Italia sudah mencukur kumisnya pada usia 11 tahun, dan rutin setiap hari supaya terlihat halus. Pria Inggris mulai mencukur ketika menginjak usia 18, dan selanjutnya harus menunggu lima tahun lagi untuk melihat jenggot tipis tumbuh dari ujung dagunya.

21) Di Inggris, ketepatan waktu dan mengatur jadwal sangat penting. Di Italia, 30 menit terlambat masih tepat waktu.

22) Di Italia, tidak ada orang yang beli karcis untuk naik kereta api. Di Inggris, semua orang membayar, meskipun tarifnya sangat tinggi dan lebih murah naik taksi.

23) Di Inggris, melanggar hukum adalah hal yang bersifat pribadi dan patut dirahasiakan. Di Italia, melanggar aturan adalah sumber percakapan yang menghibur dan wajib diceritakan ke teman-teman.

24) Orang-orang Italia berlibur dan kulitnya tak mudah terbakar oleh sinar matahari, bahkan kulitnya akan tetap berwarna coklat. Tapi orang-orang Inggris kulitnya mudah terbakar, dan butuh waktu yang lama untuk mengembalikan warna kulit aslinya.

25) Di Italia, pakaian sporty dari atas ke bawah dianggap tidak mengikuti tren. Di Inggris, tidak memakai pakaian olahraga berarti bencong.

26) Di Italia, tidak ada orang yang mengantri, tapi dorong-dorongan terjadi sambil berpura-pura mengenal seseorang di depan antrian. Di Inggris, semua orang rela mengantri berjam-jam, dan meskipun ditolak, mereka bisa pergi tanpa mengeluh.

27) Di Italia, politik adalah hal yang melekat di dalam jiwa. Di Inggris, politik kalah pentingnya dengan ‘Big Brother’, acara televisi populer yang memperlihatkan sekumpulan orang tidak berbakat yang melakukan hal-hal tidak penting sepanjang hari.

28) Di Italia, dua orang dengan jenis kelamin yang sama berpelukan dan mencium pipi adalah hal yang normal. Di Inggris, Anda ‘tidak normal’ jika melakukan itu.

29) Di Italia, jika Anda pergi ke sebuah pesta, Anda dipastikan kenyang karena makanan yang disajikan tuan rumah tersedia dalam porsi berlebih. Di Inggris, jangan heran bila Anda diminta untuk membawa makanan sendiri ke pesta, tapi akhirnya Anda masih lapar dan harus mampir ke McDonalds sebelum pulang.

30) Di Italia, penyiar televisi cantik antara lain Juliana Moreira, Ilary Blasi, Christina Chiabotto, Ilaria D’Amico dan Michelle Hunziker, itupun baru sebagian. Di Inggris, hanya ada Jordan atau Jody Marsh.

Tapi Sepertinya, Dini Hari ini Milik Italia, Viva Inter…

LINK ASLINYA : GOAL.COM

Serangan Desa Cisitu

Sunday, February 22nd, 2009

Subjek: Cisitu menyerang He he
Terkirim: tgl 22.02.09 jam 12:06:02 Jam

Penyerang aris_kir dari desa Cisitu
[Legionnaire] [Praetorian] [Imperian] [Equites Legati] [Equites Imperatoris] [Equites Caesaris] [Battering Ram] [Fire Catapult] [Senator] [Settler] [Kesatria]
Pasukan 0 0 1600 0 0 0 0 0 0 0 1
Korban jiwa 0 0 1600 0 0 0 0 0 0 0 1
Rampasan 0 0 0 0

Pembela he he dari desa He he
[Legionnaire] [Praetorian] [Imperian] [Equites Legati] [Equites Imperatoris] [Equites Caesaris] [Battering Ram] [Fire Catapult] [Senator] [Settler] [Kesatria]
Pasukan 592 644 164 71 295 314 0 0 0 0 1
Korban jiwa 512 557 142 61 255 272 0 0 0 0 0

Pembela Bantuan
[Clubswinger] [Spearman] [Axeman] [Scout] [Paladin] [Teutonic Knight] [Ram] [Catapult] [Chief] [Settler]
Pasukan 0 38 0 0 0 0 0 0 0 0
Korban jiwa 0 33 0 0 0 0 0 0 0 0

Pasukan gw mati semua…gila!!!!
nih LINK NYA

HP-ku Hilang

Friday, February 20th, 2009

Di postingan yang dulu…sepatuku hilang
Sekarang HP-ku hilang

Sabar ya ris….

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant