PEMIMPIN

Written on November 17, 2008 – 9:26 am | by aris rinaldi | tags |

PEMIMPIN

Pemimpin adalah orang yang memimpin. Defenisi sederhana yang dianut banyak orang Indonesia. Itupun kalau sebagian masyarakat yang ada mengerti akan arti pemimpin. Karna 12, 8 juta orang Indonesia harus di melek aksarakan oleh keadaan yang ada. Itu hitungan kuantitaifnya, jika dibandingkan secara kualitatif mungkin saja lebih besar lagi. Mengapa demikian? Karna seringkali jumlah yang disampaikan dalam tulisan yang ada, tidak merepresentasikan keadaan real di masyarakat kita. Dalam kaitan terhadap pembahasan yang lanjut untuk mengatasi realita yang terjadi, pemimpin mempunyai peranan yang besar dalam menentukan arah kebijakan yang ada.

Sering kita mendengar bahwa pemimpin itu identik dengan pimpinan. Bagi saya, itu merupakan kedua hal yang berlainan secara defenisi. Pemimpin adalah orang yang melakukan hal yang benar sedangkan pimpinan adalah orang yang melakukan segala hal yang benar. Pemimpin lebih memiliki tanggung jawab secara sosial di masyarakat sedangkan pimpinan lebih bertanggung jawab secara organisasi sesuai fungsi jabatannya. Jika diaplikasikan, manusia adalah pemimpin bagi dirinya. Tidak cocok menggunakan kata pimpinan pada kalimat tersebut. Alasanya , terletak pada porsi tanggung jawabnya sebagai manusia. Tanggung jawab sebagai pemimpin lebih kepada hal-hal humaniora yang terdapat di lingkungan tempat tinggalnya.

Jika kita berbicara mengenai pemimpin kita harus memeliki referensi yang jelas baik secara tulisan maupun kondisi real yang ada. Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain baik dalam pemikiran maupun konseptual. Secara umum ada lima pendekatan tentang teori kepemimpinan yang muncul pada abad ke dua puluh. Pendekatan ini meliputi sifat, prilaku, kekuasaan/ pengaruh, situasional dan integratif. Teori-teori kepemimpinan ‘ manusia agung’, yang mendominasi pembahasan kepemimpinan sebelum tahun 1900, menjadi pendahulu munculnya teori-teori kepemimpinan yang menekankan sifat-sifat pemimpin. Untuk melengkapi pandangan tersebut , para ahli teori mulai memberikan perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor situasional dan lingkungan. Selanjutnya , dikembangkan pula teori-teori integrasi antara manusia dan situasi, psikoanalisis, pencapaian peran, perubahan, tujuan dan berbagai kebetulan yang menyebabkan orang bisa menjadi pemimpin. Adapun teori-teori kepemimpinan yang berkembang di dunia.

1. Teori- Teori Jalur Tujuan

Penulis Terkemuka/ Tahun: M.G. Evans (1970); Georgepoulos Mahoney, & Jones (1957); House (1971); House & Dessler (1974)

Para pemimpin memperkuat proses perubahan pada para pengikut dengan menunjukkan pada mereka perilaku-perilaku (jalur) yang bisa dilakukan untuk mencapai imbalan yang diinginkan. Para pemimpin juga mengklarifikasi tujuan-tujuan para pengikut dan mendorong mereka untuk memberikan kinerja yang lebih baik. Faktor-faktor situasional akan menentukan cara yang diambil para pemimpain dalam menunjukkan jalur dan mendorong pencapaian tujuan.

2. Teori- Teori Ketergantungan Pada Keadaan

Penulis Terkemuka/ Tahun: Fielder (1967); Fielder, Chemer, & Mahar (1976)

Efektivitas dari seorang pemimpin yang berorientasi pada tugas atau hubungan merupakan hal yang tergantung pada situasi. Program-program pelatihan kepemimpinan yang disusun berdasarkan teori ini membantu para pemimpin untuk mengidentifikasikan orientasi mereka dan untuk menyesuaikannya secara lebih baik dengan kondisi situasi yang baik maupun buruk.

3. Kepemimpinan Kultural dan Holistik

Penulis Terkemuka/ Tahun: DePree(1992); Mintzberg (1998); Vaill(1989)

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk melangkah keluar dari budaya yang ada dan memulai proses perubahan evolusioner yang lebih adaptif. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk melibatkan para pemegang kepentingan (stakeholder) yang penting, menumbuhkan perasaan ingin mengikuti dan memberdayakan orang lain. Pendekatan holistik Wheatley menggangap bahwa kepemimpinan adalah sesuatu yang kontekstual dan sistemik. Pemimpin menciptakan hubungan-hubungan sinergis antara individu-individu, organisasi-organisasi, dan lingkungan tempat mereka berada. Para pemimpin mendorong terbentuknya organisasi pembelajaran melalui pelaksanaan lima disiplin.

4. Kepemimpinan Pelayanan

Penulis Terkemuka/Tahun: Firholm(1994); Senge (1990); Schein(1992); Wheatley(1992)

Kepemimpinan pelayanan menyiratkan bahwa para pemimpin sebenarnya memimpin dengan melayani orang lain, para karyawan, pelanggan dan masyarakat. Karakteristik dari seseorang pemimpin pelayan meliputi : mendengarkan, empati, menyembuhkan, kesadaran, persuasi, konseptulitas, memandang ke depan,tanggung jawab, komitmen tehadap pertumbuhan orang lain, dan membangun masyarakat.

5. Kepemimpinan Spiritual

Penulis Terkemuka/ Tahun:Greenleaf(1996); Spears & Frick(1992), DePree (1989); Etzioni(1993); Fairholm (1997); Greenleaf(1977); Hawley(1993); Keffer(1992); J.Maxwell; Vaill (1989)

Kepemimpinan lebih berkaitan dengan berusaha mempengaruhi jiwa manusia daripada tindakan-tindakan untuk mengontrol. Falholm berpendapat bahwa kepemimpinan antara lain juga berkaitan dengan proses untuk berhubungan dengan orang lain. Lebih jauh lagi, “ saat pemimpin memberikan komitmen untuk memperhatikan pribadi manusia secara utuh, mereka juga harus memasukkan perhatian spiritual dalam tindakan yang mereka ambil. Para pemimpin abad ini harus mempertimbangkan dan secara aktif terlibat untuk membuat hubungan-hubungan bagi diri mereka sendiri dan bagi para pengikut mereka. “ pengaruh seorang pemimpin tumbuh dari pengetahuannya mengenai budaya, kebiasaan, nilai-nilai dan tradisi-tradisi organisasi.

6. Kepemimpinan Berdasarkan Hasil

Penulis Terkemuka/ Tahun: Clifton (2001)

Ulrich dkk., mengajukan sebuah pandangan mengenai kepemimpinan yang “ menggambarkaan hasil-hasil yang berbeda yang dihasilkan oleh para pemimpin” dan mengaitkan hasil-hasil tersebut dengan karakter. Para pemimpin memiliki karakter moral, integritas dan energi, di samping juga memiliki pengetahuan teknis maupun kemampuan berpikir strategis. Lebih jauh lagi, para pemimpin menunjukkan prilaku efektif yang mendorong keberhasilan organisasi yang lebih jauh. Dan, tahap selanjutnya, karena hasil-hasil kepemimpinan bisa terukur, hal ini juga bisa diajarkan dan dipelajari. Dalam apa yang mereka sebut sebagai Proyek Evergreen, Nohria, dkk., mempelajari lebih dari 200 praktik manajemen yang dipakai dalam rentang waktu 10 tahun untuk menentukan praktik-praktik mana yang benar-benar memberikan hasil yang lebih unggul. Empat praktik yang paling utama adalah strategi, pelaksanaan, budaya dan strukutur.

7. Kepemimpinan Partisipatif, Rasioanal- Deduktif

Penulis Terkemuka/ Tahun: Coch & French(1948); J.Gardner (1990); Lewin, Lippit, & White (1939) ; Vroom & Yetton(1974).

Pandangan kepemimpinan berdasarkan teori kekuasaan-pengaruh meliputi kepemimpinan partisipatif. Penelitian-penelitian di bidang kekuasaan- pengaruh memperhatikan seberapa besar kekuasaan yang dimiliki dan dijalankan oleh seorang pemimpin. Pendekatan ini juga menggangap adanya hubungan sebab akibat satu arah. Kepemimpinan partisipatif berkaitan dengan pembagian kekuasaan dengan para pengikut dan pemberdayaan meraka. Vroom dan Yetton mengajukan resep teori kepemimpinan yang menganggap bahwa para pemimpain adalah pihak yang memberikan arah dan para pengikut bersifat pasif mengikuti. Namun jika para pengikut memliki pengetahuan yang lebih banyak, peran mereka seharusnya bisa lebih partisipatif. Gardner percaya bahwa “ kepemimpinan adalah proses persusasi atau pemberian contoh yang dilakukan oleh seseorang( atau sebuah tim kepemimpinan) terhadap satu kelompok orang untuk mengejar tujuan-tujuan yang dimiliki oleh pemimpin atau dimilki bersama oleh pemimpin dan para pengikutnya. “dia menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah sebuah peran yang harus ada dan dengan demikian, para pemimpin memainkan sebuah peran yang integral dalam sistem di mana mereka berada.

Adapun referensi diatas tidak mencakup semua teori kepemimpinan yang ada di dunia ini, tetapi itu cukup mewakili sebagian yang ada. Bisa saja pemimpin tersebut lahir tanpa teori-teori yang ada. Kata lahir juga kurang cocok penempatannya untuk seorang pemimpin. Mungkin saja pemimpin tidak hanya dilahirkan oleh keadaan tapi juga dibentuk oleh keadaan dengan sedikit kebijaksanaan Tuhan. Kita tentu tak akan menyangka bahwa Pak Harto ( red: almarhum) menjadi pemimpin terlama di dunia.

Terkadang referensi yang ada justru berasal padangan subjektif para ahli terhadap keadaan yang dilihat darinya maupun pembelajaran masa lalu. Tanpa mengesampingkan peran mereka dalam pembentukan pola pikir beberapa pemimpin. Mungkin seperti buah pola pikir Karl Max yang notabenenya mempengaruhi orang-orang seperti Lenin dan Castro dalam pelaksanaan di negaranya. Tidak ada yang salah akan hal itu. Tak lebih dari sebuah seni mempengaruhi dan itulah yang sering dilupakan oleh semua orang.

Kita tak harus menjadi besar untuk menjadi pemimpin. Butuh sedikit kebijaksanaan Tuhan. Hanya sedikit, itu tak membuat manusia sepenuhnya selalu menggatungkan diri pada Tuhan karna itu, kita diciptakan ke dunia ini dengan tujuan bagi diri kita sendiri. Proses untuk menjadi pemimpin itulah tak lepas dari pengaruh kebijaksanaan Tuhan. Sekalipun dia tak memiliki agama dan Tuhan, tetap saja pola pemikiran dia akan mengacu pada suatu hal, baik sifatnya real maupun abstrak. Menurut perspektif saya, itu tak lebih dari pembenaran akan keberadaan tuhan dalam bentuk lain. Dalam suatu bentuk komunal, pemimpin itu mutlak adanya. Jikapun Tuhan tidak menciptakan kata pemimpin di dunia ini, manusia tetap saja menjadi pemimpin bagi dirinya.

“ Terkadang tulisan dapat menjadi sarana apresiasi dari pemikiran walaupun terkadang tak lebih dari tiga kata”

Ardi-15006058

Digunakan seperlunya.

 

Related Posts

Put your related posts code here

  1. 3 Responses to “PEMIMPIN”

  2. By lintasmarketing on Nov 18, 2008 | Reply

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di http://www.lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  3. By samsu on Feb 9, 2009 | Reply

    artikelnya bagus, tapi akan lebih baik jika disertai referensi, bukan hanya kutipan. terima kasih

  4. By Anonymous on Sep 24, 2010 | Reply

    bagus ..jg nih..tulisannya

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant