Archive for September, 2008

Manusia evolusi dari Kera, Benarkah?

Tuesday, September 9th, 2008

Manusia evolusi dari Kera, Benarkah?

Sebagai seorang penganut agama islam tentu saya tidak sependapat dengan bahwa manusia merupak evolusi dari kera. Walupun para ahli telah banyak mendiskusikan hal ini tentu hal ini masih perlu diperbincangkan lebih lanjut. Manusia pertama adalah Adam, apakah adam itu kera?. Dengan pendapat yang dangkal sekalipun Adam itu adalah manusia bukan kera, itu telah tercantum di dalam Al-quran bahwa Adam adalah manusia pertama bukan kera pertama. Menurut saya itu adalah akal-akal dari seorang evolusionis walaupun itu hanya pemikiran subjektif saya. Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman dengan keyakinan dogmatis yang berusaha keras mengingkari penciptaan. Mayoritas filsuf penganut pagan di zaman Yunani kuno mempertahankan gagasan evolusi. Jika kita mengamati sejarah filsafat, kita akan melihat bahwa gagasan evolusi telah menopang banyak filsafat pagan .

Teori evolusi merupakan buah filsafat materialistis yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Paham materialisme berusaha menjelaskan alam semata melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan, pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu, hidup ataupun tak hidup, muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan tetapi, akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yang mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan. Filsafat materialistis, yang bertentangan dengan karakteristik paling mendasar akal manusia ini, memunculkan “teori evolusi” di pertengahan abad ke-19.

Kebenaran teori evolusi juga masih perlu diperbincangkan akan tetapi hal itu justru menjadi sesuatu yang diterima secara umum saat ini. Buku pelajaran biologi di Indonesia masih saja memuat teori Darwin beserta seluruh kejelasan tentang kebenaran mengenai teori Darwin tersebut. Di satu sisi kita belajar tentang agama yang menyatakan bahwa manusia pertama adalah Adam, yang justru ada di bumi sebelum manusia kera versi Darwin ditemukan. Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau penelitian ilmiah apa pun; tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. (Asal usul “sifat-sifat yang menguntungkan” ini belum diketahui pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.

Benarkah, Manusia itu dari kera? atau pada saat itu manusia hidup berdampingan dengan manusia kera?. Dalam bukunya The Descent of Man yang diterbitkannya setelah The Origin of Species, dengan berani Darwin berkomentar tentang “perbedaan-perbedaan besar antara manusia dari beragam ras”. Dalam bukunya tersebut, Darwin berpendapat bahwa orang-orang kulit hitam dan orang Aborigin Australia sama dengan gorila, dan berkesimpulan bahwa mereka lambat laun akan “disingkirkan” oleh “ras-ras beradab”. Ia berkata: Banyak argument yang justru timbul mengenai kebenaran dari teori evolusi Darwin itu sendiri. Jika saya membandingkan teori yang disampaikan oleh Darwin dengan apa yang saya pelajari di dalam agama saya, hal itu merupakan sesuatu yang anomali dan sangat bertolak belakang.

Ketika saya masih kecil, saya pernah mendengar cerita mengenai manusia yang dikutuk menjadi kera karna melanggar aturan. Pada zaman Nabi Musa A.S, terdapat larangan untuk tidak memancing pada hari Sabath ( hari Sabtu ) dan jika melanggar aturan tersebut akan mendapat hukuman dari Tuhan. Namun justru pada hari tersebutlah ikan-ikan akan keluar dari persembunyiannya dan jumlahnya jauh lebih banyak dari hari biasa. Sehingga, sebagian orang melanggar aturan tersebut untuk mendapatkan banyak ikan. Akan tetapi justru menjadi petaka bagi mereka dan mereka pun akhirnya terkena kutukan dari tuhan menjadi monyet. Mungkin saja monyet-monyet tersebut ada kaitannya dengan teori Darwin. Jika hipotesis Darwin tentang evolusi tersebut berkaitan dengan cerita kutukan manusia yang menjadi monyet pada zaman Nabi Musa A.S. Jelaslah sudah bahwa manusia itu tidak berasal dari kera tetapi manusia yang menjadi kera. Mungkin saja DNAnya sama. Hanya sebuah pemikiran sederhana. Itupun kalau benar.

Reff
• Harun Yahya : Keruntuhan Teori Evolusi
• Asumsi dan pendapat pribadi

Dari OHU For UBT

Thursday, September 4th, 2008

Perjalanan menuju OHU

Hasil kerja keras akhirnya terbayar juga. Dalam seminggu kita mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan OHU. Koordinator OHU UBT adalah Dani Eldo(PN‘06), dialah yang memimpin misi suci untuk menjaring para calon UBT 2008. Kita juga menggabungkan tema kemerdekaan Indonesia yang ke 63 dan Olimpiade Beijing dengan konsep bulutangkis kita agar bisa ditampilkan di stand UBT. Tak lupa kita menyiapkan games-games menarik untuk para penonton agar bisa lebih dekat dengan bulutangkis. Keseriusan para anggota untuk berkontribusi juga dapat dirasakan mulai dari tahap perencanaan konsep, pengerjaan properti bahkan pada saat kita menjamu para calon UBT di stand UBT.

Luar Biasa! Satu kata yang terucap dari anak-anak UBT. Jumlah pendaftar diluar dugaan kita. Sekitar 400-an mahasiswa ITB mendaftar di stand UBT, meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Rasa kesal kita terhadap panitia OHU terbayar juga. Pada saat malam minggu, kita sempat kesal terhadap panitia karena panitia dinilai lalai terhadap tanggung jawabnya baik dari penyediaan lampu buat ngedekor maupun dari sisi keamanan. Tapi tak lupa kita ucapkan terima kasih buat panitia OHU walaupun cuma sedikit.

Kamis ,21 Agustus 2008 @ GSG pukul 19.00

Kekesalan timbul kembali, kali berasal dari kurangnya koordinasi dari sesama unit pemakai GSG, seharusnya itu jadwal latihan tetap UBT untuk memakai GSG akan tetapi ada beberapa unit yang memakai GSG untuk kegiatan mereka bahkan dari satu unit yang anonim sajalah sebutnya mengecor lubang untuk tiang net yang biasa dipakai oleh anak UBT tanpa sepengetahuan anak UBT. Begitulah adanya ketika kita harus dirugikan oleh hubungan antar unit yang tidak berjalan dengan baik walaupun sudah ada senator olahraga dan kementrian olahraga. Mungkin saja mereka lebih senang dengn proker-proker yang jauh lebih besar daripada menjalin hubungan antarunit. Itulah kondisinya.

Calon UBT kita jamu dengan skema yang telah kita siapkan,dengan kondisi lapangan yang tidak dapat dipakai oleh tindakan unit tersebut, maka kita tidak dapat melakukan latihan perdana. Kita membentuk kelompok yang dikordinasi oleh masing-masing taplok. Mudah- mudahan sesuatu yang telah berjalan dengan baik akan mendapat hasil yang baik. If there is a will there is a way. He…he…he…

Tuntutan Pergaulan Dalam Islam

Thursday, September 4th, 2008

Tuntutan Pergaulan Dalam Islam

 

 

1.      Menjaga Pandangan

“Katakan kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”(QS.An Nur : 30).

“Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya.  Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, atau ayah suami mereka,atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita.  Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.  Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.An Nur : 31).

 

Tidaklah seorang Muslim sedang melihat keindahan wanita kemudian ia menundukkan pandangannya, kecuali Allah akan menggantinya dengan ibadah yang ia dapatkan kemanisannya.” (HR. Ahmad)

 

Semua mata pada hari kiamat akan menangis, kecuali mata yang menundukkan atas apa yang diharamkan oleh Allah, mata yang terjaga di jalan Allah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah.” (HR. Ibnu Abi Dunya)

 

 

 

2.      Menutup aurat secara sempurna

“Hai nabi, katakan kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, hingga mereka tidak diganggu.  Dan Allah Maha Pengampun lahi Maha Penyanyang.”(QS.Al Ahzab:59).

 Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga peregelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah)

 

“Dari Abu Sa’id Radiallahuanhu, bahwasanya Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam bersabda : seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama laki-laki, begitu pula seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan.  Seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan kulit sesama lelaki dalam satu selimut, begitu pula seorang perempuan tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama perempuan dalam satu selimut.”(HR.Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadhush Shalihin).

 

3.      Bagi wanita diperintahkan untuk tidak berlembut-lembut suara di hadapan laki-laki bukan mahram

“Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita lain, jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”(QS.Al Ahzab:32).

 

4.      Dilarang Bagi Wanita bepergian sendirian tanpa mahramnya sejauh perjalanan satu hari

“Dari Abu Hurairah Radiallahu Anhu, ia berkata : Rasulullah Sallahu Alaihi WA salam  bersabda: Tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali bersama muhrimnya”(HR. Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadhus Shalihin).

 

      Dr. Yusuf Qardhawi dalam Fatwa-fatwa Kontemporer jilid 2 halaman 542 mengemukakan : “Kaum muslimin memperbolehkan wabita sekarang keluar rumah untuk belajar di sekolah, di kampus, pergi ke pasar dan bekerja di luar rumah sebagai guru, dokter, bidan, dan pekerjaan lainnya asalkan memenuhi syarat dan mematuhi pedoman-pedoman syari’ah “(Menutup aurat, menjaga pandangan, dan lain-lain).

 

5.      Dilarang “berkhalwat”(berdua-duaan antara pria dan wanita di tempat yang sepi)

“Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalin bersuyi-sunyi dengan perempuan lainnya kecuali disertai muhrimnya.” (HR. Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadhus Shalihin).

 

 

6.      Laki-laki dilarang berhias menyerupai perempuan juga sebaliknya

“Dari Ibnu Abbas RA. Ia berkata : Rasulullah melaknat kaum laki-laki yang suka menyerupai kaum wanita dan melaknat kaum wanita yang suka menyerupai kaum laki-laki” (HR. Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadhus Shalihin).

 

7.      Islam menganjurkan menikah dalam usia muda bagi yang mampu dan shaum bagi yang tidak mampu

“Wahai sekalin pemuda, barang siapa diantara kamu yang mampu nikah, maka nikahlah, sesungguhnya nikah itu bagimu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, naka jika kamu belum sanggup berpuasalah, sesunggunya puasa itu sebagai perisai” (HR.Muttafaaqun Alaihi).

 

 

 

 

 

 

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to my travelling experiences More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Memorizing Like an Elephant