1000 Hits….
Wednesday, December 31st, 20081 views lagi akhirnya jadi 1000 Hits
masih 999 nih…nanggung nih
hahahaha….
Just Aris Weblog
1 views lagi akhirnya jadi 1000 Hits
masih 999 nih…nanggung nih
hahahaha….
Niat ini sudah lama timbul…hal ini dikarenakan potensi mahasiswa/mahasiswi medan di aceh sangat banyak, sehingga perlu suatu wadah sosial yang dapat mengumpulkan mereka yang berlandaskan muslim. Saya melakukan contact dengan teman saya yang berada di aceh untuk mendiskusikan agenda pembentukan IMMAM cabang Aceh. Saya sudah lama memikirkan hal ini, jauh sebelum menjadi wakil ketua IMMAM 2008. Dari hasil diskusi melalui YM didapat hasil yang positif bahwa dimungkinkan adanya suatu ikatan kekeluargaan muslim Medan di Aceh yang masih terikat sama IMMAM di Jawa. Untuk realisasinya Penanggung Jawab IMMAM di Aceh menjadi tanggung jawab langsung Wakil Ketua yang telah direstui oleh Ketua IMMAM, Yudi Lesmana, Tambang ITB’ 06. Mungkin dalam waktu dekat ini penanggung jawab IMMAM di Aceh akan mendiskusikan hal ini dengan teman-teman terdekat yang nantinya akan menjadi cikal bakal IMMAM di Aceh.
Tunjukkan Kontribusi IMMAM untuk Kota Medan
AMIN









Ngga nyangka aja kalau alam telah menyediakan sesuatu yang begitu indah untuk dinikmati
itu tak lepas dari karunia Allah sebagai sang pencipta…
Aq ada beberpa foto lagi…ngga ditampilin sih.
tapi klo mw, tinggalin email aja biar di sent
” Hidup adalah ibadah”
ini link downloadnya
Bagi yang ingin menginfaqkan sebagian hartanya untuk Palestine, bisa
transfer dana ke rekening sebagai berikut :
KOMITE INDONESIA UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA (KODE LEMBAGA: KISPA)
* Bank Muammalat Indonesia (BMI) no rek 311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA
(REKOMENDASI)
YAYASAN PORTALINFAQ (KODE LEMBAGA: PORTAL)
* Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790 an Yayasan
Portalinfaq
* Bank Central Asia (BCA) Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244 an
Yayasan Portalinfaq
AKSI CEPAT TANGGAP (KODE LEMBAGA: ACT)
* Bank Mandiri (BM) No. Rek. 1280004555808 an Aksi Cepat Tanggap
* Bank Muamalat Indonesia (BMI) No. Rek. 3040022915 an Aksi Cepat Tanggap
* BCA No. 676.030.2021 an Aksi Cepat Tanggap
DOMPET DHUAFA REPUBLIKA (KODE LEMBAGA: DDR)
* Bank Nasional Indonesia Syariah (BNIS) No. Rek. 009.153.9002 an Dompet
Dhuafa Republika
* Bank Mandiri (BM) No. Rek. 101.00.81050.633 an Dompet Dhuafa Republika
LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU (KODE LEMBAGA: PKPU)
* Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.951 (Rekening Dollar -
SWIFT CODE = BNI NI DJA TEB) an Yayasan PKPU
* Bank Central Asia (BCA) Soepomo No. Rek. 600.034.7777 an Yayasan PKPU
* Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.917 an Yayasan PKPU
Bagi yang sudah transfer, mohon dengan sangat untuk mengirimkan konfirmasi
via sms ke Kosi di 08128510372, dengan mengetik : “PALESTINE, Kode Lembaga,
Nama Bank, Jumlah Bantuan”. Bisa juga melalui YM : anak_ngw dan email
ukhti.kosi[at]gmail.com
Selagi masih diberi kesempatan, marilah kita senantiasa berlomba-lomba dalam
amal kebaikan. Saudara kita di Palestine, sangat membutuhkan dukungan dari
kita semua…!!!
sumber : Dari milis IMMAM (Ikatan Mahasiswa Muslim Asal Medan)
karna sesama muslim adalah bersaudara…Allahu akbar
AK Parti dari Turki sangat fenomenal. Baru setahun didirikan, menang pemilu. Berikut ulasan wartawan Jawa Pos Rohman Budijanto, yang baru saja ke Ankara.
—
ORANG bisa salah duga bahwa gedung lebar bertingkat delapan itu kantor ”PLN” Turki. Di puncak gedung’tersebut terdapat logo bohlam kuning yang memancarkan tujuh sinar.
Gedung itu bukan pusat listrik, tapi markas besar AK Parti. Singkatan dari Adalet ve Kalkinma Partisi atau Partai Keadilan dan Pembangunan. AK Parti bisa juga berarti partai putih.
Gedung itu berada tak jauh dari Ataturk Boulevard, wilayah paling elite di ibu kota Ankara. Sesuai standar pengamanan di sana, pengunjung yang ingin masuk harus menyerahkan tas untuk digeledah. Setelah itu, harus masuk salah satu di antara dua gerbang detektor logam.
Di meja resepsionis terdapat empat pria berjas dan berdasi rapi. Ramah, tapi tak bisa bahasa asing. Setelah melalui bahasa isyarat, ada pemuda datang menyambut. Bisa sedikit bahasa Inggris. Lalu, Jawa Pos diajak ke lantai IV. Di sana ada Gulumden Oral, salah satu sekretaris.
”Di lantai IV ini kami menerima para wartawan, termasuk dari luar negeri,” kata perempuan ramah itu. Dia menyebutkan, tak ada wanita berjilbab di lantai yang dibagi-bagi dalam banyak ruangan kecil itu. Jilbab menjadi isu sensitif bagi AK Parti, yang dicitrakan berakar ”Islamis”. Bahkan, AK Parti hampir dibubarkan Mahkamah Konsitusi (MK) gara-gara mengubah UU larangan berjilbab di perkantoran pemerintah dan sekolah.
Ketua AK Parti Recep Tayyip Erdogan selalu menegaskan, partainya bukan partai agama. Mantan wali kota Istanbul itu sendiri menyebut dirinya demokrat konservatif. ”Kami tak mungkin memberlakukan syariat Islam,” tegas Suat Kiniklioglu, salah seorang anggota parlemen dari AK Parti, kepada Jawa Pos. Tapi, Suat menyebut partainya mendorong pemberlakuan nilai-nilai kebajikan universal.
Di tengah kecurigaan sebagai Islamis, kemenangan AK Parti merpakan prestasi ajaib. AK Parti baru didirikan setahun sebelum pemilu, yakni pada 14 Agustus 2001. Partai itu merebut 34,3 persen suara pada Pemilu November 2002. Pemilu itu dilakukan karena pemerintahan koalisi yang rapuh bubar. Ekonomi memburuk, sampai-sampai mengemis ke IMF.
Kemenangan itu membawa kestabilan pemerintahan Turki karena sejak 1987 baru kali inilah satu partai mayoritas bisa membentuk pemerintahan. AK Parti menduduki 343 di antara 550 kursi di parlemen. Pesaing terdekatnya, Partai Rakyat Republikan (CHP), mendapat 19,4 persen (178 kursi). AK Parti mendapat kursi parlemen lebih dari 50 persen karena mendapat suara ”murah”, dengan pembagi sedikit, di sebagian besar dari 81 provinsi Turki.
Sukses pemilu itu juga merupakan lonjakan besar. Partai-partai ”pendahulu” AK Parti yang dibubarkan MK Turki menggenggam popularitas tak lebih dari 5 persen. Yakni, Refah Partisi (Partai Kesejahteraan),’Milli Nizam Partisi (Partai Tugas Nasional, MNP), dan Milli Selamet Partisi (Partai Keselamatan Nasional, MSP).
Setelah memerintah, AKP terus dicurigai lawan-lawan politiknya. Seperti ketika mengusulkan zina menjadi tindak pidana, jilbab diperbolehkan dipakai di instansi pemerintah dan sekolah, melarang iklan outdoor ”telanjang”, atau membatasi penjualan alkohol. Semua dianggap agenda Islamis.
Sampai-sampai partai tersebut diadili di MK dan diusulkan dilarang ketika mengusulkan perubahan UU larangan jilbab. Tapi, MK memutuskan partai itu hanya didenda. AKP juga membatalkan memasukkan zina menjadi tindak pidana, terus berupaya ”menyopankan” iklan outdoor, serta tetap memberlakukan lisensi ketat penjualan alkohol di beberapa daerah.
Ketika pemerintahan AK Parti terus-menerus didera kritik dan kecaman, Erdogan memajukan pemilu untuk menguji kepercayaan rakyat. Ternyata posisi AKP malah menguat, yakni menang 46,3 persen. Meskipun kursinya berkurang 2, yakni 341 kursi.
Hasil itu dinilai menunjukkan protes arus bawah di Turki. Pemerintahan kaum sekularis nasionalis dinilai tak membawa kemakmuran di Turki. Ternyata isu ”Islamis” tak mempan untuk menyerang AK Parti. Apalagi, masyarakat Turki juga cenderung makin religius. Lebih dari 60 persen wanita dewasa Turki berjilbab.
AK Parti memanfaatkan kemenang untuk membenahi ekonomi. Pembangunan infrastruktur berupa jalan-jalan, bandara, terminal bus antarkota-antarprovinsi, area industri, akses dan fasilitas wisata, dan pelabuhan sangat bergairah. Semangat itu terasa ketika Jawa Pos melakukan perjalanan ke belasan kota di separo wilayah Turki bagian barat.
Ekonomi tumbuh konsisten 7,4-8,9 persen. Inflasi mengempis hingga di bawah dua digit, 9,9 persen pada 2004 atau dua tahun setelah AK Parti memerintah. Kebijakan monumental Erdogan untuk mendekatkan Turki dengan ”dunia impian” Uni Eropa adalah dengan melakukan sanering mata uang lira. Yakni, memangkas enam nol lira. Jadi 1.000.000 lira tinggal 1 yeni Turk lirasi (YTL) atau lira Turki baru. Nilai yang baru itu lebih pantas karena sejuta lira lama tak cukup untuk ongkos semir sepatu. Untuk semir sepatu perlu dua juta lira lama.
Tentu saja dengan kebijakan sanering itu, jumlah jutawan dan miliarder Turki merosot tajam! Dulu naik angkutan umum saja harus membawa uang berjuta-juta lira. Kini tak gampang menjadi jutawan. Sebab, nilai YTL 1 kira-kira menjadi 0,5 euro.
Selain piawai mengelola isu sensitif terkait isu ”Islamis”, prestasi ekonomi pemerintahan duet tokoh AKP, Presiden Abdullah Gul dan PM Recep Tayyip Erdogan, mengesankan dunia. Meskipun kebanyakan lembaga masih menyebut Turki sebagai negara berkembang, CIA menyatakan bahwa Turki masuk negara maju. Majalah ekonomi terkemuka, The Economist, menjuluki AKP sebagai partai yang paling sukses sepanjang sejarah Turki, yang merdeka pada 1923 itu.
Bahkan, boleh jadi, mereka merupakan partai ”santri” tersukses di dunia. Meski menolak disebut partai Islam, pimpinan utama partai itu menegaskan bahwa dirinya ”santri” dan aktivis Islam. Partai itu mampu kemakmuran ekonomi di tengah serangan isu politik sensitif. Dan, yang terpenting, AK Parti tak menjadi partai pemarah.
Miangas adalah pulau terluar Indonesia yang terletak dekat perbatasan antara Indonesia dengan Filipina. Pulau ini termasuk ke dalam desa Miangas, kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Miangas adalah salah satu pulau yang tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filipina. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan, terorisme serta penyelundupan. Pulau ini memiliki luas sekitar 3,15 km². Jarak Pulau Miangas dengan Kecamatan Nanusa adalah sekitar 145 mil, sedangkan jarak ke Filipina hanya 48 mil. Pulau Miangas memiliki jumlah penduduk sebanyak 678 jiwa (2003) dengan mayoritas adalah Suku Talaud. Perkawinan dengan warga Filipina tidak bisa dihindarkan lagi dikarenakan kedekatan jarak dengan Filipina.
Belanda menguasai pulau ini sejak tahun 1677. Filipina sejak 1891 memasukkan Miangas ke dalam wilayahnya. Miangas dikenal dengan nama La Palmas dalam peta Filipina. Belanda kemudian bereaksi dengan mengajukan masalah Miangas ke Mahkamah Arbitrase Internasional. Mahkamah Arbitrase Internasional dengan hakim Max Huber pada tanggal 4 April 1928 kemudian memutuskan Miangas menjadi milik sah Belanda (Hindia Belanda). Filipina kemudian menerima keputusan tersebut.
Walaupun secara de jure pulau ini milik pemerintah Indonesia. Akan tetapi kehidupan sosial-skonomi masyarakat di pulau ini masih lebih dekat dengan Filipina. Pulau ini juga lebih dekat ke Davao, Filipina, dengan jarak tempuh hanya 78 mil. Sedangkan ke Manado, ibu kota Sulut, harus menempuh perjalanan 259 mil.
Karena itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat lebih mudah dan murah membeli dari wilayah Filipina. Bahkan uang yang mereka pergunakan umumnya adalah peso. Ditambah lagi, batas landas kontinen dan batas wilayah laut hingga kini belum ada kesepakatan antara pemerintah Republik Indonesia dan Filipina. Meskipun sudah ada keputusan dari arbitrase Internasional namun masalah ini sangat rentan. Kita tentunya tidak ingin melihat kasus Sipadan dan Ligitan edisi kedua kan. Kita ngaku-ngaku punya Sipadan dan Ligitan akan tetapi akhirnya jadi milik Malaysia. Mungkin dengan adanya tugu NKRI di daerah tersebut dapat menjadi suatu simbol bahwa Indonesia memegang penuh atas kedaulatan pulau tersebut.
Ketika kita berbicara tentang paradigma baik paradigma berpikir maupun berorganisasi kita harus membuang jauh-jauh segala bentuk egoisme di hati dan pikiran kita. Jika kita masih saja teracuni oleh hal-hal yang menyangkut fanatisme dan egoisitas tersebut, hal ini menjadi sesuatu yang subjektif mengenai tesis dan antitesis. Menurut pendapat saya paradigma merupakan suatu cara pandang/pola pikir terhadap suatu permasalahan ,liat sisi pandang yang berbeda, mungkin saja berbeda. Ketika kita dihadapkan terhadap permasalahan yang sama namun berbeda pemahaman dalam menghadapi permasalahan tersebut akan tetapi memilki tujuan yang sama.
Mengapa terjadi demikian? Karna manusia memiliki akal dan pikiran. Hal ini yang dapat mempengaruhi pemikiran orang disamping pengaruh lingkungan tentunya. Akal dan pikiran menghasilkan proses berpikir. Tuhan menciptakan kreasi berpikir yang berbeda antar individu satu dan lainnya. Pembenturan pemikiran sering sekali terjadi. Terjadilah paradigma. Ketika berbicara paradigma muncullah konflik pemikiran akal individu tersebut. Karna manusia secara naluri memang cenderung untuk mempertahankan opininya. Ya begitulah adanya dari dahulu kala.
Apakah hal itu sekarang terjadi? Ya.
Di ITB? Ya
Bagaimana solusinya? Tidak ada
Ketika membicarakan solusi, bagi saya itu bukanlah suatu jawaban pasti karna menurut pendapat saya, solusi itu adalah awal dari suatu permasalahan baru. Paradigma.
Namun terbersit di dalam pemikiran saya akan kondisi ITB antara Kabinet dan Himpunan
Sedikit pendapat saya…
· Kabinet adalah sebuah organisasi kemahasiswaan ITB( red: besar) namun sangat kecil kedudukannnya di mata mahasiswa dibandingkan himpunan.
· Himpunan adalah organisasi di bawah Kabinet ITB (red: kecil) namun sangat besar kedudukanya di mata mahasiswa dibandingkan kabinet.
Apakah ini juga bagian dari paradigma itu?
Bangsa Indonesia yang sejati dari dulu
sampai sekrang masih tetap menjadi budak belian
yang penurut, bulan-bulanan dari perampok-perampok
bangsa asing. Bangsa Indonesia yang sejati belum
mempunyai riwayat sendiri selain perbudakan.
Hanya aksi massa yang bisa membebaskannya…
Selamat Tahun Baru Hijriah
29 Desember 2008
semoga amal dan ibadah kita semakin baik
di tahun yang akan datang
“Dalam ujian carilah peluang” itulah ungkapan yang sering didegungkan banyak orang di waktu menghadapi ujian, cobaan dan krisis. Terutama terkait dengan agama kita, Islam dan terkait dengan gerakan fanatisme kelompok, gerakan penistaan terhadap kemuliaan Rasulullah saw. dan upaya untuk menghalang-halangi cahaya Islam di Eropa. Itulah yang terjadi di Swedia, ketika tersebarnya gambar-gambar yang menghina Rasulullah saw. justeru pada waktu yang bersamaann beribu- ribu penduduk Swedia masuk agama Allah. Kondisi demikian teruangkap ketika delegasi Pemuda Swediamenghadiri Muktamar Wartawan di Lembaga Pendidikan Swedia di daerah Iskandariah, Mesir pada hari Sabtu, 16/11/08. Mereka mengemukakan data, 15 000 penduduk asli swedia masuk Islam, dan umur mereka antara 20 sampai 40 tahun, setelah kejadian pelecehan terhadap Rasulullah saw. subhanallah! Delegasi yanng terdiri dari 12 orang -muslim dan muslimah- itu sedang menggarap 4 proyek dakwah untuk melayani kepentingan umat muslim di Swedia. Proyek pertama, pendidikan pemuda muslim, bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat Swedia. Proyek kedua, pendidikan Bahasa Arab bagi para imam, karena generasi baru muslim Swedia tidak bisa berbahasa Arab. Proyek ketiga, peduli terhadap problematika lingkungan dan pelestariannya. Proyek keempat, dialog antar agama. Proyek-proyek ini bertujuan untuk merubah cara pandang masyarakat Swedia terhadap Islam, di mana mereka sebelumnya mengira Islam sebagai sumber masalah, merubahnya menjadi pengakuan bahwa Islam bagian dari agama-agama yang ada di tengah-tengah mereka. Penilian keliru masyarakat Swedia lantaran pemahaman mereka yang tidak benar tentang Islam. Islam terhitung menjadi agama kedua di Swedia. Populasi muslim lebih dari setengah juta jiwa dari total jumlah penduduk Swedia delapan setengah juta jiwa. Islam terbilang baru berkembang di Swedia, namun jumlah orang yang memeluk agama Islam terus bertambah banyak, terutama karena komunitas muslim di sana tidak mendapatkan kendala dalam menjalankan syiar dan simbol-simbol peribadatan Islam. Juga berdirinya masjid-masjid di seluruh penjuru kota di bawah undang-undang resmi yang diakui oleh parlemen Swedia, yaitu undang-undang kebebasan bergama, hak-hak pemeluk agama dalam menjalankan keyakinannya tanpa harus ada kekhawatiran sedikitpun meskipun bagi kelompok minoritas. Di Ibu Kota Swedia ada 45 lembaga-lembaga Islam dan Islamic Centre, dan kota-kota besar terhitung ada 15 lembaga-lembaga Islam dan Islamic Centre. Begitu juga paling tidak ada 4 masjid raya di setiap kota besar. Di Swedia digalakkan terjemah kandungan Al Qur’an, pembangunan masjid-masjid baru. Islam tersebar lebih banyak di kalangan perempuan, terutama lingkungan kampus dan akademisi. Penyebabnya adalah adanya ambivalensi di kalangan perempuan Eropa, di sisi lain perempuan muslimah Swedia mendapatkan kehormatan danpenerimaan yang utuh dari agama Islam dan komunitas muslim, yang tidak ada dalam agama-agama lain. Muslimah Swedia mendirikan lembaga khusus bagi para muslimah pada tahun 1984, pada saat Islam baru pertama-tama berkembang di Swedia. Di organisasi ini aktivis muslimah melaksanakan kegiatan dakwah dan sosial di seluruh kota, berupa seminar, ceramah, kajian agama, muktamar Islam, bazar, stand amal, penyediaan perawat bagi anak-anak, pelatihan pendidikan anak, dan juga menopang problematika Islam. Disebutkan dalam sejarah, bahwa Islam masuk di Swedia pada tahun 50-an pada abad 20 M, dibawa oleh sedikit orang yang bisa dihitung dengan jari, kebanyakan mereka dari Asia Tengah, yang lari dari Komunisme, dan sebagian lain dari Palestina yang diusir oleh Israil dari negaranya.